Pengacara Terdakwa Klaim Kerusakan Mata Novel Akibat Salah Penanganan Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Ant)

MerahPutih.com - Kuasa hukum terdakwa kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis menyebut rusaknya mata Novel bukan akibat perbuatan terdakwa secara langsung. Melainkan karena kesalahan penanganan.

"Kerusakan yang timbul pada mata saksi korban bukan merupakan akibat langsung dari tindakan penyiraman air aki yang telah dicampur air biasa yang dilakukan oleh Rahmat Kadir Mahulette, melainkan kesalahan dalam penanganan," ujar salah satu kuasa hukum terdakwa saat membacakan duplik di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (29/6).

Baca Juga

Tuntutan Ringan Peneror Novel Baswedan Bukti Ada Kepentingan Mafia Korupsi

Berdasarkan keterangan saksi dari dokter yang menangani Novel Baswedan menyebut penanganan sudah dilakukan dengan benar. Sehingga, kadar asam (PH) pada mata Novel Baswedan sudah netral.

Dari keterangan saksi-saksi dokter yang menangani Novel, telah terungkap bahwa mata saksi korban telah ditangani dengan cara irigasi sehingga kadar PH pada mata korban telah mencapai titik normal, dalam artian keasamannya telah netral.

"Sehingga daya rusak dari asam sulfat telah berhenti," ucapnya.

Suasana sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette yang disiarkan secara "live streaming" di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Senin (15/6/2020). Sidang yang tidak dihadiri langsung oleh kedua terdakwa tersebut beragendakan pembacaan pledoi atau nota pembelaan terdakwa atas tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.
Suasana sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette yang disiarkan secara "live streaming" di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Senin (15/6/2020). Sidang yang tidak dihadiri langsung oleh kedua terdakwa tersebut beragendakan pembacaan pledoi atau nota pembelaan terdakwa atas tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

Menurutnya, apabila terdakwa disebut telah melakukan penganiayaan berat itu luka yang timbul terhadap korbannya juga berakibat langsung, bukan lanjutan karena adanya faktor lain. Misalnya, kata dia, penanganan yang tidak benar.

Baca Juga

Kejagung Diduga Terlibat Atas Tuntutan Ringan Peneror Novel Baswedan

"Kerusakan saksi korban tidak timbul seketika setelah penyiraman dilakukan, melainkan setelah dilakukannya penanganan yang cukup lama dan juga sebagai akibat kesalahan dalam penanganan," katanya.

Tim penasehat hukum juga menyatakan Rahmat Kadir Mahulettu dan Ronny Bugis menyerahkan diri kepada polisi dalam kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

"Sikap berani bertanggung jawab ini merupakan bentuk perbuatan yang sangat terpuji, patriotik, sekaligus mencerminkan jiwa ksatria," ujar salah seorang tim penasehat hukum

Baca Juga

Cara Seniman Mural Surabaya Protes Tuntutan Terdakwa Penyiram Novel Baswedan

Novel Baswedan disiram air keras oleh kedua terdakwa pada 11 April 2017. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK itu disiram dengan cairan asam sulfat setelah menunaikan salat subuh di Masjid Jami Al-Ihsan, Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. Akibat penyiraman itu, Novel Baswedan mengalami kerusakan pada matanya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH