Pengamanan Kedatangan Rizieq Shihab Tidak Perlu Berlebihan Penyekatan anggota FPI di Bandara. (Foto: MP/ Rizki Fitrianto).

MerahPutih.com - Aparat kepolisian diminta tidak berlebihan dalam mengamankan kedatangan Habib Rizieq Shihab setelelah lebih dari tiga tahun berada di Arab Saudi. "Masalah biasa saja, anggap hal yang reguler," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Tetap, kata ia, penjagaan tetap perlu ditingkatkan mengingat peningkatan eskalasi orang yang menjemput Habib Rizieq di Bandara.

Baca Juga:

Polisi Melakukan Penyekatan Massa Simpatisan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soetta

"Hanya karena ada peningkatan eskalasi orang menjemput, iya, penjagaannya juga supaya ditingkatkan. Tetapi tidak usah berlebihan," ucap Mahfud menegaskan.

Ia meminta agar Rizieq dilindungi dari bandara menuju kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat dan tidak boleh ada tindakan represif.

Mahfud berharap, kedatangan Rizieq di Tanah Air dapat melakukan revolusi akhlak. Kalau ada yang membuat keributan, yang membuat rusuh saat penjemputan, maka akan dianggap bukan pengikutnya Rizieq Shihab. "Revolusi akhlak itu akan menimbulkan kebaikan, oleh sebab itu semuanya harus tertib. Silakan menjemput, tapi tertib, rukun dan damai, seperti yang selama ini dianjurkan oleh Rizieq," kata Mahfud.

Baca Juga:

SP3 Kasus Habib Rizieq Bisa Dianulir Demi Kepentingan Masyarakat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Ingin Corona Tuntas Secepatnya, Pengamat: Semua Elemen Harusnya Peka
Indonesia
Jokowi Ingin Corona Tuntas Secepatnya, Pengamat: Semua Elemen Harusnya Peka

Pernyataan Presiden Jokowi menyiratkan suatu keinginan agar masalah COVID-19 diselesaikan secepat-cepatnya.

Pesepeda Ditabrak Mobil di Bundaran HI, Polisi Singgung Soal Jalur Sepeda
Indonesia
Pesepeda Ditabrak Mobil di Bundaran HI, Polisi Singgung Soal Jalur Sepeda

Seorang pesepeda menjadi korban tabrak lari mobil di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Situasi Terkendali, RSHS Bandung Siap Buka Layanan Kesehatan Non-COVID-19
Indonesia
Situasi Terkendali, RSHS Bandung Siap Buka Layanan Kesehatan Non-COVID-19

Peningkatan kapasitas dan fasilitas layanan kesehatan menjadi syarat penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Masih di Masa Pandemi, Konser Musik Tidak Ada Urgensinya Terhadap Pilkada Serentak 2020
Indonesia
Masih di Masa Pandemi, Konser Musik Tidak Ada Urgensinya Terhadap Pilkada Serentak 2020

Mengingat kurva penyebaran COVID-19 di Indonesia yang angkanya semakin mengkhawatirkan

Wilayah Indonesia yang Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir
Indonesia
Wilayah Indonesia yang Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir

Sepekan ke depan (19-24 Februari) juga perlu diwaspadai peningkatan gelombang tinggi

Secara Moral dan Etika, Jhoni Allen Tidak Pantas Hadiri Rapat DPR
Indonesia
Secara Moral dan Etika, Jhoni Allen Tidak Pantas Hadiri Rapat DPR

Demokrat sendiri saat ini sedang memproses pengganti dari Jhoni Allen di parlemen

Reaksi BIN Ketika ICW Minta Jokowi Copot Budi Gunawan karena Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Reaksi BIN Ketika ICW Minta Jokowi Copot Budi Gunawan karena Kasus Djoko Tjandra

BIN memberikan masukan ke Presiden yang sifatnya strategis

Wagub DKI Klaim Punya Segudang Solusi Tangani Klaster Corona di Perkantoran
Indonesia
Wagub DKI Klaim Punya Segudang Solusi Tangani Klaster Corona di Perkantoran

Paling utama Pemprov DKI meminta perusahaan untuk mengatur jam masuk dan pulang kerja para pegawai.

Takut Diributin Jika Rapat di Restoran, DPRD DKI Pilih Rapat di Puncak
Indonesia
Takut Diributin Jika Rapat di Restoran, DPRD DKI Pilih Rapat di Puncak

Meski di tangah pandemi corona, pembelaan Gilbert, Legislatif tetap harus membahas dan merampungkan KUPA APBD untuk kepentingan warga DKI. Karena ini menyangkut uang rakyat Jakarta.

Polemik Evi Novida Ginting, DKPP: PTUN Urusi Masalah Hukum, Bukan Etik
Indonesia
Polemik Evi Novida Ginting, DKPP: PTUN Urusi Masalah Hukum, Bukan Etik

Ini dua hal yang berbeda antara problem hukum dengan problem etik