Pengamat: Moeldoko Benteng Jokowi Dua Periode Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko (kanan) mendampingi Presiden Jokowi saat acara Rembuk Nasional Aktivis 98. Foto: Biro Pers Setpres

MerahPutih.com - Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai kedekatan Jenderal Purn Moeldoko dengan Presiden Joko Widodo tidak menjadi jaminan dia bakal ditunjuk menjadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Menurut Ujang, Moeldoko lebih cocok berperan sebagai benteng Jokowi di Pilpres 2019 dari pada menjadi Cawapres Jokowi.

"Bisa saja dia dekat tapi bukan berarti bisa jadi cawapres, tapi benteng Jokowi biar tetap aman di 2019," kata Ujang saat dimintai keterangan, Minggu (8/7).

Jokowi
Presiden Jokowi. Foto: Biro Pers Setpres

Dosen Politik Universitas Al-Azhar Indonesia itu mengatakan, Jokowi butuh orang seperti Moeldoko untuk mengamankan posisinya hingga dua periode.

"Butuh orang untuk membentengi, orang untuk mengamankan dan memenangkan di 2019. Moeldoko bisa untuk itu, makanya Teten digeser," paparnya.

moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Namun, diakui Ujang, melihat situasi politik saat ini, tidak menutup kemungkinan berbagai opsi bisa terjadi, termasuk soal opsi Duet Jokowi-Moeldoko. "Bisa saja terjadi di Politik. Seandainya Pak Moel ditarik jadi cawapres itu bonus bagi dia," kata Ujang.

Artinya, kata Ujang, kubu Jokowi sudah memperhitungkan segala resiko dan potensi sehingga menjadikan Moeldoko sebagai Cawapres. "Cawapres itu mengukur seluruh potensi kekuatan, kemenangan-kekalahan, kalau dipasangkan kemudian elektabilitas naik bisa saja," terangnya.

Akan tetapi, Ujang mengingatkan bahwa itu tidak mudah, sebab posisi pendamping Jokowi di Pilpres mendatang menjadi rebutan banyak kalangan. "Karena banyak yang berminat jadi cawapres, kita tunggu saja, biasanya di injury time baru terungkap," tuntasnya. (Fdi)

Kredit : fadhli


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH