Pengamat Intelijen Nilai Indonesia Belum Siap Jika Lakukan Lockdown Corona ilustrasi Virus Corona (ANTARA/HO-Antaranews)

MerahPutih.com - Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta menilai rencana melakukan lockdown karena wabah corona di Indonesia dianggap belum tepat.

Stanislaus mengatakan jika melihat realita di Indonesia, yang tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan negara maju yang tingkat ekonomi dan kulturnya berbeda, maka pembatasan-pembatasan tertentu lebih tepat dilakukan daripada memaksakan totally lockdown.

Baca Juga

Presiden Jokowi: Saatnya Masyarakat Belajar, Bekerja dan Beribadah di Rumah

"Penerapan totally lockdown di Indonesia perlu dipikirkan lebih jauh lagi," jelas Stanislaus kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/3).

Ia menambahkan, lockdown dapat dilakukan jika dalam penanganan pandemi Covid-19 hanya tunduk pada satu komando, tidak ada pihak yang cari muka atau membangkang dengan kebijakan lain, dan diikuti kedisiplinan masyarakat untuk mentaati juga sangat penting.

Selain itu ketersediaan pangan, aliran listrik, air dan kebutuhan dasar lainnya juga dapat terpenuhi. Bagi orang yang mendapat gaji bulanan seperti karyawan kantoran dan pegawai lainnya, dalam situasi lockdown mereka tetap dapat bertahan hidup karena tetap memperoleh pendapatan.

"Tetapi bagaimana dengan pekerja informal yang harus berjibaku setiap saat untuk mendapatkan rupiah guna menyambung hidupnya. Jumlah orang di sektor tersebut tentu tidak sedikit," sebut dia.

In
Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta

Stanslaus berpandangan, daalam konteks di Indonesia saat ini yang paling penting bukan keputusan pemerintah untuk menentapkan situasi lockdown, namun justru kedisiplinan dan partisipasi masyarakat untuh hidup sehat yang lebih penting.

Masyarakat harus yakin pemerintah melakukan upaya yang luar biasa dalam mendeteksi dan mencegah Covid-19 semakin meluas.

"Upaya-upaya pemerintah ini harus didukung dengan perilaku masyarakat agar ruang bagi penyebaran Covid-19 dapat dipersempit," jelas dia.

Baca Juga

Menhub Positif Corona, Presiden Jokowi Tegaskan Menteri Lainnya Tetap Kerja

Dengan menunda perjalanan dan hanya melakukan aktifitas di luar rumah jika sangat perlu merupakan bentuk perilaku yang sangat membantu dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sementara masyarakat lain yang bekerja secara informal dapat tetap melakukan aktifitasnya secara produktif, tentu saja dengan kewaspadaan tinggi dan perilaku hidup sehat agar tetap aman dari serangan Covid-19.

"Dalam kondisi saat ini maka pembatasan, seperti meminta pekerja/karyawan/pegawai yang usianya di atas 50 tahun dan yang sedang dalam kondisi tidak sehat untuk bekerja di rumah, bisa dilakukan oleh pemerintah," terang Stanislaus.

Ia meyakini, urgensi lockdown dalam penanganan pandemi Covid-19 tentu harus dibandingkan juga dengan kebutuhan hidup masyarakat secara luas.

"Dampak lockdown bagi masyarakat bermanfaat bagi masyarakat tertentu tetapi juga akan merugikan bagi masyarakat lainnya," terang peserta program doktoral kajian Ilmu Intelijen UI ini.

Seperti diketahui, jumlah kasus serangan Covid-19 di Indonesia per Sabtu (14/3/2020), mencapai 96 pasien positif. Jumlah tersebut termasuk penderita yang merupakan pejabat tinggi negara yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Jumlah tersebut merupakan lonjakan yang cukup drastis dari jumlah 2 orang pertama yang diumumkan resmi oleh pemerintah positif terkena Covid-19 pada 2 Maret 2020.

Baca Juga

Cegah Corona, Anies Imbau Warga Tunda Resepsi Pernikahan

Beberapa negara diketahui telah melakukan lockdown dalam menghadapi pendemi Covid-19. Tercatat China, Italia, Filipina dan Arab Saudi sudah melakukan lockdown. Indonesia yang pada Sabtu 14/3/2020 jumlah orang yang terkena Covid-19 hampir mendekati 100 orang, mulai didesak oleh banyak pihak untuk melakukan lockdown. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak Rizieq Nikah Malam Ini, Polisi Minta Warga Hindari Jalan Petamburan
Indonesia
Anak Rizieq Nikah Malam Ini, Polisi Minta Warga Hindari Jalan Petamburan

Arus lalin yang dari Slipi diluruskan ke Pejompongan

Pasien OTG di Wisma Atlet Bertambah 194 Orang
Indonesia
Pasien OTG di Wisma Atlet Bertambah 194 Orang

Jumlah pasien di kedua tower ini berkurang 54 orang

Ratusan Ojol Langgar Aturan PSBB karena Angkut Penumpang Tak Pakai Aplikasi
Indonesia
Ratusan Ojol Langgar Aturan PSBB karena Angkut Penumpang Tak Pakai Aplikasi

Polda Metro Jaya mengaku sejauh ini masih mengikuti peraturan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

2.518 Calon Mahasiswa Baru Lolos Masuk UGM Jalur SBMPTN 2020
Indonesia
2.518 Calon Mahasiswa Baru Lolos Masuk UGM Jalur SBMPTN 2020

Pengumuman hasil SBMPTN telah dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia Jumat (14/8) pukul 15.00 WIB

1.387 Hoaks COVID-19 Beredar, Kemenkominfo Temukan Modus Baru
Indonesia
1.387 Hoaks COVID-19 Beredar, Kemenkominfo Temukan Modus Baru

Hoaks terkait meninggalnya seorang tentara usai divaksinasi.

Baru 4,2 Juta Orang Lapor Pajak Secara Daring
Indonesia
Baru 4,2 Juta Orang Lapor Pajak Secara Daring

Penyampaian SPT Tahunan PPh WP OP dengan tahun pajak 2020 akan berakhir pada 31 Maret 2021 sedangkan WP Badan pada 30 April 2021.

Waspadai Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Hari ini
Indonesia
Waspadai Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Hari ini

Masyarakat diminta waspada potensi hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat untuk wilayah Jakarta, Selasa (2/2).

Update COVID-19 Selasa (29/9): 282.724 Positif, 210.437 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (29/9): 282.724 Positif, 210.437 Sembuh

Dengan penambahan ini, maka total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 282.724.

Depan Kantor Jenderal Idham Azis Tergenang Air
Indonesia
Depan Kantor Jenderal Idham Azis Tergenang Air

Banjir juga menggenangi wilayah Jalan Tegal Parang Selatan 2, Jakarta Selatan

 Jelang Bulan Puasa, Politikus PKS Minta Umat Islam Tertib Beribadah di Rumah
Indonesia
Jelang Bulan Puasa, Politikus PKS Minta Umat Islam Tertib Beribadah di Rumah

Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta itu mengaku, pihaknya menyarankan masyarakat mengikuti ketetapan beribadah di tengah wabah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan arahan dari pemerintah daerah.