Pengacara Sebut Archi Bela Berulang Kali Catut Nama Wamenkumham untuk Minta Uang Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/3). Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Kuasa Hukum Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej, Yosi Andika Mulyadi mengatakan, Archi Bela telah berulang kali mencatut nama kliennya untuk meminta uang kepada sejumlah pihak.

Yosi mengungkapkan, Achi Bela pernah menerima uang dan memberi janji kepada mahasiswa calon notaris. Dia menyebut, Achi Bela mengiming-imingi korbannya bisa segera dilantik menjadi notaris atau pindah jabatan notaris.

Baca Juga:

Kasus Pencemaran Nama Baik, Keponakan Wamenkumham Ditahan

“Kemudian diketahui oleh Prof Eddy dan saat itu diselesaikan dengan musyawarah dan masih dimaafkan, tapi sejak saat itu Prof Eddy tidak mau lagi berkomunikasi dengan AB (Achi Bela),” kata Yosi dalam keterangan tertulis, Rabu (17/5).

Menurut Yosi, Eddy Hiariej sempat memaafkan dan menyelesaikan perbuatan yang dilakukan Archi Bela secara kekeluargaan. Diketahui, Archi Bela merupakan keponakan dari Eddy.

Namun, lanjut Yosi, Archi Bela tidak kapok dan kembali mencatut nama Eddy Hiariej untuk meminta uang kepada pegawai di lingkungan Kemenkumham dengan janji bisa mempromosikan dan memproses mutasi jabatan. Dia menyebut, peristiwa itu terjadi pada September hingga November 2022.

Yosi menuturkan, peristiwa pencatutan nama Eddy Hiariej oleh Archi Bela terungkap karena adanya beberapa orang yang bertanya kepada kliennya tentang pengurusan mutasi jabatan tersebut.

Baca Juga:

MAKI Dorong KPK Percepat Penyidikan Kasus Dugaan Gratifikasi Wamenkumham

Setelah mengetahui adanya pencatutan nama itu, maka Eddy Hiariej melaporkan Archi Bela kepada Bareskrim Polri. Yosi mengaku, pelaporan tersebut juga disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

“Peristiwa ini sudah menyangkut institusi kemenkumham dan supaya peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi, laporan ini sudah sepengetahuan pak Menteri, karena sudah konsultasi karena peristiwa ini sudah membawa nama institusi,” tutur Yosi.

“Kalau peristiwa seperti ini tidak dilaporkan, dikhawatirkan akan berulang dan semakin merugikan nama baik Prof Eddy selaku Wamenkumham,” imbuhnya.

Diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Badan Reserse Kriminal (Kriminal) Polri resmi menahan Archi Bela pada Kamis 11 Mei 2023 setelah pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Eddy Hiariej.

Archi Bela dijerat Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) dan/atau Pasal 51 Ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 310 KUHP atau Pasal 311 KUHP. (Pon)

Baca Juga:

Kuasa Hukum IPW Minta KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Gratifikasi Wamenkumham

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketum Muhammadiyah Sebut Bersih-bersih Polri Perlu Dukungan Publik
Indonesia
Ketum Muhammadiyah Sebut Bersih-bersih Polri Perlu Dukungan Publik

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memandang tindakan bersih-bersih Polri dan ketegasan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam menindak persoalan-persoalan yang melibatkan institusi ini perlu dukungan positif dari masyarakat luas.

Darurat COVID-19 Dicabut, Penanganan Jadi Infeksius Umum
Indonesia
Darurat COVID-19 Dicabut, Penanganan Jadi Infeksius Umum

Pemerintah Indonesia akan segera menindaklanjuti dan menyesuaikan keputusan WHO terkait COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Rumah Ahok Jadi Sasaran Pembakaran Warga Plumpang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Rumah Ahok Jadi Sasaran Pembakaran Warga Plumpang

Sebuah kanal Youtube bernama CCTV POLITIK mengunggah video berdurasi 8 menit dengan judul “RUMAH AHOK DIBAK4R MASSA !! ISTRI DAN ANAK JADI KORB4N || BERITA TERKINI”.

Konsolidasi Nasional 16 Juli, NasDem Pastikan Tak Ada Pengumuman Cawapres Anies
Indonesia
Konsolidasi Nasional 16 Juli, NasDem Pastikan Tak Ada Pengumuman Cawapres Anies

Partai NasDem mengundang bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Rasyid Baswedan.

Harga Beras Merangkak Naik, Badan Pangan Minta Warga Bijak Berbelanja
Indonesia
Harga Beras Merangkak Naik, Badan Pangan Minta Warga Bijak Berbelanja

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1,6 juta ton yang akan digunakan untuk penyaluran bantuan pangan dan stabilisasi harga.

Vaksin COVID-19 Mulai Langka, Ini Kata Kemenkes
Indonesia
Vaksin COVID-19 Mulai Langka, Ini Kata Kemenkes

Terdapat sembilan kota/kabupaten dengan stok vaksin yang mencukupi hingga 7-10 hari ke depan, 18 kota/kabupaten mencukupi untuk 10-14 hari ke depan, kurang dari tujuh hari sebanyak 91 kota/kabupaten.

Kejagung Mulai Penyidikan Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Japek II
Indonesia
Kejagung Mulai Penyidikan Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Japek II

"Tol Japek ini nilai kontraknya kurang lebih Rp 13 triliun. Penyidik sudah meningkatkan perkara ini ke proses penyidikan umum," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana

Ketua DPRD DKI Bantah Rumahnya Digeledah Penyidik KPK
Indonesia
Ketua DPRD DKI Bantah Rumahnya Digeledah Penyidik KPK

Kata Prasetyo, tadi pagi dirinya bermain sama sang cucu. Ia memastikan tidak ada penyidik KPK yang menyatroni rumahnya.

Salah Kirim Email, Mendagri Inggris Mundur
Dunia
Salah Kirim Email, Mendagri Inggris Mundur

Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengundurkan diri pada Rabu (19/10), karena membagikan dokumen resmi dari surel pribadinya.

 BPKH Kuasai 20 Persen Keuangan Syariah Indonesia
Indonesia
BPKH Kuasai 20 Persen Keuangan Syariah Indonesia

Dana haji dikelola dengan berkeadilan dan berkelanjutan untuk memenuhi prinsip istitha'ah.