Pengamat Nilai Kendaraan yang Dipakai Mudik Harus Memenuhi Syarat Kendaraan pemudik Natal 2019 melintasi ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

Merahputih.com - Kendaraan umum yang digunakan para pemudik harus benar-benar memenuhi syarat perizinan operasional trayek sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas yang selama ini dinilai belum berkurang drastis.

"Kendaraan umum dilarang berhenti dan menaikturunkan penumpang di sembarang tempat. Dapat mengangkut penumpang dari pool bus, namun harus memasuki terminal keberangkatan," kata pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (26/12).

Baca Juga

Rute Commuter Line Bogor-Jakarta Kota Diperpendek sampai Manggarai

Djoko mengingatkan bahwa ada sanksi hukumnya bila dilanggar, seperti pengemudi Kendaraan Bermotor Umum angkutan orang yang tidak berhenti selain di tempat yang telah ditentukan, mengetem, menurunkan penumpang selain di tempat pemberhentian, atau melewati jaringan jalan selain yang ditentukan dalam izin trayek dapat dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp250 ribu.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat itu juga menilai perizinan operasional angkutan umum dalam trayek juga perlu dipatuhi, seperti setiap orang yang mengemudi Kendaraan Bermotor Umum yang tidak memiliki izin seperti yang telah ditentukan, dapat dipidana kurungan maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu.

Ia mengemukakan, keberhasilan kinerja Kemenhub diukur dari pembangunan fisik dan sistem keselamatan bertransportasi.

Suasana Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau Japek II Elevated yang berada tepat di atas tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (12/12/2019). ANTARA/Aji Cakti
Kendaraan pemudik melewati Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau Japek II Elevated yang berada tepat di atas tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (12/12/2019). ANTARA/Aji Cakti

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk memilih dan menggunakan bus yang sudah dilakukan ramp check atau inspeksi keselamatan yang berarti kendaraan angkutan umum itu sudah dilakukan pemeriksaan teknis.

"Pada kesempatan ini saya ingin berpesan kepada para masyarakat yang ingin berwisata, carilah bus baik bus pariwisata maupun bus AKAP yang sudah di ramp check. Hal ini untuk keselamatan. Bus yang sudah di ramp check bisa dilihat dari stiker yang terpasang di kaca depan bus," ujar Menhub Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (22/12).

Hal tersebut disampaikan Menhub saat meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (22/12) dalam rangka mengecek kesiapan penyelenggaraan Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Untuk mengetahui bus tersebut sudah dilakukan inspeksi keselamatan adalah terdapat stiker bundar berwarna biru yang ditempel di kaca kiri depan.

Baca Juga

Panglima TNI dan Kapolri Pastikan Perayaan Natal di Ibu Kota Aman

Di Terminal Kampung Rambutan, Menhub Budi mengecek beberapa fasilitas pelayanan di Terminal, seperti posko kesehatan, loket tiket bus, mengecek kondisi bus dan juga berinteraksi dengan sejumlah penumpang bus.

Menhub meminta posko kesehatan di terminal mengecek seluruh pengemudi yang akan berangkat, untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat jasmani. Pengecekan kesehatan untuk pengemudi antara lain gula darah, darah tinggi, bebas narkoba dan alkohol. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MPR Minta Natal di Saat Pandemi COVID Kuatkan Toleransi
Indonesia
MPR Minta Natal di Saat Pandemi COVID Kuatkan Toleransi

Momentum peringatan Natal di Indonesia, tegas ia, adalah saat yang tepat untuk mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.

 Tak Hanya AHY, Ibas Juga Masuk Bursa Caketum Partai Demokrat Pengganti SBY
Indonesia
Tak Hanya AHY, Ibas Juga Masuk Bursa Caketum Partai Demokrat Pengganti SBY

Menurut Syarief hal tersebut bukan bentuk persaingan antara kedua saudara kandung buah pernikahan SBY dan mendiang Ani Yudhoyono. Namun, kata dia, lebih kepada banyak calon pemimpin muda di Partai Demokrat.

Selipkan Agenda Jatuhkan Jokowi, Demo Penolakan RUU HIP Bikin Hilang Simpati
Indonesia
Selipkan Agenda Jatuhkan Jokowi, Demo Penolakan RUU HIP Bikin Hilang Simpati

Dalam sistem demokrasi, unjuk rasa publik bukan hal tabu

Pengemudi Grab Car yang Diduga Nyaris Culik Penumpang Ditangkap
Indonesia
Pengemudi Grab Car yang Diduga Nyaris Culik Penumpang Ditangkap

Polisi menangkap oknum sopir taksi online Grab yang diduga hendak menculik seorang penumpang perempunnya berinisial T (25)

Kedatangan Rizieq Shihab Bikin Sejumlah Ruas Jalan Macet Total
Indonesia
Kedatangan Rizieq Shihab Bikin Sejumlah Ruas Jalan Macet Total

Beberapa titik yang macet antara lain kondisi lalu lintas di sekitaran Jalan Petamburan, Jakarta Pusat dan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Sanksi yang Bakal Diterima Kafe Jika Nekat Gelar Perayaan Malam Pergantian Tahun
Indonesia
Sanksi yang Bakal Diterima Kafe Jika Nekat Gelar Perayaan Malam Pergantian Tahun

Apalagi, angka kenaikan kasus positif virus corona di ibu kota masih tinggi

Penunjukan Risma untuk Bersihkan Citra Korup di Kementerian Sosial
Indonesia
Penunjukan Risma untuk Bersihkan Citra Korup di Kementerian Sosial

"Ini dapat memulihkan citra negatif pemerintah dan juga PDI Perjuangan akibat kasus korupsi yang menjerat kader banteng moncong putih itu," ungkap Karyono

Anies Resmi Berlakukan PSBB Total Jilid 2, Ini Aturannya
Indonesia
Anies Resmi Berlakukan PSBB Total Jilid 2, Ini Aturannya

PSBB ini diatur dalam Peraturan Gubernur No 88 tahun 2020.

KPK Periksa Direktur Waskita Beton Precast Terkait Korupsi Proyek Fiktif
Indonesia
KPK Periksa Direktur Waskita Beton Precast Terkait Korupsi Proyek Fiktif

Munib bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

Awal Desember, Penambahan Pasien COVID-19 Capai 5.533 Orang
Indonesia
Awal Desember, Penambahan Pasien COVID-19 Capai 5.533 Orang

Jumlah kasus positif COVID-19, Rabu (2/12), bertambah 5.533 kasus.