Headline
 Pengamat Militer Jelaskan Alasan Ratu Kalinyamat Layak Dapat Gelar Pahlawan Pengamat pertahanan militer Connie Rahakundini Bakrie (tengah) saat seminar Kepahlawanan Ratu Kalinyamat (Foto: anataranews)

MerahPutih.Com - Epos kepahlawanan Ratu Kalinyamat hingga kini oleh sebagian orang hanyalah mitos.

Tokoh keturunan Sultan Demak itu hanya populer lewat tradisi lisan namun bagi pengamat pertahanan militer Connie Rahakundini Bakrie, Ratu Kalinyamat layak mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah Indonesia.

Pertimbangan Connie sederhana, Ratu Kalinyamat berjasa dalam mengusir penjajah Portugis pada abad ke XV.

"Ratu Kalinyamat merupakan panglima perang asal Jepara yang berani melawan penjajah Indonesia dari Portugis," katanya pada seminar regional dengan tema "Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Kalinyamat Sebagai Pahlawan Nasional" di Hotel Aston Inn Semarang, Selasa (26/3).

Ia menjelaskan Ratu Kalinyamat yang merupakan salah satu putri dari Raja Demak Trenggana yang terlahir dengan nama Retna Kencana berhasil membangun kekuatan angkatan laut yang besar dan kuat sekaligys membangun pakta pertahanan dengan Cirebon, Banteng, Palembang, Aceh, Malaka, serta Tidore.

Ratu Kalinyamat dari Jepara
Gambar Ratu Kalinyamat dari Jepara (Foto: screenshot youtube.com)

Pemahaman dan visi Ratu Kalinyamat mengenai poros maritim, lanjut Connie Bakrie, membuat industri perkapalan di Jepara, baik kapal perang maupun kapal dagang, dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Menurut Connie Bakrie, apa yang dilakukan Ratu Kalinyamat sesungguhnya mencerminkan sosok yang sudah memiliki wawasan bahwa nusantara sejatinya adalah negeri maritim.

"Banyak hal yang dilakukan Ratu Kalinyamat itu sudah sangat 'advance', bagaimana beliau membangun kekuatan industri itu menjadi industri yang terkoneksi dan beliau membuktikan bahwa dirinya pahlawan laut," ujarnya.

Masyarakat Kabupaten Jepara pernah mengusulkan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional pada 2005 dan 2016, namun usulan yang difasilitasi Pemkab Jepara ke pemerintah pusat tidak membuahkan hasil hingga saat ini.

Connie Rahakundini Bakrie menyebutkan penolakan usulan yang pernah terjadi itu karena tumpang tindih sejarah dengan cerita masyarakat yang berkembang pada saat itu, tapi dengan bukti fisik yang ada bisa dijadikan dasar untuk mengajukan kembali Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

"Sekali lagi, saya mendorong Ratu Kalinyamat mendapat gelar pahlawan nasional dalam dua aspek yaitu penghargaan terhadap apa yang sudah dibuat dan pembelajaran apa yang kita petik dari Ratu Kalinyamat yang meliputi aspek politik, ekonomi, pertahanan, dan aspek politik luar negeri," katanya.

Ratu Kalinyamat menjelma sebagai legenda masyarakat Jawa Tengah
Ratu Kalinyamat menjelma sebagai legenda masyarakat Jawa Tengah (Foto: screenshot youtube)

Apabila usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat itu dikabulkan pemerintah, Connie optimistis akan memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat setempat dan bisa menjadi semangat bangsa Indonesia.

Perwakilan dari Dinas Sosial Jawa Tengah Adji Hadi Prakoso sebagaimana dilansir Antara mengakui memang ada penolakan usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat dengan alasan konflik politik dengan Arya Penangsang dan peristiwa bertapanya Ratu Kalinyamat.

