Pengacara Sebut dr Ani Hasibuan Jadi Korban Kriminalisasi dr Ani Hasibuan

MerahPutih.com - Pengacara dokter spesialis syaraf, Robiah Khairani Hasibuan alias Ani Hasibuan, Amin Fahrudi merasa kliennya menjadi korban kriminalisasi. Ia merasa naiknya status laporan terhadap Ani dari penyelidikan ke penyidikan terlalu cepat.

"Kami duga Ibu Ani jadi target," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/6).

Pengacara Robiah Khairani Hasibuan, Amin Fahrudi. Foto: MP/Kanugrahan

Ia menilai terlalu cepat lantaran dalam waktu kurang dari tiga hari laporan sudah naik sidik dari lidik. Ia merasa penyidik ada kejar tayang dalam menindak laporan ini.

"Kalau dilihat media ini memuat 12 Mei, kemudian kalau diteliti proses penyidikan dilayangkan surat saksi tapi ini dalam proses penyidikan itu tanggal 15 Mei 2019. Artinya dalam waktu tidak kurang 3 hari, proses hukum dilakukan sudah penyidikan. Kami duga ini ada kejar tayang karena sangat cepat itu. Kemudian pada tanggal 17 Bu Ani dapat panggilan saksi. Tidak kurang seminggu proses ini dikejar," ujar dia.

Untuk itu ia minta polisi tidak bisa bekerja seobjektif mungkin. Dia minta jangan sampai seorang dokter profesional seperti Ani yang punya kepedulian terhadap Pemilu 2019 ini dengan coba membantu mengungkap kematian ratusan KPPS malah dikriminalisasi.

"Kami gak ingin seorang profesional seperti dokter Bu Ani yang punya kepedulian politik saat ini kemudian beliau dikriminalisasi," ucapnya.

Ani diperiksa untuk dugaan kasus tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA dan atau menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Informasi yang disampaikan Ani Hasibuan tersebut dimuat di portal berita thanshnews.com pada 12 Mei 2019. Kasus ini dilaporkan oleh seorang bernama Carolus Andre Yulika pada 12 Mei 2019 lalu. Surat panggilan ini sendiri diterbitkan Selasa kemarin, 15 Mei 2019.

dr Robiah Khairani Hasibuan, Sp.S. Foto: FKK UMJ
dr Robiah Khairani Hasibuan, Sp.S. Foto: FKK UMJ

Ani merupakan dokter ahli syaraf. Pernyataannya menjadi kontroversi ketika dia menyebut faktor kelelahan tidak bisa membuat orang meninggal dunia. Karena itu, dia mempertanyakan sikap KPU yang tiba-tiba menyampaikan bahwa kematian para petugas KPPS karena kelelahan.

Dokter yang menelusuri misteri kematian para petugas KPPS hingga ke Yogyakarta itu menyampaikan, kejadian petugas KPPS meninggal dalam jumlah yang banyak dan dalam kurun waktu yang pendek adalah tragedi. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH