Pengamat: Ada Tidaknya Poros Ketiga di Pilpres 2019 Tergantung Prabowo Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto/Foto: Biro Pers Setpres

MerahPutih.com - Wacana soal kehadiran poros ketiga dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di luar Jokowi dan Prabowo Subianto terus mengemuka. Poros ini sengaja dimunculkan sebagai jalan alternatif dari dua kekuatan besar itu.

Pengamat politik, hukum, dan pemerintahan Prof Dr Asep Warlan Yusuf, mengungkapkan kemunculan poros ketiga bergantung pada keputusan Prabowo.

"Masalahnya adalah apakah Prabowo akan maju atau tidak kalau dinyatakan dalam waktu dekat maju mungkin relevan (ada poros ketiga) kalau misalnya menyatakan tidak maju mungkin tidak perlu ada poros ketiga," ujarnya dalam Diskusi Panel Prospek Poros Ketiga pada Pilpres 2019 diselenggarakan oleh Forum Demokrasi Gerakan Mahasiswa 77/78 di Aula HU Pikiran Rakyat, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis (15/3)

Guru Besar Universitas Parahnyangan Bandung itu mengatakan, poros ketiga bisa saja tidak akan muncul jika Prabowo memilih menjadi "King Maker" atau yang merekomendasikan sosok untuk maju dari Partai Gerindra.

"Jadi hemat saya kita tunggu relevansinya menyatakan maju atau tidak, kalau jokowi sudah didukung oleh partai lain artinya akan kembali maju. Prabowo masih bisa mengelak, saya udah tua banyak tokoh muda misalnya, dan kader itu mengerti apa alasan prabowo, ketika prabowo tidak muncul," ungkapnya

Menurut Asep, sosok yang akan muncul di poros baru haruslah sosok yang kuat elektabilitasnya, dan didesak kepada parpol melalui konvensi rakyat. Sebab Pilpres 2019 tidak mungkin masuk calon perseorangan, harus diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik sebagaimana aturan mengenai presidential treshold.

Selain poros baru, Asep Warlan juga memunculkan istilah poros tengah. Itu dimaksudkan apabila Prabowo kembali maju, maka harus memilih wakilnya yang punya sisi religiusitas tinggi atau sosok yang sama karakternya dengan Prabowo.

"Jadi Prabowo nasionalis dan wakilnya religius," katanya.

Asep pun memprediksi Pilpres 2019 akan berlangsung sengit sebab ada petahana yakni Jokowi. Berbeda dengan Pilpres lima tahun lalu semuanya non petahana.

Dia menjelaskan, Prabowo sampai saat ini belum menyatakan sikap. Namun tidak menutup kemungkinan bisa tampil kembali dalam kontestasi Pilpres. Bisa dengan berbagai cara seperti desakan dari semua kader di Gerindra, ada wakil yang mumpuni yang punya karakter religius, bisa pula yang karakter seorang konseptor.

"Atau kalau maju, Prabowo bisa dengan orang partai lagi misalnya Zulkifli Hasan atau Sohibul Iman. Dan dia hanya jadi 'King Maker' saja mengantarkan orang untuk dipilih Gerindra. Tapi kader Gerindra sepertinya akan kurang rela karena mereka tetap loyal agar Prabowo jadi presiden," ucapnya

Berita ini merupakan laporan Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitar



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH