Penerbangan Internasional Mungkin Tidak akan Normal Hingga Tahun 2023 Penerbangan Internasional merasakan dampak akibat COVID-19(Foto: Unsplash/Deniz Althindas)

ANALISA terbaru tentang nasib dunia penerbangan telah dirilis International Air Transport Association (IATA). Analisa tersebut menunjukkan kerugian yang dialami oleh penerbangan akibat COVID-19 akan berlanjut hingga 2023. Penerbangan jarak jauh akan menjadi yang paling parah terkena dampaknya.

Penerbangan domestik diharapkan akan memimpin saat langkah-langkah pemulihan dimulai. IATA juga memperkirakan lalu lintas penumpang tidak akan pulih ke tingkatan yang normal sampai setidaknya tahun 2023.

Baca juga:

6 Negara Ini Menerapkan Wajib Karantina 14 Hari untuk Pelancong yang Datang

Diperkirakan permintaan penumpang global pada tahun 2021 akan menjadi 24% di bawah level saat tahun 2019, dan 32% lebih rendah dari perkiraan yang dibuat pada bulan Oktober 2019. Ini didasarkan pada pembukaan ekonomi yang lebih lambat dan pelonggaran pembatasan perjalanan. Ditambah dengan penguncian meluas hingga kuartal ketiga tahun ini. Kemungkinannya bisa dikarenakan gelombang kedua penyebaran virus.

1
Lalu lintas penumpang tidak akan normal sampai beberapa tahun ke depan (Foto: Unsplash/Elthan Hu)

IATA juga merasa tindakan karantina pada saat kedatangan akan semakin merusak kepercayaan diri dalam perjalanan melalui penerbangan. 69% pelancong yang baru-baru ini disurvei menyatakan mereka tidak akan mempertimbangkan bepergian jika ada penerapan karantina 14 hari.

2
Penumpang makin ragu akibat kebijakan karantina 14 hari (Foto: Unsplash/Suganth)

Ini mendesak pemerintah untuk menemukan alternatif untuk mempertahankan atau memperkenalkan tindakan karantina kedatangan sebagai bagian dari pembatasan perjalanan pasca-pandemi. IATA juga percaya bahwa pendekatan berlapis berbasis risiko dari langkah-langkah biosekuriti yang diharmonisasikan secara global akan sangat penting untuk memulai kembali perjalanan udara.

Baca juga:

Paspor ‘New Normal’ bagi Penumpang Pesawat

Meski begitu, membangun kembali kepercayaan diri penumpang akan memakan waktu lebih lama. Direktur jenderal dan CEO IATA, Alexandre de Juniac percaya bahwa pelancong individu dan perusahaan cenderung hati-hati mengelola pengeluaran perjalanan mereka dan tinggal lebih dekat dengan rumah.

"Untuk melindungi kemampuan penerbangan menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi, kita tidak boleh membuat prognosis itu lebih buruk dengan membuat perjalanan menjadi tidak praktis dengan tindakan karantina," katanya.

Juniac juga menambahkan butuh adanya metode keamanan khusus agar penumpang pesawat aman dari COVID-19. "Kami membutuhkan solusi untuk perjalanan aman yang mengatasi dua tantangan. Itu harus memberikan kepercayaan diri penumpang untuk melakukan perjalanan dengan aman dan tanpa kerumitan yang tidak semestinya, dan itu harus memberi pemerintah kepercayaan bahwa mereka dilindungi dari pengimporan virus," tutupnya. (lgi)

Baca juga:

Desain Terbaru Kursi Pesawat "Social Distancing", Normal Baru Usai Pandemi COVID-19

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH