Pengamat Intelijen Tantang Polisi Buka-bukaan Proses Penangkapan Dua Penyerang Novel Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta. (FOTO: Kiriman Stanislaus Riyanta/Dok-Pribadi).

MerahPutih.Com - Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta mengatakan bahwa polisi harus terus mengembangkan dua penyerang Novel Baswedan, RM dan RB yang disebut anggota Polri.

Menurut Stanislaus, kasus itu jangan hanya berhenti pada penangkapan tersangka saja, karena itu juga merupakan harapan publik luas agar kasus teror keras kepada Novel Baswedan benar-benar terang benderang.

Baca Juga:

Oknum Polisi Diciduk Dalam Kasus Novel Diharapkan Tidak 'Pasang Badan' Tutupi Aktor Utama

Tidak hanya itu saja, Stanislaus juga mengharapkan agar Polri segera bisa menepis perspektif negatif terhadap institusi Bhayangkara itu dalam proses pengungkapan kasus Novel Baswedan.

Dua polisi penyerang Novel Baswedan saat dibawa ke Polda Metro Jaya
Dua polisi tersangka penyerangan Novel Baswedan digiring polisi. (Foto: MP/Kanugrahan)

“Isu-isu liar yang beredar di masyarakat yang cenderung menyudutkan Polri harus segera dinetralisir dengan penyampaian fakta secara terang benderang,” tuturnya kepada merahputiih.com di Jakarta, Sabtu (28/12).

“Meskipun proses pengungkapan dilakukan secara rahasia ibarat berselimut tabir hitam, namun hasilnya selama tidak mengganggu proses penyidikan, harus disampaikan kepada masyarakat secara terbuka,” imbuh Stanislaus.

Ia menilai bahwa saat ini setelah bekerja keras hampir 1.000 hari paska kejadian kasus tersebut, aparat kepolisian telah menemui titik terang dengan penangkapan dan penetapan tersangka perwira polisi aktif masing-masing berinisial RM dan RB.

Kasus ini kata Stanislaus, harus dipahami merupakan sebuah peristiwa yang cukup rumit karena pelakunya adalah orang terlatih. Di sisi lain, publik juga menunggu-nunggu pengungkapan kasus tersebut sementara polisi juga harus menjaga profesionalitasnya dalam menegakkan hukum.

“Waktu yang cukup lama untuk mengungkap ini karena Polri memang dituntut untuk profesional dan tidak terseret arus liar yang terjadi sebagai dampak kasus Novel,” ujarnya.

Baca Juga:

Dua Oknum Brimob Ditangkap Dalam Kasus Novel, Isu Keterlibatan 'Orang Kuat' Benar Adanya

Terakhir, alumni Universitas Indonesia (UI) tersebut menyatakan, apapun motivasi para pelaku namun penangkapan terhadap dua orang perwira aktif Polri itu adalah pencapaian yang positif.

“Terakhir dan paling penting, apapun motif pelaku, penangkapan dan penetapan tersangka ini merupakan capaian kinerja Polri yang harus diapresiasi,” pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Ketua KPK Tanggapi Penangkapan Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Klarifikasi Beda Data sama DKI, Pusat Didesak Buka Total Kematian Termasuk ODP
Indonesia
Klarifikasi Beda Data sama DKI, Pusat Didesak Buka Total Kematian Termasuk ODP

Menurutnya, perbedaan kasus COVID-19 karena masing-masing pemangku kebijakan itu mempunyai perbedaan dalam metode penghitungan.

Keuangan DKI Didamprat Sri Mulyani, Berikut Kronologi Penyaluran Bansos Versi Anies
Indonesia
Keuangan DKI Didamprat Sri Mulyani, Berikut Kronologi Penyaluran Bansos Versi Anies

Inisiatif itu diambil Anies untuk memastikan agar masyarakat miskin bisa terpenuhi kebutuhuan pokoknya

[HOAKS atau FAKTA] Orang Tua Meninggal Akibat Corona, 5 Bocah Ini Tunggu Diadopsi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Orang Tua Meninggal Akibat Corona, 5 Bocah Ini Tunggu Diadopsi

Berita itu pun melampirkan foto yang memperlihatkan lima anak berjajar dengan menggantungkan masker di leher mereka

Polisi Tangkap 24 Orang Terkait Kerusuhan di AEON Mall Cakung
Indonesia
Polisi Tangkap 24 Orang Terkait Kerusuhan di AEON Mall Cakung

Meski begitu, polisi belum menetapkan mereka sebagai tersangka karena masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

DPR Ungkap Ada "Kuda Hitam" Berpotensi Jadi Kapolri Baru
Indonesia
DPR Ungkap Ada "Kuda Hitam" Berpotensi Jadi Kapolri Baru

Sosok calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis masih misterius.

DPR Diragukan Mau Potong Gaji untuk Korban Corona, Beda Kalau Urusan Politik
Indonesia
DPR Diragukan Mau Potong Gaji untuk Korban Corona, Beda Kalau Urusan Politik

Lucius meminta, anggota DPR mengikuti langkah elemen masyarakat

KPU-Bawaslu Seia Sekata Sukseskan Pilkada Ditengah Pandemi Corona
Indonesia
KPU-Bawaslu Seia Sekata Sukseskan Pilkada Ditengah Pandemi Corona

Penyelenggara memiliki resiko keuangan tidak semata-mata dalam pengadaan namun pengelolaan dan pertanggungjawaban

Puluhan Orang Tengah Fitnes dan Nongkrong Ditangkap karena Abaikan Social Distancing
Indonesia
Mumtaz Rais Cekcok Dulu dengan Pramugari Sebelum Berselisih dengan Petinggi KPK
Indonesia
Mumtaz Rais Cekcok Dulu dengan Pramugari Sebelum Berselisih dengan Petinggi KPK

Hal ini pun diadukan di Pos Polisi Bandara Soekarno Hatta