Pengamat Beberkan Bahayanya Melawan Arah Saat Tahu Ada Razia Polisi Ilustrasi (Foto: TMC Polda Metro Jaya)

Merahputih.com - Pengamat Transportasi Budiyanto menyayangkan fenomena perilaku pengendara motor yang putar balik untuk menghindari razia polisi lalu lintas (polantas). Hal itu terjadi lantaran masih rendahnya masyarakat dalam disiplin berlalulintas.

“Hal ini tentunya sangat membahayakan keselamatan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, dan sangat berpotensi terjadinya kecelakaan lalu luntas,” kata Budiyanto kepada Merahputih.com, Selasa (28/7).

Baca Juga

86 Kawal Operasi Patuh Jaya di Jakarta Selatan

Putar balik pada saat ada pemeriksaan petugas dengan cara melawan arus merupakan pelanggaran lalu lintas dan berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Mantan Kasubditgakum Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya ini mengatakan, tindakan tersebut tidak mesti terjadi jika pengendara memiliki kekurangan kelengkapan dalam berkendara.

"Untuk meminimalkan pelanggaran tersebut perlu ada langkah edukasi secara berkesinambungan dari para pemangku kepentingan untuk memberikan pemahaman tentang bahayanya berkendara dengan cara melawan arus,” ungkapnya.

Menurutnya, sanksi bagi pengendara yang melawan arus sudah diatur didalam UU Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ.

“Melawan arus bisa dikenakan Pasal 287 ayat 106 ayat 4 huruf a dgn pidana kurungan 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah). Apabila sampai menimbulkan atau sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas akan dikenakan pasal berkaitan dengan kecelakaan lalulintas,” terang Budiyanto.

Satlantas Polrestro Jakarta Timur menindak pelanggar aturan lalulintas karena masuk jalur TransJakarta dalam Operasi Patuh Jaya 2020 di Jalan Mayjen Sutoyo, Kamis (23/7). (ANTARA/Andi Firdaus)

Didalam Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) telah diatur tentang tata cara berlalu lintas yang benar.

"Antara lain satu berlaku tertib dan mencegah hal-hal yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan berlalulintas,” jelas purnawirawan Polri ini.

Lalu, setiap pengguna jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas, dan setiap orang yang mengemudikan ranmor wajib mengemudikan dengan wajar dan penuh konsentrasi.

"Setiap orang yang mengemudikan ranmor wajib memenuhi ketentuan untuk rambu- rambu perintah atau rambu larangan dan gerakan lalu lintas,” tutup Budiyanto.

Pada hari ke 6 Operasi Patuh Jaya 2020, Selasa (28/7), Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan penilangan terhadap 4.240 pengendara pelanggar aturan lalu lintas.

Baca Juga

1.807 Polantas Dikerahkan di 56 Titik di Jakarta, Incar Pengendara Bandel

Selain itu, Ditlantas Polda Metro Jaya juga melakukan peneguran terhadap 8.010 pengendara. Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan dari 4.240 kendaraan yang melanggar, sebanyak 3.424 kendaraan adalah sepeda motor, 640 adalah mobil penumpang, 46 bus, dan 125 mobil barang.

"Jenis pelanggaran terbanyak adalah melawan arus termasuk masuk ke jalur busway. Yakni sebanyak 1.134 oleh sepeda motor dan 71 oleh kendaraan roda empat," kata Fahri. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bentrok di Medan Merdeka Selatan, Massa Merangsek ke Kantor Anies
Indonesia
Bentrok di Medan Merdeka Selatan, Massa Merangsek ke Kantor Anies

Dari halaman polisi itu, massa berhamburan ke arah Tugu Tani dan masuk merangsek ke Balai kota DKI.

Biar Tidak Salah Sasaran, Pemerintah Diminta Petakan Potensi Investasi
Indonesia
Biar Tidak Salah Sasaran, Pemerintah Diminta Petakan Potensi Investasi

Investasi ini sifatnya principal, sehingga yang menawarkan efisiensi itu yang akan dipilih. Misalnya Vietnam yang menawarkan efisiensi investasi di bidang otomotif.

Semester Genap, Pemprov DKI Putuskan Siswa Tetap Belajar dari Rumah
Indonesia
Semester Genap, Pemprov DKI Putuskan Siswa Tetap Belajar dari Rumah

Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pembelajaran dari rumah bagi seluruh pelajar di tahun ajaran semester genap 202/2021.

Kapolri Mutasi 8 Kapolres, ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
Kapolri Mutasi 8 Kapolres, ini Daftar Lengkapnya

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis merombak besar-besaran sejumlah perwira menengah.

Siklon Tropis Seroja Buktikan Perubahan Iklim Nyata
Indonesia
Siklon Tropis Seroja Buktikan Perubahan Iklim Nyata

Munculnya siklon tropis seroja yang mengakibatkan bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi bukti bahwa perubahan iklim global itu nyata.

22 Persen Kepala Keluarga Indonesia Kesulitan Keuangan
Indonesia
22 Persen Kepala Keluarga Indonesia Kesulitan Keuangan

Aktivitas ekonomi yang terbatas juga mendorong pengangguran yang diperkirakan naik kisaran 3 sampai 5 juta orang

KPK Jebloskan Politikus Golkar Markus Nari ke Lapas Sukamiskin
Indonesia
KPK Jebloskan Politikus Golkar Markus Nari ke Lapas Sukamiskin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan anggota DPR Markus Nari ke Lembaga Pemasyarakat Klas IA Sukamiskin.

Pimpinan Komisi III Minta Isu Nilai E Penanganan COVID-19 di DKI Tak Perlu 'Digoreng' Lagi
Indonesia
Pimpinan Komisi III Minta Isu Nilai E Penanganan COVID-19 di DKI Tak Perlu 'Digoreng' Lagi

Menurut dia, isu penanganan pandemi sangat terkait dengan kepercayaan publik

160 Ribu Warga Kota Bogor bakal Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
160 Ribu Warga Kota Bogor bakal Disuntik Vaksin COVID-19

Menurut Bima Arya, sasaran vaksinasi COVID-19 mencakup sekitar 20 persen dari warga Kota Bogor yang berusia produktif atau sekitar 160 ribu orang.

Pemprov DKI Belum Terima Surat Permintaan DPR untuk Sterilisasi Gedung
Indonesia
Pemprov DKI Belum Terima Surat Permintaan DPR untuk Sterilisasi Gedung

"Sampai saat ini belum dapet permintaan, informasi dari pak sekjen, disinfektan akan mandiri," kata Satriadi