Pengamat Ingatkan Semua Pihak Soal Baiat ke Pemimpin Baru ISIS Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi berbicara dalam gambar yang diambil dari rilis video pada Senin (29/4/2019). (ANTARA FOTO/Islamic State Group/Al Furqan Media Network/Reuters TV via REUTERS/djo/foc)

MerahPutih.com - Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib mengajak seluruh pihak mengantisipasi rencana baiat jaringan ISIS di Indonesia ke pemimpin mereka yang baru.

"Saya dengar sebelum akhir tahun ini akan melakukan baiat secara tersendiri terpisah-pisah, tetapi kemudian akan dipublikasikan melalui medsos mereka," kata Ridlwan Habib di Jakarta, Kamis (8/11), dikutip Antara.

Baca Juga:

Akui Kematian Abu Bakr Al-Baghdadi, ISIS Bersumpah Balas AS

Setelah pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi diumumkan tewas dalam serangan Amerika Serikat, kata Ridlwan, mereka menunjuk imam baru atau khilafah baru yang disebut dengan Abu Ibrahim Al-Hasyimi Al-Quraisy.

Pasukan khusus Amerika Serikat bergerak ke arah lapangan milik pemimpin Islamic State Abu Bakr al-Baghdadi saat pengepungan di daerah Idlib Suriah dalam gambar yang diambil dari video, Sabtu (26/10/2019). Gambar video diambil tanggal 26 Oktober 2019. U.S. Department of Defense/Handout via REUTERS/aww/cfo (via REUTERS/Handout)
Pasukan khusus Amerika Serikat bergerak ke arah lapangan milik pemimpin Islamic State Abu Bakr al-Baghdadi saat pengepungan di daerah Idlib Suriah dalam gambar yang diambil dari video, Sabtu (26/10/2019). Gambar video diambil tanggal 26 Oktober 2019. U.S. Department of Defense/Handout via REUTERS/aww/cfo (via REUTERS/Handout)

"Kemudian Abu Ibrahim Al-Hasyimi Al-Quraisy ini ditaati sama persis ketika mereka menaati Abu Bakar Al Baghdadi," katanya.

Beberapa kelompok kelompok ISIS di luar negeri seperti kelompok ISIS di Sinai Mesir, Tajikistan, Bangladesh sudah melakukan baiat terbuka dan diumumkan di media sosial bahwa mereka setia dengan Abu Ibrahim Al-Hasyimi Al-Quraisy.

Baca Juga:

Anggota ISIS Asal Belgia Kabur dari Tahanan

Menurut Ridwan, walaupun jaringan teroris di Indonesia tinggal kelompok-kelompok kecil, tapi mereka memiliki militansi terhadap ideologinya dan setiap saat terus memikirkan bagaimana cara merekrut anggota baru.

Abu Bakr al-Baghdadi. (Foto: Antara/Reuters)
Abu Bakr al-Baghdadi. (Foto: Antara/Reuters)

"Tinggal kelompok kecil sebenarnya yang masih menggunakan aksi-aksi teror yaitu Jamaah Ansharut Daulah, Jamaah Anshorut Khilafah dan beberapa faksi-faksi pro ISIS lain misalnya Mujahidin Indonesia Timur dan Barat," katanya.

Baiat ini perlu diantisipasi untuk menutup kesempatan sel-sel ISIS berkembang lagi di Indonesia dengan memanfaatkan momentum peralihan kepemimpinan yang baru. (*)

Baca Juga:

Berbaiat ke ISIS, Aulia Berniat Bom Tempat Hiburan Malam


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH