Penerapan Ganjil Genap "Paksa" Masyarakat Naik Angkutan Umum Sosialisasi pemberlakuan kembali ganjil genap di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/8/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

MerahPutih.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta secara resmi kembali berakukan sistem ganjil genap di jalur protokol pada Senin (3/8).

Pemberlakuan ini karena volume kendaraan selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terus meningkat dan ditakutkan terjadi penyebaran virus corona.

Baca Juga:

Pemprov DKI Didesak Tambah Moda Transportasi Umum

Analisa kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, dengan adanya pemberlakuan sistem tersebut, pemerintah meminta kepada pengendara mobil untuk beralih ke moda transportasi umum sebagai antisipasi penularan COVID-19.

"Jadi menurut saya salah jika pemprov Jakarta ingin tetap menerapkan kebijakan ganjil genap pada masa pandemi COVID-19. Karena Ganjil Genap adalah membatasi pergerakan kendaraan bukan orang," ujar Tigor kepada Merahputih.com, Senin (3/8).

Menurut dia, kemacetan yang terjadi di Jakarta karena tidak seimbangnya antara ketersediaan dengan permintaan transportasi publik di Jakarta. Sehingga, masyarakat memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi selama masa transisi PSBB.

"Masa-masa pandemi COVID-19, banyak masyarakat yang takut mengunakan layanan angkutan umum. Ketakutan itu sangat mendasar karena trauma terjadi penumpukan atau kerumunan pengguna dan tidak sehatnya fasilitas publik yang ada," tegasnya.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (16/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww)
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (16/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww)

Akhirnya masyarakat lebih percaya dan lebih merasa sehat menggunakan kendaraan pribadinya seperti motor dan mobil.

Faktor lain yang membuat kemacetan adalah seluruh perusahaan tidak lagi pekerjakan karyawannya secara 50 persen. Sebab, seluruh perusahaan sudah masuk secara normal dimasa transisi PSBB ini.

Tigor mendesak pemerintah mempersiapkan peningkatan dan akses pada layanan angkutan umum.

Termasuk melakukan pengawasan dan penegakan secara benar juga konsisten terhadap pelaksanaan kapasitas serta jadwal kerja dan menerapkan protokol kesehatan di perkantoran dan perusahaan yang ada di Jakarta.

Diketahui, penerapan sistem ganjil-genap telah diatur dalam Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 51 tahun 2020.

Menjelaskan tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada massa transisi menuju masyarakat sehat.

Baca Juga:

Ganjil Genap DKI Kembali Berlaku di Tengah Banjir Kritik, Ini Imbasnya ke KRL

Pada lokasi di kawasan Jalan MH Thamrin, tiada petugas yang menyosialisasikan ihwal sistem ganjil-genap.

Tapi beberapa petugas kepolisian berada di area traffic light tampak mengatur arus lalu lintas.

Padahal, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebut pihaknya siap menyosialisasikan sistem ganjil-genap.

"Mulai Kamis (6/8), selesainya operasi patuh jaya pada 5 Agustus, barulah kami tindak kendaraan-kendaraan pelanggar aturan ganjil-genap, baik secara manual maupun elektronik," ucap Sambodo, Minggu (2/8/2020).

Waktu penerapan aturan ganjil-genap mulai berlaku pada Senin hingga Jumat, pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. (Knu)

Baca Juga:

Wah, Puncak Bogor Bakal Dilengkapi Rest Area Seluas 7 Hektar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Denda Rp5 Juta Ogah Vaksinasi Digugat, Wagub DKI Siap Dialog
Indonesia
Denda Rp5 Juta Ogah Vaksinasi Digugat, Wagub DKI Siap Dialog

Jika ada masyarakat yang merasa keberatan, ucap Riza, pihaknya akan mengevaluasi aturan yang dibentuknya itu.

Karyawan Positif Corona, Seluruh Pengunjung Supermarket di Sleman Wajib Rapid Test 
Indonesia
Karyawan Positif Corona, Seluruh Pengunjung Supermarket di Sleman Wajib Rapid Test 

Rapid test kembali dilakukan kepada 94 orang karyawan dengan hasil 22 di antaranya reaktif.

Terduga Teroris di Kalbar Disinyalir Terafiliasi ISIS
Indonesia
Terduga Teroris di Kalbar Disinyalir Terafiliasi ISIS

Penangkapan dilakukan pada Jumat (5/6)

Jumat Siang, Kurs Rupiah Kian Anjlok Tembus di Atas Rp16.000 per Dolar
Indonesia
Jumat Siang, Kurs Rupiah Kian Anjlok Tembus di Atas Rp16.000 per Dolar

Pelemahan rupiah memang masih terbuka ke level tertinggi pada Juni 1998 lalu di Rp16.850 per dolar AS.

Pria Lansia Ini Meninggal di Tengah Kerumunan Massa FPI Penjemput Rizieq
Indonesia
Pria Lansia Ini Meninggal di Tengah Kerumunan Massa FPI Penjemput Rizieq

Sotong diketahui merupakan penjual ikan asal Bogor, Jakarta Barat

Bajo Raih 24 Suara, Gibran Menang Telak di TPS Keluarga Jokowi
Indonesia
Bajo Raih 24 Suara, Gibran Menang Telak di TPS Keluarga Jokowi

"Hasil perhitungan TPS 22 Manahan paslon Gibran-Teguh meraih 171 suara dan Bajo 24 suara. Jmlah DPT TPS 22 senyak 314 orang," kata dia

 Presiden Jokowi: Evaluasi dan Perbaiki Pelaksanaan PSBB
Indonesia
Presiden Jokowi: Evaluasi dan Perbaiki Pelaksanaan PSBB

"Tiga hal ini yang harusnya sering, terus-menerus, ditekankan kepada seluruh daerah. Sekali lagi, pengujian sampel yang masif, pelacakan yang agresif, dan isolasi yang ketat," ucapnya.

Jalani Rekontruksi, Pelaku Tega Bunuh Kedua Anak Korban Karena Menangis
Indonesia
Jalani Rekontruksi, Pelaku Tega Bunuh Kedua Anak Korban Karena Menangis

Rekontruksi pembunuhan dengan korban Suranto (42) dan istrinya bernama Sri Handayani (36), dan kedua anaknya berinisial Rafel (10) dan Dinar (6), berlangsung selama 1 jam.

Dituding Lambat Putuskan Kasus Firli Oleh ICW, Begini Jawaban KPK
Indonesia
Dituding Lambat Putuskan Kasus Firli Oleh ICW, Begini Jawaban KPK

Pembacaan putusan terhadap Firli dan Yudi seharusnya berlangsung pada Selasa (15/9) kemarin

Jadwal Debat Calon Wali Kota Tangerang Selatan
Indonesia
Jadwal Debat Calon Wali Kota Tangerang Selatan

"Debat pertama akan digelar pada tanggal 22 November 2020. Sementara, debat kedua digelar 3 Desember 2020," kata Bambang