Pengamat Kritik Kebijakan Pemprov DKI Tutup Kolong JPM Bagi Pejalan Kaki Skybridge Tanah Abang (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Penutupan bawah kolong Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) atau Skybridge di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat bagi para pejalan kaki menuai kritikan dari pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga.

Nirwono pun menyayangkan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang sewenang-wenang menutup kolong JPM itu bagi warga. Menurut dia, hal tersebut tak perlu dilakukan karena sama dengan mengambil hak para pejalan kaki.

Pembangunan fasilitas bangku di Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) atau Skybridge. (Foto: merahputih.com)

"Penutupan trotoar untuk pejalan kaki itu justru tidak perlu sama sekali, itu sama saja dengan merampas hak pejalan kaki, karena trotoar itu dibangun dengan dana APBD untu memfasilitasi agar masyarakat berjalan kaki dengan aman dan nyaman di trotoar tersebut," ujar Nirwono saat dihubungi, Senin (11/2).

Penutupan kolong JPM ini, Nirwono menambahkan, menunjukkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum memiliki rencana induk yang matang dalam penataan kawasan Tanah Abang, di mana termasuk didalamnya konsep Transit Oriented Development (TOD).

"Shingga tidak heran penyelesaiannya jadi parsial dan tidak tuntas," tuturnya

Menurut dia lagi, Penataan Pasar terbesar di Asia Tenggara tersebut intinya membudayakan berjalan kaki dan mendisiplinkan pejalan kaki, maksudnya pejalan kaki berjalan kaki di tempat yang sudah disiapkan, baik trotoar, JPO, dan JPM.

Hal ini harus diikuti sterilisasi trotoar dari PKL sehingga pejalan kaki dapat berjalan kaki dengan aman dan nyaman d trotoar yang sudah dibangun.

Tampilan Skybridge Tanah Abang
Tampilan Skybridge Tanah Abang (MP/Asropih)

"Pelajari jg sirkulasi pejalan kaki, arus pejalan kaki (jam sibuk/padat). Intinya utamakan pejalan kaki dan optimalkan trotoar yang tersebut untuk berjalan kaki," pungkasnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH