Peneliti Ungkap Biang Keladi Rendahnya Elektabilitas PSI Peneliti Senior LSI Denny JA, Rully Akbar (Foto: Ist)

MerahPutih.Com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kerap dicitrakan sebagai partai milenial terancam gagal ke Senayan lantaran tidak mencapai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Dalam sejumlah survei, elektabilitas PSI paling tinggi hanya bisa menyentuh 2,2 persen. Angka ini tentu mencemaskan sebab Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Apa yang salah dengan PSI? Faktor mana saja yang mempengaruhi rendahnya elektabilitas partai pimpinan Grace Natalie tersebut?

Peneliti dari LSI Denny JA, Rully Akbar mengungkapkan kegagalan PSI mengenjot elektabilitas akibat salah strategi.

"PSI mengambil visi dan misi yang belum tentu disukai khalayak ramai," kata Rully usai pengumuman hasil survei lembaganya di Jakarta, Jumat (5/4).

Berdasar hasil survei LSI Denny JA, PSI yang digadang-gadang sebagai partai alternatif itu hanya meraih 0,2 persen, jauh dari ambang batas parlemen empat persen.

Grace Natalie bersama pengurus pusat PSI
Ketua PSI Grace Natalie bersama kader PSI di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/9). (MP/Asropih)

PSI menurut riset LSI Denny JA dinilai terlalu berani bermain isu yang sangat sensitif yang memengaruhi suara mayoritas pemilih, yakni isu penghapusan perda syariah dan poligami.

"Kita tahu, pemilih Indonesia 90 persen muslim," kata Rully.

Rully Akbar memahami isu penghapusan perda syariah dan poligami merupakan strategi PSI untuk meraup ceruk pemilih minoritas. Namun, melihat elektabiltas PSI yang masih nol koma, upaya tersebut pun gagal.

"Pemilih nonmuslim ini kan belum tentu semuanya memilih PSI. Pemilih minoritas ini kan sudah merapat ke partai lama, salah satunya PDIP," kata Rully.

Sebagai partai baru, lanjut Rully sebagaimana dilansir Antara, sebenarnya PSI memiliki diferensiasi dengan parpol-parpol lain. Namun, diferensiasi ini belum bisa mengangkat elektabilitas PSI sampai saat ini.

"PSI belum bisa meyakinkan publik bahwa PSI bisa menjadi (alat) perubahan. Ini butuh proses," ujarnya.

Selain PSI, menurut survei LSI Denny JA, partai yang terancam tidak lolos ke parlemen ialah PBB (0,2 persen), PKPI (0,1 persen), Partai Garuda (0,1 persen), dan Berkarya (0,7 persen).

BACA JUGA: Banyak Blunder, PSI Diprediksi Tak Lolos Threshold

Survei Alvara: Lima Parpol Lolos ke Parlemen, PSI dan Hanura Terpuruk

Pengamat Nilai Pilihan Golput Tepat Hanya Pada Masa Rezim Soeharto

Sementara yang masih belum aman PAN (3,1 persen), PKS (3,9 persen), PPP (2,9 persen), Nasdem (2,5 persen), dan Perindo (3,9 persen).

Sedangkan parpol yang potensial lolos ke Senayan adalah PDIP 24,6 persen, Gerindra 13,4 persen, Golkar 11,8 persen, Partai Demokrat 5,9 persen, dan PKB 5,8 persen.

Survei LSI Denny JA itu dilakukan pada 18-26 Maret 2019 dengan menggunakan metode "multistage random sampling" yang melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.

Survei tersebut menggunakan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan "margin of error" +/- 2,8 persen.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH