Penerapan Ganjil Genap Dinilai Gak Nyambung dengan Penanggulangan COVID-19 Sosialisasi pemberlakuan kembali ganjil genap di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/8/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

MerahPutih.com - Penerapan ganjil genap di 25 titik ibu kota dinilai tak berkaitan dengan upaya menekan laju COVID-19.

Pengamat perkotaan Azas Tigor Nainggolan menilai, kebijakan ini sejatinya dibuat bukan pada situasi keadaan darurat atau bencana kesehatan di masa pandemi COVID 19 seperti sekarang.

Baca Juga:

Selama Tiga Hari, Pelanggar Ganjil Genap Belum Ditilang

Kebijakan ganjil genap dibuat dan dilahirkan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi agar tidak macet pada masa normal.

"Tidak ada hubungan antara penanganan penularan pada masa pandemi COVID 19 dengan kebijakan ganjil genap," kata Tigor kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (3/8).

Tigor melanjutkan, tidak ada hubungan karena ganjil genap untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi bukan untuk mengendalikan pergerakan orang di Jakarta.

Kebijakan ganjil genap itu adalah produk strategi pengendalian yang dilahirkan pada masa normal.

"Salah jika pemprov Jakarta ingin tetap menerapkan kebijakan ganjil genap pada masa pandemi COVID- 19," imbuh Koordinator Forum Warga Kota Jakarta ini

Tigor melihat, persoalan kemacetan yang terjadi di Jakarta saat pandemi COVID- 19 sekarang ini disebabkan tidak seimbangnya antara supply (ketersediaan) dengan demand (permintaan) penggunaan transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek).

Tidak seimbangnya supply dan demand ini disebabkan masyarakat masih takut menggunakan angkutan umum.

"Masa-masa pandemi imi banyak masyarakat yang takut mengunakan layanan angkutan umum. Ketakutan tersebut sangat mendasar karena trauma terjadi penumpukan atau kerumunan pengguna dan tidak sehatnya fasilitas publik yang ada," jelas dia.

Sejumlah kendaraan berhenti saat lampu merah di dekat kawasan aturan ganjil-genap, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp).
Sejumlah kendaraan berhenti saat lampu merah di dekat kawasan aturan ganjil-genap, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp).

"Akhirnya masyarakat lebih percaya dan lebih merasa sehat menggunakan kendaraan pribadinya seperti motor dan mobilnya," ungkap Tigor.

Tigor meminta Pemprov fokus mempersiapkan, mengawasi, dan meyakinkan dengan sungguh masyarakat bahwa fasilitas layanan angkutan saat pandemi benar-benar sehat. Termasuk mempersiapkan peningkatan dan akses pada layanan angkutan umum.

"Seharusnya pemerintah fokus melakukan pengawasan dan penegakan secara benar juga konsisten terhadap pelaksanaan kapasitas serta jadwal kerja dan menerapkan protokol kesehatan di perkantoran dan perusahaan yang ada di Jakarta," tutup Tigor.

Seperti diketahui, Pemprov Jakarta berkeras menerapkan kembali pada 3 Agustus 2020. Dasar pemberlakukan Ganjil Genap pada masa pandemi COVID-19 ini adalah Peraturan Gubernur (Pergub) Jakarta nomor 51 tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat.

Kebijakan ganjil genap bagi mobil pribadi yang berlaku mulai Senin (3/8).

Pemprov DKI Jakarta berharap pembatasan ini berdampak pada jadwal pekerja ibu kota, kapan bekerja dari rumah dan dari kantor.

Baca Juga:

PSI: Buat Apa Maksakan Ganjil Genap?

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, volume lalu lintas di Jakarta terus naik selama PSBB transisi dan bahkan melampaui volume kendaraan sebelum pandemi COVID-19.

Dia mencontohkan di Cipete ada 75 ribu kendaraan melintas per hari, padahal sebelum pandemi jumlahnya 74 ribu.

Di Senayan, jumlah kendaraan melintas sekitar 145 ribu, padahal dulu hanya 127 ribu.

"Dengan kondisi ini terlihat bahwa upaya Pemprov DKI Jakarta untuk tetap menjaga agar tidak terjadi kepadatan di perkantoran ataupun di pusat pusat kegiatan itu seolah olah belum efektif berjalan," kata Syafrin, Minggu (2/8). (Knu)

Baca Juga:

Ganjil Genap Berlaku Lagi, DKI Jakarta Optimalkan Angkutan Umum

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Minggu (6/9) 194.109 Positif, 138.575 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Minggu (6/9) 194.109 Positif, 138.575 Sembuh

Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 3.444 kasus baru pada Minggu (6/9).

Keampuhan Donor Plasma Konvalesen Bagi Pasien COVID-19
Indonesia
Keampuhan Donor Plasma Konvalesen Bagi Pasien COVID-19

Maka semakin banyak yang melakukan donor plasma itu sangat baik

Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim
Indonesia
Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan berkas kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri.

Pecah Rekor 8 Bulan, Kasus COVID-19 Solo Tambah 106 Orang Selama Sehari
Indonesia
Pecah Rekor 8 Bulan, Kasus COVID-19 Solo Tambah 106 Orang Selama Sehari

Penambahan kasus tersebut menjadikan angka komulatif COVID-19 Solo menjadi 1.661 orang

Wujudkan Ikhtiar Menolong Sesama saat Pandemi Lewat Aksi #Donordirumahaja
Indonesia
Wujudkan Ikhtiar Menolong Sesama saat Pandemi Lewat Aksi #Donordirumahaja

Nur Azizah (28), perempuan pekerja swasta yang berinisiatif membuat gerakan donor darah bersama.

Sederet Bencana Alam Terjadi di Indonesia, Pemerintah Fokus Tanggap Darurat
Indonesia
Sederet Bencana Alam Terjadi di Indonesia, Pemerintah Fokus Tanggap Darurat

Menko PMK berharap kebutuhan khusus bagi perempuan, anak, dan lanjut usia (lansia) dapat lebih diperhatikan

Jasa Marga Pastikan CCTV di Lokasi Penembakan Laskar FPI Alami Gangguan
Indonesia
Jasa Marga Pastikan CCTV di Lokasi Penembakan Laskar FPI Alami Gangguan

“Perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari Senin (7/12) sekitar pukul 16.00 WIB,” tutup Raddy.

Pimpinan MPR Dukung Sikap Menlu Tolak Propaganda Normalisasi dengan Israel
Indonesia
Bank DKI Raih Penghargaan BUMD Terbaik
Indonesia
Bank DKI Raih Penghargaan BUMD Terbaik

Bank DKI meraih penghargaan sebagai best BUMD yang mendorong perbankan digital dalam Indonesia Best BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi.

Besok Anies Rapat dengan Menteri Airlangga Bahas Penutupan Perkantoran
Indonesia
Besok Anies Rapat dengan Menteri Airlangga Bahas Penutupan Perkantoran

Anies bersama Airlangga Hartarto akan menggelar rapat pada Sabtu (12/9) besok