Pengacara Sebut Video Sukmawati Dipelintir dan Dipotong Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden pertama Indonesia Sukarno. (MP/Rina Garmina)

MerahPutih.com - Tim Kuasa Hukum Sukmawati Soekarnoputri menyesalkan adanya penyebaran video viral klienya mempertanyakan 'jasa' Nabi Muhammad. Sebab, cuplikan yang beredar di media sosial disebut ditampilkan tak utuh.

Pengacara Sukmawati, Petrus Selestinus menyayangkan masih ada pihak-pihak yang secara sengaja dan tanpa hak mencoba melakukan kejahatan berupa menyebarkan informasi yang tidak mengandung kebenaran dengan tujuan untuk menimbulkan rasa kebencian.

Baca Juga

Novel Bamukmin Tantang MUI Keluarkan Fatwa Kasus Sukmawati

"Di media sosial itu adalah rekaman video yang sudah tidak utuh atau sudah dipotong-potong yang sengaja disetting dalam beberapa versi terkait isi pembicaraan atau pandangan Ibu Sukmawati Soekarnoputri dalam forum diskusi Kebangsaan," kata Petrus kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (18/11).

Petrus melanjutkan, pihak Divisi Humas Polri sebagai penyelenggara acara sebaiknya segera mempublish atau mengklarifikasi rekaman yang utuh dari ucapan Sukmawati sebagai pembicara.

Petrus
Pengacara Sukmawati, Petrus Selestinus

"Agar menjadi jelas dan terang bahwa tidak ada satupun narasi dalam isi pembicaraan Ibu Sukmawati berisi pernyataan yang kontennya menista agama," jelas Petrus.

Petrus mendesak Polri untuk segera menangkap dan menahan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan video rekaman yang tidak utuh.

Baca Juga

Pernyataan Sukmawati Dinilai Bikin Gaduh Suasana

"Karena pelaku ini bertujuan untuk menimbulkan keresahan, kebencian di kalangan masyarakar bahkan perpecahan berdasarkan SARA, padahal tidak ada sedikitpun Ibu Sukmawati dalam forum terhormat itu mengeluarkan pernyataan yang berkonten menista agama," pungkas Petrus.

Seperti diketahui, ucapan Sukmawati Soekarnoputri soal 'Nabi Muhammad SAW atau Presiden pertama Sukarno yang berjuang untuk kemerdekaan' berbuntut panjang.

Seorang warga bernama bernama Ratih Puspa Nusanti didampingi oleh tim advokat dari Koordinator Bela Islam (Korlabi) melaporkan Sukmawati ke Polda Metro Jaya pada Jumat (15/11).

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Barmukmin menyebut, kliennya melaporkan Sukmawati atas dugaan tindak pidana penistaan agama Pasal 156a KUHP.

"Dengan dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dibandingkan dengan Soekarno, Presiden pertama RI. Pasal 156a KUHP, ancaman 5 tahun penjara," ungkap Habib Novel.

Adapun ucapan Sukmawati itu disampaikan dalam sebuah diskusi yang digelar Divhumas Polri bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' pada Senin (11/11). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019.

Baca Juga

PBNU Ingatkan Sukmawati Hati-Hati Dalam Mengeluarkan Pernyataan

Awalnya, Sukmawati memaparkan soal berkembangnya nasionalisme di Indonesia pada awal abad ke-20. Ia juga menyinggung pesan yang disampaikan Soekarno saat pidato di peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 1945 dalam menggelorakan semangat nasionalisme, serta bagaimana perjuangan sang ayah dan rakyat dalam melawan penjajah demi merebut kemerdekaan RI.

"Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno, untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini," kata Sukmawati dalam penggalan video yang beredar di media sosial. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH