Pengamanan RS Darurat Wisma Atlet Diperketat, Ada Apa? Petugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24-3-2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

MerahPutih.com - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menyebutkan pengamanan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta diperketat menyusul banyaknya pasien Coronavirus Disease (COVID-19) yang dirawat di tempat itu.

"Khusus untuk Kemayoran, Senin kemarin, sudah saya infokan kepada Kapolda Metro dan Pangdam untuk tingkatkan pengamanan dan imbauan untuk tidak mendekat di Ring I," ucap Yudo ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu (25/3).

Baca Juga

PSI Desak Pemprov DKI Segera Lakukan Rapid Test Massal COVID-19

Terkait dengan percepatan penanganan COVID-19, Yudo mengimbau masyarakat yang untuk tetap berada di rumah. Ia mengaku sudah melihat adanya aparat TNI/Polri yang membantu menyebarluaskan imbauan tersebut.

"Saya lihat sudah diterapkan di seluruh wilayah oleh aparat TNI/Polri. Ini di komplek TNI AL Kelapa Gading setiap pagi dan malam ada patroli imbauan itu," ujarnya dilansir Antara

Laksdya TNI Yudo Margono tegaskan Kapal Tiongkok sudah tinggalkan Natuna
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono. Foto AntaraKepri/Cherman

Sementara itu, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet hingga Rabu ini pukul 10.00 WIB sebanyak 144 orang.

"Jumlah pasien saat ini, rawat inap 144 orang, 86 pria dan 58 wanita. Positif COVID-19 ada sembilan orang," kata Yudo.

Dari jumlah tersebut, terdapat 41 orang dalam pemantauan (ODP) dan 94 orang pasien dalam pemantauan (PDP).

Mantan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I ini menyebutkan peralatan medis dan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan untuk perawatan pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet sudah mencukupi.

Baca Juga

Anggota DPR Ditantang Sisihkan Dana Reses untuk Bantu Korban COVID-19

Di Wisma Atlet, kata dia, hanya perlu penyempurnaan saja karena memang sebelumnya bukan merupakan rumah sakit.

"Belum sempurna sesuai dengan standar karena butuh waktu untuk mengubah wisma menjadi RSD infeksi COVID-19," pungkasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sebelas Provinsi Tak Alami Penambahan Kasus Corona
Berita
Sebelas Provinsi Tak Alami Penambahan Kasus Corona

Provinsi yang laporan kasus positifnya sedikit, justru menyampaikan penambahan pasien sembuh Covid-19 yang cukup banyak.

ICJR Kritik Polisi karena Biarkan Ferdian Paleka Dibully di Sel
Indonesia
ICJR Kritik Polisi karena Biarkan Ferdian Paleka Dibully di Sel

ICJR tidak mentolerir segala bentuk penyiksaan maupun tindakan merendahkan dan tidak manusiawi lainnya yang diduga dialami tersangka Ferdian

Pemprov DKI Siapkan Tempat Layak untuk Pelestarian Ondel-ondel
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan Tempat Layak untuk Pelestarian Ondel-ondel

Pemprov DKI Jakarta menyebut akan menyiapkan tempat yang layak untuk kesenian ondel-ondel agar tidak disalahgunakan untuk mengamen.

Pimpinan MPR Dukung Sikap Menlu Tolak Propaganda Normalisasi dengan Israel
Indonesia
Demokrat Sebut Peserta KLB di Sumut Anggota Bodong
Indonesia
Demokrat Sebut Peserta KLB di Sumut Anggota Bodong

DPP Partai Demokrat menyebut peserta Kongres Luar Biasa (KLB) yang mengaku kader tak tercatat sebagai anggota resmi.

Cerita Ketua IDI Jabar Eka Mulyana Jadi Relawan Vaksin COVID-19
Indonesia
Cerita Ketua IDI Jabar Eka Mulyana Jadi Relawan Vaksin COVID-19

“Bukan berarti setelah suntik vaksin kita bebas. Protokol kesehatan tetap harus jalan,” katanya.

Tiongkok Janjikan Harga Wajar Vaksin COVID-19
Dunia
Tiongkok Janjikan Harga Wajar Vaksin COVID-19

Pemerintah Tiongkok berjanji mendistribusikan vaksin COVID-19 ke negara-negara di seluruh dunia yang membutuhkannya dengan harga yang rasional.

Pemkot Jakpus Pastikan Genangan Air tak Lebih dari Enam Jam
Indonesia
Pemkot Jakpus Pastikan Genangan Air tak Lebih dari Enam Jam

"Dalam KPI tersebut tidak boleh ada genangan di wilayah Jakpus lebih dari enam jam, tidak boleh ada korban, serta tidak boleh ada genangan jalur-jalur prioritas nasional," kata Irwandi

PAN: Wajar Presiden Marah, Kinerja Menterinya Belum Ada yang Memuaskan
Indonesia
PAN: Wajar Presiden Marah, Kinerja Menterinya Belum Ada yang Memuaskan

Kinerja para menteri belum ada yang memuaskan, bahkan jauh di bawah harapan.

Warga Jakpus Baru Bisa Rasakan Bantuan Tunai Akhir Januari
Indonesia
Warga Jakpus Baru Bisa Rasakan Bantuan Tunai Akhir Januari

Besaran BST DKI adalah sejumlah Rp300 ribu per bulan, yang diberikan selama empat bulan, mulai dari bulan Januari hingga April 2021.