Penetili Amerika Dibantu AI Temukan Antibiotik Baru AI membantu ilmuwan (Foto: Pixabay/geralt)

AMERIKA Serikat kini tak lagi menggunakan tenaga manusia sepenuhnya untuk mengindentifikasi antibiotik jenis baru yang mampu membunuh bakteri yang kebal terhadap beberapa obat. Dilansir dari AFP, ada teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) yang mampu melakukan hal tersebut.

Antibiotik memang menjadi landasan obat modern sejak ditemukannya penisilin. Sayangnya, efektivitasnya semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terjadi karena penggunaan antibiotik secara berlebihan sehingga membuat bakteri kebal.

Baca juga:

Diskusi untuk Mendukung Transformasi Pendidikan di Indonesia

Para ilmuan Amerika menggunakan AI untuk membantu mereka (Foto: Shutterstock)
Para ilmuan Amerika menggunakan AI untuk membantu mereka (Foto: Shutterstock)

ilmuwan dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan Harvard sedang melatih algoritma pembelajaran mesin guna menganalisis senyawa kimia yang mampu melawan infeksi.

"Pendekatan kami mengungkapkan molekul luar biasa yang bisa dibilang salah satu antibiotik yang lebih kuat yang pernah ditemukan," ucap James Collins, profesor teknik medis MIT dan salah satu penulis senior makalah 'Cell'.

Tim peneliti melatih model tersebut dengan 2.500 molekul, mengidentifikasi senyawa yang disebut 'halicin'. Antibiotik ini mampu membunuh banyak bakteri yang sudah sesisten terhadap obat, termabis bakteri jenis Clostridium difficile, Acinetobacter baumannii, dan Mycobacterium tuberculosis.

Baca juga:

Orangtua Bisa Lega, TikTok Hadirkan Fitur Keamanan Baru Untuk Anak

Antibiotik memang sangat berperan di dunia kesehatan (Foto: Pixabay/GDJ)
Antibiotik memang sangat berperan di dunia kesehatan (Foto: Pixabay/GDJ)

Pada praktiknya, antibiotik tersebut telah menyembuhkan dua tikus yang terinfeksi Acinetobacter baumannii. Bakteri ini sempat menginfeksi tentara Amerika Serikat di Irak dan Afghanistan.

"Model pembelajaran mesin dapat mengeksplorasi ... ranah kimia besar dan mahal untuk pendekatan eksperimental secara tradisional," tutur Regina Barzilay, seorang profesor ilmu komputer di MIT. (Yni)

Baca juga:

Kece banget! Barang Lawas yang Jadi Primadona untuk Dikoleksi


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH