Pengakuan Permadi saat Diperiksa Sebagai Saksi Kivlan Zen Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Permadi. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Politikus Gerindra, Permadi mengaku tak tahu menahu tentang makar yang didugakan kepada Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Hal itu diungkapkannya saat diperiksa sebagai saksi.

Ia juga menuturkan bahwa dirinya sama sekali tak begitu mengenal Kivlan. Hanya saja saat itu dirinya pernah bertemu di Tebet Timur, Jakarta Selatan.

"Saya dijadikan saksi saudara Kivlan Zen, ditanya di mana saya kenal, saya kenal ya pada waktu bertemu di Jalan Tebet Timur Dalam nomor 133, sebelumnya saya tidak pernah bertemu dan tidak berkenalan," kata Permadi di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5).

Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein. (Ist)
Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein. (Ist)

"Di sana, saya membacakan petisi yang diberi judul 'We Don't Trust'," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Permadi mengaku kalau Kivlan Zen membaca sebuah pidato. Selain itu, Kivlan juga mengajak makar dan mengepung Bawaslu dan KPU.

"Lalu Kivlan Zen pidato sendiri, mengajak makar, mengajak ngepung KPU, mengajak ngepung Bawaslu, itu di luar kewenangan saya. Dan saya tidak mengikuti seruan Kivlan Zen baik di Lapangan Banteng, ngepung Bawaslu maupun mengebom KPU," bebernya.

Seruan ataupun ajakan itu ditolak Permadi. Sebab, Permadi mengaku tak dapat berdiri lama karena sakit yang dialaminya. "Karena saya sedang struk berjalan aja sulit, jadi bagaimana saya ikut demo atau people power," pungkas Permadi. (Knu)

Baca Juga: Kivlan Zen Menjawab ke Mana Isu PKI Selama 10 Tahun Era SBY


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH