Penerbitan SIM Online Dinilai Menurunkan Kualitas Berkendara Ilustrasi (Foto: KabarOto)

Merahputih.com - Indonesia Traffic Watch (ITW) mengkritisi rencana pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara online.

Presidium ITW Edison Siahaan menilai, bakal terjadi penurunan kualitas jika proses penerbitan dan perpanjangan SIM dengan menggunakan aplikasi SINAR atau SIM Nasional Presisi.

"Ini bisa menimbulkan situasi buruk dan membahayakan keselamatan jiwa. Penerbitan SIM bukan seperti mengurus STNK atau BPKB maupun izin usaha lainnya," kata Edison kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (16/4).

Baca Juga

Langgar Aturan PPKM, Satpol PP Tutup 7 Rumah Makan dan 1 Tempat Karaoke

Sebab, SIM adalah legalitas yang diberikan negara/Polri kepada warganya bahwa telah memiliki kompetensi untuk menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya. "Termasuk memahami peraturan atau rambu tentang tertib berlalu lintas," jelas dia.

Pemilik SIM juga dianggap sudah memahami arti keselamatan dirinya maupun pengendara lainnya di jalan raya.

Bahkan untuk memperoleh SIM harus melalui permohonan dan hanya dapat dilakukan oleh warga yang sehat jasmani dan rohani lewat pemeriksaan oleh petugas berkompeten.

Kemudian dinyatakan lulus setelah menjalani berbagai proses seperti ujian teori dan praktik. Bahkan petugas yang melakukan test atau ujian harus memiliki kompetensi khusus.

"Semestinya pemilik SIM yang telah melalui proses panjang untuk mendapatkannya harus dapat menjadi contoh di jalan raya saat berkendara," jelas Edison.

Faktanya, saat ini sulit membedakan kesadaran tertib berlalu lintas. Masyarakat masih belum maksimal baik yang sudah memiliki SIM maupun belum.

sim
Warga mengantre pembuatan SIM di di Polsek Kemayoran, Kebon Kosong, Kebayoran, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Artinya, proses pembuatan SIM belum memberikan dampak signifikan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman untuk tertib berlalu lintas.

ITW mengingatkan Polri agar menempatkan penerbitan SIM itu sebagai upaya penting untuk melindungi masyarakat di jalan raya. Sehingga tidak hanya meningkatkan pelayanan agar dapat menerbitkan SIM sebanyak-banyaknya.

"Akan lebih berbahaya apabila penerbitan SIM juga dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang potensi mengabaikan keselamatan," ungkap Edison.

ITW menyarankan agar Polri tidak hanya menjaga dan meningkatkan pelayanan dan kualitas bahan dasar pembuatan SIM semata.

Tetapi mengembalikan SIM itu sebagai legalitas bahwa setiap pemilik SIM sudah memiliki kompetensi untuk menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya.

"Serta memahami dan mengerti makna keselamatan bagi dirinya maupun setiap pengguna jalan raya lainnya," ucap Edison.

Baca Juga

Satpol PP DKI Sebut Banyak Tempat Hiburan Tutup Jam 9, Buka Lagi pada 11 Malam

Ia berharap Polri membangun proses penerbitan SIM, dapat membuat seseorang benar-benar merasakan lebih baik di jalan raya dari pengendara yang belum memiliki SIM.

"Termasuk menjadikan setiap pemilik SIM adalah pelopor mewujudkan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas)," tutup Edison. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KKB Papua Kembali Berulah, Satu Warga Sipil Meninggal
Indonesia
KKB Papua Kembali Berulah, Satu Warga Sipil Meninggal

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembak warga sipil di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua.

Wagub DKI: Tarik Rem Darurat Kewenangan Pemerintah Pusat
Indonesia
Wagub DKI: Tarik Rem Darurat Kewenangan Pemerintah Pusat

"Dulu kewenangannya ada di daerah. sekarang kewenangan ada di pusat. Sekarang sudah ada aturan," ucap Riza

Jangan Lupa, Hari Ini Pengumuman Hasil Seleksi PPDB DKI Tahap Kedua dan Ketiga
Indonesia
Jangan Lupa, Hari Ini Pengumuman Hasil Seleksi PPDB DKI Tahap Kedua dan Ketiga

DKI akan mengumumkan hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap dua untuk SMP, SMA dan SMK, serta tahap ketiga untuk SD.

Jerinx Segera Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Jerinx Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Per hari ini Pengadilan Negeri Denpasar akan mengeluarkan penetapan penahanan sesuai dengan KUHAP

Pedagang Daging Pasar Ciledug dan Meruya Mogok Jualan: Kelewatan Naik Harganya
Indonesia
Pedagang Daging Pasar Ciledug dan Meruya Mogok Jualan: Kelewatan Naik Harganya

Aksi tidak berjualan sementara itu mereka lancarkan semata-mata sebagai protes perihal naiknya harga daging sapi.

Ketua KPK Firli Bahuri: Wartawan Adalah Pahlawan Antikorupsi
Indonesia
Ketua KPK Firli Bahuri: Wartawan Adalah Pahlawan Antikorupsi

"Untuk itu KPK terima kasih karena rekan-rekan baik yang di KPK rekan-rekan adalah pahlawan antikorupsi," kata Firli

Kejagung Bawa Pulang Buronan Korupsi dan Pembalakan Liar Adelin Lis
Indonesia
Kejagung Bawa Pulang Buronan Korupsi dan Pembalakan Liar Adelin Lis

Adelin Lis merupakan buronan sejak 2008, masuk dalam daftar red notice Interpol

KPK Dalami Korupsi PT DI Lewat 2 Eks KSAU
Indonesia
KPK Dalami Korupsi PT DI Lewat 2 Eks KSAU

Kedua eks Kasau diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia tahun 2007 sampai 2017.

GeNose Mulai Digunakan di Rumah Sakit
Indonesia
GeNose Mulai Digunakan di Rumah Sakit

Dian berharap dukungan dari instansi berwenang serta masyarakat agar proses tersebut berjalan lancar. Karena, tes menggunakan GeNose itu sifatnya murah, tidak invasif, dan mudah.

Terima 438 Sampel Korban Sriwijaya Air, DVI Fokus Pemeriksaan DNA Forensik
Indonesia
Terima 438 Sampel Korban Sriwijaya Air, DVI Fokus Pemeriksaan DNA Forensik

Dari data terbaru, tim DVI Polri sendiri sudah berhasil mengidentifikasi 34 jasad korban. 23 jasad diantaranya sudah dipulangkan kepada pihak keluarga korban.