Pengakuan terhadap Negara Palestina Meluas, ini Maknanya bagi Rakyat Negeri itu dan Israel

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 23 September 2025
Pengakuan terhadap Negara Palestina Meluas, ini Maknanya bagi Rakyat Negeri itu dan Israel

Ilustrasi: Aksi Solidaritas untuk Rakyat Palestina di Patung Kuda Monas Jakarta (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — GELOMBANG pengakuan secara resmi terhadap Negara Palestina terjadi dalam sebuah KTT PBB yang digelar Senin (22/9). Prancis dan Arab Saudi menjadi penyelenggara KTT yang digelar sehari setelah Australia, Inggris, Kanada, dan Portugal menyatakan pengakuan mereka secara resmi terhadap Negara Palestina. Langkah tersebut langsung memantik kemarahan Israel.



Status Negara Palestina Kini




Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mendeklarasikan kemerdekaan Negara Palestina pada 1988. Sebagian besar negara di belahan selatan dunia dengan cepat mengakui negara tersebut. Saat ini, sekitar 150 dari 193 negara anggota PBB telah memberi pengakuan.

Sekutu utama Israel, Amerika Serikat, sudah lama mengatakan mereka mendukung tujuan Negara Palestina, tetapi hanya setelah Palestina dan Israel sepakat dalam perundingan mengenai solusi dua negara. Hingga beberapa pekan terakhir, kekuatan besar Eropa juga berbagi posisi ini.

Namun, tidak ada negosiasi Israel-Palestina yang digelar sejak 2014. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengatakan Negara Palestina tidak akan pernah ada.

Di PBB, delegasi yang mewakili Negara Palestina memiliki status pengamat, tetapi tanpa hak suara. Oleh karena itu, sebanyak apa pun negara yang mengakui kemerdekaan Palestina, keanggotaan penuh PBB membutuhkan persetujuan Dewan Keamanan, dengan Washington memiliki hak veto.

Misi diplomatik Palestina di seluruh dunia dikendalikan Otoritas Palestina (PA), yang diakui secara internasional sebagai perwakilan rakyat Palestina. PA yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas menjalankan pemerintahan terbatas di sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel berdasarkan perjanjian dengan Israel. PA menerbitkan paspor Palestina serta mengelola sistem kesehatan dan pendidikan Palestina.

Sementara itu, Jalur Gaza telah dikuasai kelompok militan Hamas sejak 2007, ketika mereka mengusir gerakan Fatah pimpinan Abbas setelah perang saudara singkat.

Baca juga:

Prancis Resmi Akui Negara Palestina, Tegaskan tak Ada Pembenaran untuk Perang di Gaza



Kemungkinan Pembukaan Keduataan Baru



Misi diplomatik Palestina di negara-negara yang mengakui Negara Palestina diperkirakan akan ditingkatkan statusnya menjadi kedutaan penuh. Namun, negara-negara yang sudah memberi pengakuan diperkirakan tidak dapat membuka kedutaan baru di wilayah Palestina karena aksesnya dikontrol Israel.

Sekitar 40 negara memiliki konsulat atau kantor perwakilan di Ramallah (basis PA di Tepi Barat) atau di sebagian wilayah Yerusalem yang direbut Israel pada 1967. Palestina berharap bisa menjadikan wilayah itu sebagai ibu kota.

Di lain sisi, Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kota mereka yang tak terbagi. Kedutaan besar di Israel sebagian besar berada di Tel Aviv, meskipun Amerika Serikat memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem pada masa jabatan pertama Presiden Donald Trump.

Baca juga:

Gelombang Dukungan Global: Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal Akui Negara Palestina


Pengakuan Negara Palestina untuk Menekan Israel



Negara-negara yang mengakui Palestina mengatakan langkah pengakuan ini ditujukan untuk menekan Israel mengakhiri serangan mereka di Gaza, menghentikan pembangunan permukiman baru Yahudi di Tepi Barat yang diduduki, dan kembali ke proses perdamaian dengan Palestina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, pemimpin besar Barat pertama yang mendukung pengakuan ini, mengatakan langkah itu akan disertai komitmen PA untuk melakukan reformasi, yang akan memperbaiki tata kelola Palestina dan menjadikannya mitra yang lebih kredibel dalam administrasi Gaza pascaperang.



Simbolis atau Langkah Nyata




Beberapa pihak melihat pengakuan ini hanya simbolis. Hal itu mengingat pengaruh terbatas negara-negara seperti China, India, Rusia, dan banyak negara Arab yang sudah mengakui Palestina sejak puluhan tahun lalu.

Tanpa kursi penuh di PBB atau kendali atas perbatasannya sendiri, PA hanya memiliki kemampuan terbatas untuk menjalin hubungan bilateral. Israel membatasi akses barang, investasi, serta pertukaran pendidikan dan budaya. Palestina tidak memiliki bandara. Tepi Barat yang terkurung daratan hanya dapat diakses melalui Israel atau perbatasan dengan Yordania yang dikendalikan Israel. Sementara itu, Israel kini menguasai seluruh akses ke Jalur Gaza sejak merebut perbatasan mereka dengan Mesir dalam perang yang sedang berlangsung.

Meski demikian, negara-negara yang berencana memberikan pengakuan, dan PA sendiri, mengatakan langkah ini lebih daripada sekadar simbol.

Seperti dilansir The Korea Times, Husam Zomlot, kepala misi Palestina di Inggris, mengatakan hal ini bisa membuka jalan bagi kemitraan setara antarentitas. Mantan diplomat Inggris di Yerusalem Vincent Fean menyebut langkah ini juga bisa memaksa negara-negara meninjau kembali aspek hubungan mereka dengan Israel.(dwi)

Baca juga:

Inggris secara Resmi Akui Negara Palestina, Tandai Perubahan Signifikan Kebijakan Pemerintah 'Negeri Ratu Elizabeth'

#Palestina #Israel #PBB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Jumlah narapidana di Prancis mencapai 90.937 orang, jauh melampaui kapasitas penjara. Hampir 9.000 orang terpaksa tidur di atas kasur lantai.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Indonesia
Apel Akbar Solidaritas Palestina Digelar di Monas, Ini 5 Lokasi Parkir yang Disiapkan
Polda Metro Jaya menyiapkan lima kantong parkir untuk peserta Apel Akbar Solidaritas Palestina 2026 di Monas. Simak lokasi dan kapasitas parkirnya.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
Apel Akbar Solidaritas Palestina Digelar di Monas, Ini 5 Lokasi Parkir yang Disiapkan
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
PBB Ingatkan Janji Negara Maju Bantu Negara Berkembang Rp 300 Miliar Buat Program Transisi Energi
Mineral kritis yang menjadi komoditas kunci dalam transisi energi harus membawa timbal balik yang bermanfaat bagi negara berkembang pemiliknya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
PBB Ingatkan Janji Negara Maju Bantu Negara Berkembang Rp 300 Miliar Buat Program Transisi Energi
Dunia
Kena Ancaman Bom, Penerbangan Israel ke Austria Terpaksa Mendarat Darurat
Insiden ini terjadi setelah bulan lalu seorang pilot mencoba membajak penerbangan Flydubai dalam perjalanan ke Tel Aviv .
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
 Kena Ancaman Bom, Penerbangan Israel ke Austria Terpaksa Mendarat Darurat
Indonesia
Poin Poin Pertemuan Presididen Prabowo Dengan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sekjen PBB membahas reformasi sistem multilateral serta kemajuan mencapai Agenda 2030
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Poin Poin Pertemuan Presididen Prabowo Dengan Sekjen PBB António Guterres di  Hambalang
Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Bagikan