Bahkan pemerintah pusat masih menganggap jika Ratu Kalinyamat adalah mitos dan legenda lokal tanah Jepara.Menurut dia, jika akan mengusulkan kembali gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat, maka harus disertai bukti-bukti pendukung yang matang.

"Dari usulan sebelumnya dari kajian tim peneliti dan pengkaji pusat, usulan dinyatakan bahwa bukti-bukti fisik atas sejarah Kalinyamat ini masih berbau mitos. Masih banyak cerita ke arah mitos. Usulan kali ini saya minta bisa lebih matang lagi," pungkas Adji Hadi Prakoso.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Tiket MRT Disepakati Rp10.000, Anies Berterima Kasih kepada Ketua DPRD DKI Jakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fit and Proper Test Komjen Listyo di DPR Diprediksi Tak Akan Bergejolak
Indonesia
Fit and Proper Test Komjen Listyo di DPR Diprediksi Tak Akan Bergejolak

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) memprediksi, tak akan "gejolak" dalam suksesi Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri.

Mudik Dilarang, Angkutan Penghubung Antar Daerah Soloraya Tetap Beroperasi
Indonesia
Mudik Dilarang, Angkutan Penghubung Antar Daerah Soloraya Tetap Beroperasi

Untuk jalur bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP),perjalanannya akan dilakukan penyekatan petugas Satlantas Polresta Surakarta.

1.000 Orang Diduga Meninggal Saat Isoma, Pemprov DKI Lakukan Pengecekan
Indonesia
1.000 Orang Diduga Meninggal Saat Isoma, Pemprov DKI Lakukan Pengecekan

Politikus Gerindra DKI Jakarta ini mengaku, bila dirinya tidak mengetahui pasti angka warganya yang wafat saat isoman. Ia berharap warga yang meninggal dunia tidak mencapai seribu pasien.

Luhut Ingin Program Baik di KKP Jangan Berhenti
Indonesia
Luhut Ingin Program Baik di KKP Jangan Berhenti

Luhut akan menggelar rapat dengan seluruh jajaran eselon 1 dan 2 KKP

Libur Panjang, Penumpang Sejumlah Terminal di Jabodetabek Melonjak
Indonesia
Libur Panjang, Penumpang Sejumlah Terminal di Jabodetabek Melonjak

Terjadi lonjakan penumpang bus di sejumlah terminal tipe A hingga mencapai 62 persen.

RUU Larangan Minol Dinilai Bakal Bersinggungan dengan Berbagai Macam Tradisi
Indonesia
RUU Larangan Minol Dinilai Bakal Bersinggungan dengan Berbagai Macam Tradisi

Fraksi PKB juga akan melihat aturan terkait larangan minuman beralkohol yang sudah ada

Ketua DPD: Pelaksanaan Pilkada 2020 Berjalan Lancar
Indonesia
Ketua DPD: Pelaksanaan Pilkada 2020 Berjalan Lancar

DPD mengapresiasi pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember lalu. Pelaksanaan Pilkada berjalan dengan lancar.

Tersangka Kasus Pembobolan Bank BNI Maria Lumowa Makin Dekat ke Kursi Pesakitan
Indonesia
Tersangka Kasus Pembobolan Bank BNI Maria Lumowa Makin Dekat ke Kursi Pesakitan

Bareskrim Polri melimpahkan tersangka kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (6/11).

Mudik Dilarang, Bandara Internasional Yogyakarta Pangkas Jam Operasional
Indonesia
Mudik Dilarang, Bandara Internasional Yogyakarta Pangkas Jam Operasional

Saat ini, maskapai yang beroperasi di Bandara Internasional Yogyakarta, yakni Lion Air, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air.

Diguyur Hujan Lebat, 8 Jalan di Jakarta Tergenang Banjir
Indonesia
Diguyur Hujan Lebat, 8 Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

sebanyak delapan ruas jalan ibu kota yang tergenang banjir imbas dari hujan lebat yang mengguyur Jakarta