berita-singlepost-banner-1
Pengamat Kritik Ketua Umum PSI Terkait Pertemuan dengan Presiden Jokowi Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie. (MP/John Abimanyu)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Pengamat Politik yang juga Founder KedaiKOPI Hendri Satrio mengkritik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie terkait pertemuan pimpinan partainya dengan Presiden Jokowi.

Menurut Hendri, tindakan Grace Natalie yang mengumumkan pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana Negara melalui media sosial merupakan sebuah blunder politik. Sebab bisa merugikan Jokowi sebagai calon petahana dalam Pilpres 2019 nanti.

Lebih lanjut Hendri Satrio menyatakan seharusnya pertemuan itu tidak perlu diumbar kepada publik.

"Sebenernya kan ini ketua PSInya yang terlalu senang dan bangga diterima di Istana, pada saat diundang presiden, dia merasa wah dan ini harus diumumkan," katanya, dalam acara diskusi bertajuk Jokowi Presiden dan Kita di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, Sabtu,(3/3).

Hendri menjelaskan, momentum diundang ke Istana Negara sebenarnya, bukan hanya pimpinan PSI saja yang diundang oleh kepala negara. Namun hal tersebut juga dilakukan presiden kepada petinggi partai lainnya.

"Ini kan artinya publik melihatnya ini sebuah blunder. Dan ini tidak menguntungkan Capres juga. Presiden Jokowi, enggak pernah begini sebetulnya. Ini sayang sebetulnya," tambah Hendri.

Penerimaan jajaran petinggi PSI itu, kata Hendri membicarakan partai besutan Grace Natalie dalam menghadapi pemilihan legislatif dan mendukung Pilpres 2019 mendatang, dengan cara kampanye menggunakan media sosial di zaman melanial ini.

Sebenarnya pertemuan itu tak perlu diumumkan 100 persen kepada publik oleh PSI apalagi Presiden Jokowi menerima pimpinan PSI di saat jam kerja resmi kenegaraan.

"Ya iya, ini maksudnya gini kalau bicara hal-hal kenegaraan sebaiknya jangan dibicarakan pada jam kerja dan menggunakan fasilitas negara," tutupnya.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya, Di sela-sela agenda kerjanya pada Kamis sore lalu, Presiden Jokowi menerima pengurus PSI di Istana. Para pengurus PSI, yakni Ketua Umum Grace Natalie, Sekjen Raja Antoni, dan Ketua DPP Tsamara Amany di Istana pukul 15.00 WIB.

Pertemuan berlangsung tertutup selama sekitar 90 menit. PSI mengakui, pertemuan tersebut membicarakan pemilihan legislatif hingga Pilpres 2019.

Salah satu strategi pemenangan yang dibahas adalah kampanye lewat media sosial.

"Kami tadi juga presentasi keberhasilan kami di medsos dan Pak Jokowi senang dengan hal itu. Karena Pak Jokowi sadar milenial presentasinya pada 2019 sangat besar," kata Tsamara.

Tsamara mengatakan, kinerja Jokowi selama memimpin Indonesia bisa dikampanyekan di media sosial. Selain tak memakan banyak biaya, pesan yang hendak disampaikan juga bisa langsung sampai ke generasi milenial.

"Apalagi Pak Jokowi punya kinerja yang sangat baik, punya prestasi. Tinggal bagaimana kami mengemas konten tersebut di media sosial agar lebih banyak anak muda yang sadar, ini loh Presiden kalian betul betul berprestasi dan layak anak muda yang sadar, ini loh Presiden kalian betul betul berprestasi dan layak dipilih kembali," kata Tsamara.(Gms).


berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6