Peneliti Ungkap Aliran Dana Belasan Juta Dolar Masuk ke Rekening Capres-Cawapres Ilustrasi (foto Antara)

MerahPutih.Com - Komunitas Pemerhati Indonesia (KOPI) melansir ada dana asing yang mengalir ke pasangan capres-cawapres yang bertarung di Pilpres 2019.

Berdasarkan investigasi dari Tim KOPI, aliran dana tersebut berasal dari sejumlah perusahaan asing. Tim Investigasi KOPI Dwi Putri menyatakan total dana yang masuk ke salah satu paslon itu mencapai Ro276,2 miliar. Kuat dugaan, dana tersebut digunakan sebagai dana kampanye Pilpres 2019.

"Total dugaan aliran dana asing yang masuk ke rekeningnya setara USD 18.557.147," papar Dwi pada diskusi bertajuk "Mendeteksi Dana Kampanye Pemilu 2019" di Upnormal, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Perusahaan asing yang disebut Dwi berdasar investigasi KOPI diantaranya adalah Uno Capital Holding, Ace Power Investment Limited, dan Reksadana Schroder Bound Found.

Mata uang USD
Ilustrasi USD (Foto: pixabay)

"Keterangan transaksi dari Bank LGT Bank Singapore LTD," sebut Dwi.

Menurut Dwi, Uno Capital Holding melakukan transaksi satu kali pada 28 Agustus 2018 dengan nilai transaksi USD3.555.000.

Kemudian transaksi pada 20 Juli 2018 dari Ace Power Investment Limited berjumlah USD 84.000 dan Reksadana Schroder Bound Found pada 31 Oktober dan 15 November 2018 terdapat transaksi 2 kali mencapai USD 14.918.147.

"Kita investigasi mulai Juni 2018 sampai Maret 2019," katanya.

BACA JUGA: PPATK Pastikan Belum Ada Transaksi Mencurigakan Terkait Dana Kampanye

KPU Tetapkan DPTHP Pemilu 2019 Berjumlah 190.779.969 Pemilih

Sri Sultan HB X Kepada Prabowo: Jaga NKRI dan Pancasila

Pada kesempatan tersebut, Dwi juga menyebut bahwa PT Schroder Investment Management Indonesia merupakan perusahaan manajer investasi yang 99 persen sahamnya dimiliki oleh group Schroders yang berpusat di Inggris.

Dia juga mengungkap sumbangan dana tanpa identitas yang mengalir ke pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf. Menurut dia, ada 18 nama perseorangan tanpa identitas penyumbang dana ke Jokowi-Ma'ruf.

Logo PPATK
Logo PPATK (Foto: Ist)

"Identitas tidak jelas penyumbangnya, "diduga fiktif" katanya.

Sementara itu, Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi meminta Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pengawas Pemuli (Bawaslu) tidak membiarkan temuan dan investigasi KOPI perihal aliran dana dari perusahaan asing ke paslon Capres-Cawapres ini. Dia mempertanyakan kenapa PPATK tidak bisa mengendus aliran dana asing untuk Pilplres tersebut.

"Kenapa PPATK bisa jebol ya. Rekening itu harus dibekukan sementara. Dan saya juga meminta Bawaslu menindak tegas, jangan cuma makan gaji buta saja," katanya.

Adapun Pengamat politik Wempy Hadir meminta PPATK menindaklanjuti temuan KOPI ini. Sebab, sumbangan dana dari asing yang dipergunakan untuk Pilpres cukup berbahaya bagi masa depan bangsa.

"Kedaulatan kita tidak ada lagi karena sudah ada kepentingan asing," tutup Wempi.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH