Peneliti Ungkap Ada Celah Untuk Bocorkan Data Pribadi di Twitter Terdapat celah di twitter untuk membocorkan data pribadi seseorang (Foto: pixabay/free-photos)

BELUM lama ini tengah heboh perihal adanya sebuah celah keamanan di Twitter, yang membuat data pribadi penggunanya tersebar. Yakni, saat si pengguna mengunggah kontaknya ke twitter.

Seperti yang dilansir dari laman digital trends, baru-baru ini setidaknya ada 17 juta nomor pengguna Twitter sudah tersebar lewat celah itu. Hal tersebut ditemukan oleh Ibrahim Balic, seorang peneliti keamanan yang berbasis di London, Inggris.

Baca Juga:

ByteDance Bantah Rumor TikTok Ingin Dijual Karena Tekanan AS

Seorang peneliti mengungkapkan terdapat celah untuk bocorkan data pribadi di twitter (Foto: pixabay/edar)

Mengenai hal itu, Balic mengaku bisa mencocokan kebenaran nomor telepon tersebut, pada pengguna di tujuh negara. Salah satunya yaitu nomor telepon seorang politisi senior Israel serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Balic pertama kali menemukan hal itu ketika menyadari saat pengguna mengunggah satu kontaknya ke twitter, maka aplikasi tersebut bisa mengambil satu data pengguna lainnya.

Selanjutnya pengguna bisa mencocokan nomor telepon yang diunggahnya dengan nomor telepon di catatan twitter, lalu dengan mudah bisa menemukan nama akunnya.

Baca Juga:

Instagram Akan Larang Influencer Promosikan Vape? Kenapa?

Sebelumnya twitter juga pernah mengalami kebocoran data di tahun 2016 (Foto: pixabay/photomix-company)

Sebelumya twitter juga melaporkan sebuah celah keamanan di aplikasinya untuk Android pada 20 Desember lalu. Kala itu twitter mendeskripsikan celah tersebut bisa membuat ada orang yang dapat melihat informasi akun non publik, bahkan dapat mengontrol aku itu untuk mengirim cuitan hingga direct messages (dm).

Tapi celah yang ditemukan oleh pihak twitter, baru bisa didapatkan dengan menyusupkan sebuah kode tertentu. Sementara celah yang ditemukan oleh Balic, tak memerlukan kode tambahan apapun.

Pengguna twitter hanya perlu mengetahui nomor telepon seseorang, untuk mengetahui akun twitter si pemilik akun tersebut.

Sedikit informasi, sebelumnya twitter pun pernah mengalami kebocoran data pada tahun 2016. Saat itu data login 32,8 juta pengguna twitter bocor. Lalu di tahun 2018 pun twitter meminta 330 juta penggunanya untuk mengganti password, usai informasi tersebut terbuka di jaringan internal mereka. (Ryn)

Baca Juga:

Instagram Punya Fitur Baru, Bisa Unggah Banyak Foto dalam Satu Story

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH