Pengamat Nilai PSBB di DKI Tak Efektif Ilustrasi - Pemandangan salah satu kawasan protokol wilayah DKI Jakarta. ANTARA/M Razi Rahman

Merahputih.com - Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah memprediksi kebijakan PSBB total di DKI Jakarta tak efektif. Pasalnya, aturan PSBB kali ini jauh lebih longgar dari PSBB jilid pertama. Kebijakan penanganan COVID-19 di DKI dinilai sudah lebih baik dari rata-rata daerah lain.

Misalnya dengan jumlah tes mencapai 40 ribu per 1 juta penduduk, 4 kali lebih banyak dari standar WHO. Namun pengawasan jadi titik paling fatal Pemprov DKI.

"Lemahnya DKI Jakarta soal pengawasan mobilitas masyarakat. Apalagi masa transisi, sudah tidak ada lagi. Kedua masalah penegakan hukum harus lebih tegas agar masyarakatnya juga disiplin," ucap Trubus kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/9).

Baca Juga:

Jakarta Kembali PSBB, Datang ke Yogyakarta Harus Bawa Surat Bebas COVID-19

Trubus berpendapat efektivitas PSBB DKI juga terancam dengan kepercayaan masyarakat yang menurun. Masyarakat jengah dengan penanganan pandemi yang hanya jadi ajang seteru pemerintah DKI dan pusat.

"Publik sekarang ini menganggap penanganan gagal, terlihat apa yang dilakukan pemprov dan pusat justru ribut ego sektoral. Masyarakat jadi jalan sendiri-sendiri," tuturnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya dan tim gabungan TNI, Dishub dan Satpol PP melaksanakan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19 di delapan lokasi di Ibu Kota pada hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta yang diperketat, Senin (14/9).

Warga yang tidak menggunakan masker terjaring dalam operasi Tibmask di Petamburan dan melakukan sanksi sosial mengecat tembok pembatas trotoar di Petamburan, Rabu (9/9/2020) (ANTARA/HO/dokumentasi Satpol PP Tanah Abang)
Warga yang tidak menggunakan masker terjaring dalam operasi Tibmask di Petamburan dan melakukan sanksi sosial mengecat tembok pembatas trotoar di Petamburan, Rabu (9/9/2020) (ANTARA/HO/dokumentasi Satpol PP Tanah Abang)

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo menyebutkan, delapan titik tersebut yakni di Pasar Jumat berbatasan dengan Tanggerang, Jalan Perintis Kemerdekaan berbatasan dengan Bekasi, Kalimalang, Kalideres, Tugu Tani, Jalan Asia Afrika, Bundaran Hotel Indonesia dan Semanggi.

"Itu ada delapan titik, kita melaksanakan operasi yustisi gabungan," kata Sambodo

Sambodo menyebutkan, meski hari pertama pelaksanaan PSBB Jakarta sesuai Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 diberlakukan, pihaknya tidak lagi memberikan imbauan tetapi langsung penindakan bagi yang melanggar aturan PSBB.

Baca Juga:

Wakapolri Klaim PSBB Total di Jakarta Masih Dalam Pembahasan

Penindakan ini, lanjut dia, sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19.

"Kita sudah mulai langsung penindakan. Dalam Pergub 79 di situ ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan termasuk sanki apabila kewajiban tersebut tidak dilaksanakan," ujarnya. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Muhammadiyah Sebut Pasien COVID-19 dan Tenaga Medis Tidak Wajib Puasa
Indonesia
Muhammadiyah Sebut Pasien COVID-19 dan Tenaga Medis Tidak Wajib Puasa

Pengurus Pusat Muhammadiyah menyebut pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, termasuk bagi yang tidak bergejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak wajib menunaikan puasa.

Sembuh dari COVID-19, Menag Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi
Indonesia
Sembuh dari COVID-19, Menag Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

Menteri Agama Fachrul Razi telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan diperkenankan kembali ke rumahnya.

Soal Revisi UU Pemilu, Demokrat Minta Semua Pihak Konsisten
Indonesia
Soal Revisi UU Pemilu, Demokrat Minta Semua Pihak Konsisten

Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Demokrat Anwar Hafid meminta semua pihak untuk konsisten dengan kesepakatan awal antara pemerintah dengan Komisi II DPR terkait revisi Undang-Undang Pemilu.

Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia 2 Kali Lebih Besar dari Kapasitas SUGBK
Indonesia
Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia 2 Kali Lebih Besar dari Kapasitas SUGBK

Rasio pemanfaatan tempat tidur, ruang gawat darurat atau ruang ICU, dan ruang isolasi mencapai lebih dari 60 persen

Pemerintah Bentuk Tim Akselerasi Vaksin Merah Putih
Indonesia
Pemerintah Bentuk Tim Akselerasi Vaksin Merah Putih

“Kebutuhan cukup besar. Ada sekitar 187 juta orang yang perlu divaksin,” kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

Novel Baswedan Cs Terancam Dipecat, PKS: Mereka 'Radikal' Memberantas Korupsi?
Indonesia
Novel Baswedan Cs Terancam Dipecat, PKS: Mereka 'Radikal' Memberantas Korupsi?

Kita tak ingin salah satunya hancur lebur dan jadi buta huruf terhadap keadilan

Pemprov DKI Baru Buat 3.964 Sumur Resapan dari Target 1,8 Juta
Indonesia
Pemprov DKI Baru Buat 3.964 Sumur Resapan dari Target 1,8 Juta

Menurutnya, 1,8 juta yang dimaksud Anies itu kebutuhan Jakarta. Kalau sumur resapan di angka tersebut banjir di DKI bakal teratasi.

Jelang Akhir Tahun Pinjaman Buat BUMN Bakal Dicairkan
Indonesia
Jelang Akhir Tahun Pinjaman Buat BUMN Bakal Dicairkan

Realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah mencapai Rp383,01 triliun atau 55,1 persen dari total pagu sebesar Rp695,2 triliun per 9 November 2020.

Pengembang Perumahan Diminta Sediakan Hunian Yang Terjangkau
KPR
Pengembang Perumahan Diminta Sediakan Hunian Yang Terjangkau

PPDPP mencatat penyaluran FLPP telah disalurkan sebanyak 103.272 unit senilai Rp10,58 triliun.

Densus 88 Diminta Transparan Soal Sepak Terjang Munarman di Jaringan Teror
Indonesia
Densus 88 Diminta Transparan Soal Sepak Terjang Munarman di Jaringan Teror

Dugaan keterlibatan eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam jaringan terorisme belum sepenuhnya terbuka.