Pengacara: Jokdri Tidak akan Datang Kalau Tahu Dipenjara Plt Ketum PSSI, Joko Driyono. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

MerahPutih.com - Polisi resmi menahan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Penahanan tersebut karena yang bersangkutan kerap mangkir dari pemeriksaan.

Pengacara Jokdri, Andru Bimaseta mengatakan bahwa kliennya tidak tahu akan langsung dipenjara. Menurutnya, Jika tahu akan ditahan, pria yang akrab disapa Jokdri itu mungkin tak akan memenuhi panggilan polisi.

"Ya gak tahu lah (akan ditahan). Kalau dia (Jokdri) tahu (akan ditahan) gak datang," ucapnya di Jakarta, Selasa (26/3).

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono

Penahanan kliennya ini didasarkan pada alasan subjektif dan objektif penyidik. Tapi, ia menilai tak sepatutnya kliennya ditahan.

"Kalau alasan objektifnya kan ancaman hukumannya harus diatas 5 tahun, nah berarti penyidik memakai alasan subjektif seperti itu (karena ancaman hukuman Jokdri hanya tidak mencapai 5 tahun)," jelas Andru.

"Artinya gini, kenapa kita mengindikasikan bahwa Pak Joko sepatutnya tidak ditahan itu karena memang artinya pertama untuk dia melarikan diri tidak mungkin karena di imigrasi sudah dicekal, mau lari kemana?," tambah dia.

Menurut Andru, tudingan bakal mengulangi tindak pidana, tidak mungkin terjadi karena semua barang bukti sudah dilakukan penyitaan.

"Lalu menghilangkan atau merusak barang bukti semua sudah disita ya seperti itulah alasanya kira-kira (sepatunya Jokdri tidak ditahan)," sesalnya

Meski begitu, lanjut Andru, pihaknya menghormati apapun yang dilakukan Satuan Tugas Anti Mafia Sepakbola. Satgas dirasa bekerja secara profesional.

"Ya Pak Joko prinsipnya tetap koopertaif. Artinya tetap mengikuti prosedur dan menyerahkan seluruhnya kekuasa hukum seperti itu," kata dia.

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/3/2019) dinihari. Satgas Antimafia Bola Polri menahan Joko Driyono terkait kasus dugaan pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Andru mengaku belum bisa menjawab soal motif Jokdri melakukan perusakan barang bukti juga apa yang dirusak. Sebab, menurutnya sebelum kasus masuk ke pengadilan maka ada asas praduga tak bersalah.

"Kalau ditanya motifnya kita juga gak tahu, artinya kita tetap asas praduga tak bersalah. Inikan masih diproses di penyidikan, masih statusnya tersangka artinya disangkakan belum terbukti, terbukti nanti dipengadilan gitu. Jadi, kita jangan langsung sampaikan bahwa ini beliau bersalah atau apa ya janganlah. Jangan kesitu dulu," pungkas Andru. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH