Pengamat: Kenapa harus Marah-marah, Kalau Akhirnya tidak Ada Reshuffle Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pengamat politik Ujang Komarudin mengkririk klaim Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang menyebut kinerja para menteri sudah bagus pasca 'diancam' Presiden Jokowi. Menurut Ujang, klaim Pratikno tersebut tidak ada dasar kinerjanya.

"Darimana hitungannya, hanya dalam hitungan hari kinerja menteri (langsung disebut) membaik," kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/6).

Baca Juga

Kriteria 'Pembantu' Baru untuk Jokowi di Masa Pandemi

Ujang mengatakan, jika Mensesneg Pratikno bilang kinerja menteri membaik reshuffle tidak relevan lagi, dia justru mempertanyakan ukuran dan aspek yang diklaim tersebut. Di sisi lain, isu reshuffle meluncur dari bibir Presiden Jokowi sendiri pada rapat kabinet tanggal 18 Juni.

Ia menambahkan, reshuffle kabinet itu keniscayaan, karena cara itu dapat dilakukan untuk mengganti menteri yang kinerjanya jeblok. Sehingga, jika nanti tak ada reshuffle, maka akan ada back fire.

"Masyarakat tak akan percaya pada Jokowi lagi. Karena menteri yang kinerjanya jeblok, masih dipertahankan. Lalu buat apa marah-marah, kalau ujungnya tak ada reshuffle," tutur direktur Indonesia Political Review ini.

pengamat politik Ujang Komaruddin. Foto: Istimewa
pengamat politik Ujang Komaruddin. Foto: Istimewa

Ia menyatakan, ketika Presiden Jokowi marah-marah dalam rapat kabinet yang kemudian memunculkan wacana reshuffle kabinet, maka para menteri tak bisa tidur.

"Takut karena jabatannya hilang. Pernyataan Mensesneg, hanya untuk menenangkan keadaan, agar para menteri kondusif. Tidak gelisah," ujar Ujang .

Seperti diketahui, Menteri Sekretaris Negara Pratikno pun angkat bicara terkait hal itu. Menurutnya, perombakan kabinet saat ini sudah tidak relevan karena teguran yang disampaikan kepala negara sudah ditindaklanjuti.

"Kalau progresnya bagus, ngapain reshuffle? Dengan progres yang bagus ini, reshuffle tidak relevan," tegas Pratikno di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Senin (6/7).

"Sejauh bagus dan terus gak relevan lagi di reshuffle. Jadi jangan ribut lagi reshuffle karena progres kabinet," lanjutnya.

Pratikno menjelaskan bahwa teguran yang disampaikan Jokowi beberapa waktu lalu tak lepas dari kekecewan kepala negara kepada jajaran menteri. Namun, kini kekecewaan tersebut sudah ditindaklanjuti para pembantu presiden.

Baca Juga

Berencana Rombak Kabinet, Jokowi Tersandera Intervensi Parpol

"Mengapa beliau sampaikan teguran keras kepada kita semua, kepada kami agar mempercepat kinerja terutama sekali lagi persoalan ekonomi segera diselesaikan, bansos harus segera sampai pelosok, program pemerintah yang membantu daya beli dipercepat," kata Pratikno.

"Teguran keras tersebut punya arti signifikan. Teguran keras dilaksanakan cepat oleh kabinet. ini progres yang bagus," tegasnya. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH