Pengamat: Kinerja Menteri Memble, Reshuffle Saja Presiden Jokowi. (ANTARA/Bayu Prasetyo)

Merahputih.com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, ada dua ukuran yang bisa dipakai untuk menentukan apakah seorang menteri di Kabinet Indonesia Maju layak diganti atau tidak. Dua ukuran itu adalah penilaian kinerja dan penilaian politis.

"Penilaian ini didasarkan pada aspek subjektif. Jika kinerjanya bagus, pertahankan. Namun jika kinerjanya memble, reshuffle saja," ungkap Ujang kepada wartawan, Senin (6/7).

Baca Juga:

PR dan Tugas Berat yang Mesti Dibereskan Menkes Terawan

Ia melihat, menteri-menteri itu akan aman biasanya karena berlatar belakang partai politik lantaran mempunyai daya tawar dan kepentingan yang besar.

"Yang paling rawan itu menteri yang dari nonpartai karena tak ada back up politik dari partai politik," jelasnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai sulit menyebut nama menteri mana yang akan terkena reshuffle.

Menurutnya, parameter terkait menteri yang akan diganti atau dipertahankan sudah ada di kepala Jokowi.

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin memimpin Sidang Paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10/2019). (Bayu Prasetyo)
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin memimpin Sidang Paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10/2019). (Bayu Prasetyo)

Pangi menyebut bahwa tiga nama menteri yakni Prabowo Subianto, Basuki Hadimuljono, dan Erick Thohir kemungkinan besar menjadi nama yang dipertahankan.

"Nama-nama itu bisa jadi ada dalam persepsi Jokowi. Nama-nama itu bisa jadi yang dipercaya Jokowi sebagai menteri dengan kinerja baik," kata Pangi.

Menurut Pangi, saat ini Jokowi membutuhkan menteri yang bisa membuat gebrakan. Namun yang terpenting pula adalah kinerja menteri bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.

"Jadi bukan sekadar populer tapi parameternya kinerjanya benar-benar dirasakan publik," kata Pangi.

Baca Juga:

Istana Buka Motif Jokowi Ancam Reshuflle Baru Dibuka ke Publik Telat 10 Hari

Dia pun memandang menteri seperti Basuki atau Erick Thohir adalah menteri yang gebrakannya paling terasa.

"Nama-nama seperti Erick Thohir misalnya, bagus karena ada gebrakannya terasa dan kinerja yang diketahui publik. Namun lagi-lagi ada pula menteri lain yang mungkin tak populer tapi juga punya kinerja yang baik. Ada menteri yang gayanya bekerja dalam senyap," kata Pangi. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Wajibkan Anak Ikut PAUD Satu Tahun
Indonesia
Pemprov DKI Wajibkan Anak Ikut PAUD Satu Tahun

Disdik akan mewajibkan anak menempuh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama satu tahun.

9.760 Penumpang Kereta Api Berangkat di Libur Natal
Indonesia
9.760 Penumpang Kereta Api Berangkat di Libur Natal

Pelaksanaan tes cepat antigen itu sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 23 Tahun 2020 dan Nomor 3 Gugus Tugas COVID-19.

Satgas Akui Pelanggaran Prokes di Tempat Wisata Meroket Selama Libur Lebaran
Indonesia
Satgas Akui Pelanggaran Prokes di Tempat Wisata Meroket Selama Libur Lebaran

Selama periode 5 sampai 8 Mei 2021, jumlah warga yang menerima teguran karena melanggar protokol kesehatan di tempat wisata sebanyak 92.761 orang

Dalami Kasus Korupsi Wali Kota Cimahi, KPK Garap Bos Anak Usaha Hutama Karya
Indonesia
Dalami Kasus Korupsi Wali Kota Cimahi, KPK Garap Bos Anak Usaha Hutama Karya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Hakaaston, anak perusahaan PT Hutama Karya, Dindin Solakhudin pada Rabu (24/2).

Pemerintah dan DPR Didesak Masukkan Revisi UU ITE ke Prolegnas Prioritas 2021
Indonesia
Pemerintah dan DPR Didesak Masukkan Revisi UU ITE ke Prolegnas Prioritas 2021

Pemerintah dan DPR dinilai tidak memahami kebutuhan masyarakat terkait regulasi atau aturan hukum.

Komunikasi Pemerintah Soal COVID-19 Minta Diperjelas
Indonesia
Komunikasi Pemerintah Soal COVID-19 Minta Diperjelas

Ia kemudian menuntut soal pertanggungjawaban tentang khasiat dan dampak vaksin yang akan terjadi di masyarakat

Tidak Hanya Simpan Pinjam, Koperasi Harus Bikin Berbagai Unit Usaha
Indonesia
Tidak Hanya Simpan Pinjam, Koperasi Harus Bikin Berbagai Unit Usaha

"Kalau setiap koperasi berjalan dengan benar dan dikembangkan dengan berbagai inovasi kreatif. Seharusnya koperasi mampu melawan perusahaan-perusahaan kapital," ujar Oded.

Sistem Pemerintahan Digital Indonesia Kalah Jauh dari Singapura
Indonesia
Sistem Pemerintahan Digital Indonesia Kalah Jauh dari Singapura

Peningkatan kualitas SDM, tegas Wapres, menjadi kunci penting dalam perwujudan transformasi digital, sehingga ASN di Indonesia harus dapat meningkatkan kemampuan literasi digitalnya.

Diamankan Polisi, Status John Kei Sedang Bebas Bersyarat
Indonesia
Diamankan Polisi, Status John Kei Sedang Bebas Bersyarat

John Kei pada 27 Desember 2012 divonis 12 tahun penjara karena melakukan pembunuhan berencana terhadap Tan Harry Tantono alias Ayung.

Setiap Tahun Katedral Kirim Hewan Kurban ke Istiqlal
Indonesia
Setiap Tahun Katedral Kirim Hewan Kurban ke Istiqlal

Tahun ini, sedikitnya 113 lembaga dan yayasan yang akan menerima pendistribusian daging hewan kurban.