Peneliti Terorisme Wanti-Wanti Pemerintah Potensi Balas Dendam Simpatisan ISIS ILUSTRASI - Kekerasan dan perlawanan ISIS. ANTARA/Ardika/am.

MerahPutih.com - Peneliti terorisme Ridlwan Habib mengatakan bahwa pemerintah harus mewaspadai adanya potensi balas dendam atas keputusan pemerintah untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS ke tanah air.

"Keputusan itu sudah tepat, sebab Indonesia belum siap jika harus memulangkan eks ISIS, sangat berbahaya. Namun demikian, pemerintah harus waspada terhadap kemungkinan balas dendam oleh simpatisan ISIS di dalam negeri," kata Ridlwan Habib di Jakarta, Rabu (12/2), dikutip Antara.

Baca Juga:

Menko Polhukam Mahfud: Mantan Anggota ISIS tak Akui sebagai WNI

Menurut dia, jejaring dari sel-sel ISIS yang ada di Indonesia masih banyak. Mereka berpotensi melakukan tindakan balas dendam atas keputusan pemerintah tersebut.

"Jejaring ISIS masih ada di Indonesia, sel-sel tidurnya masih banyak. Polri dan komunitas intelijen harus waspada jika keputusan itu menimbulkan keinginan balas dendam," kata dia.

Peneliti terorisme Ridlwan Habib (Boyke Ledy Watra)
Peneliti terorisme Ridlwan Habib (Boyke Ledy Watra)

Contohnya menurut Ridlwan, jaringan ISIS tersebut bisa melakukan penyerangan pada kantor pemerintah karena jengkel teman mereka tidak dipulangkan.

Kemudian, kata dia, ada lagi kemungkinan risiko lainnya seperti gugatan hukum yang muncul dari keluarga eks ISIS di Indonesia.

"Bisa saja akan memicu class action terhadap pemerintah dengan alasan negara mengabaikan hak asasi warganya di luar negeri. Gugatan itu bisa saja muncul dari pihak keluarganya di Indonesia," ucap alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Baca Juga:

Pemerintah Heran Untuk Apa Pulangkan WNI Kombatan ISIS

Pemerintah juga pasti akan dikritik terutama oleh kelompok oposisi yang sudah bersikap setuju terhadap rencana pemulangan, contohnya Mardani Ali Sera dari PKS dan Fadli Zon dari Gerindra sudah setuju untuk pemulangan.

Ridlwan juga mengingatkan, risiko bagi situasi dalam negeri jika kamp pengungsian di Suriah jadi dibubarkan oleh pihak otoritas Kurdi.

"Waspadai pintu pintu masuk imigrasi kita. Terutama, jalan-jalan tikus, karena kalau bisa merembes masuk tanpa diketahui, akan sangat berbahaya," ujarnya. (*)

Baca Juga:

Daripada Cabut Kewarganegaraan, Imparsial Desak Pemerintah Pulangkan Simpatisan ISIS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Banjir Bangdang Luwu Utara Akibat Galian di Hulu Sejak 2018
Indonesia
Banjir Bangdang Luwu Utara Akibat Galian di Hulu Sejak 2018

hingga 19 Juli 2020 total korban jiwa akibat banjir bandang yang terjadi Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan sebanyak 36 orang.

Bentrokan Ormas FBR-PP di Lenteng Agung Dipicu Rebutan Lahan
Indonesia
Bentrokan Ormas FBR-PP di Lenteng Agung Dipicu Rebutan Lahan

Selanjutnya, dua anggota FBR tersebut segera pergi

Kasus Bansos COVID-19, KPK Obok-obok Rumah Orang Tua Pimpinan Komisi VIII DPR
Indonesia
Kasus Bansos COVID-19, KPK Obok-obok Rumah Orang Tua Pimpinan Komisi VIII DPR

KPK menggeledah dua lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap pengadaan bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek yang menjerat mantan Mensos Juliari.

Sri Sultan Bakal Pidanakan Pelaku Demo Anarkis di Malioboro
Indonesia
Sri Sultan Bakal Pidanakan Pelaku Demo Anarkis di Malioboro

Sri Sultan Hamengku Buwono X geram dan menyesalkan aksi anarkisme dalam demo menolak UU Omnibuslaw Cipta Kerja pada Kamis (08/10).

Buntut Kolam Ombak Dipenuhi Pengunjung, The Jungle Waterpark Ditutup Tiga Hari
Indonesia
Buntut Kolam Ombak Dipenuhi Pengunjung, The Jungle Waterpark Ditutup Tiga Hari

Pihak The Jungle pun menerima sanksi yang diberikan Satgas COVID-19

Kemenparekraf Kembali Gulirkan Dana Bantuan Bagi Pelaku Wisata
Indonesia
Kemenparekraf Kembali Gulirkan Dana Bantuan Bagi Pelaku Wisata

Pada tahun pertama penyelenggaraan, BIP diberikan kepada 34 penerima berasal dari 19 subsektor kuliner dan 15 Aplikasi Digital dan Pengembang Game (AGD) dengan total dana sebesar Rp5,26 miliar.

[HOAKS atau FAKTA]: Melihat Papua Maju, Timor Leste Ingin Balik ke Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Melihat Papua Maju, Timor Leste Ingin Balik ke Indonesia

Video tersebut berupa potongan-potongan slide show foto disertai narasi voice over.

Anies: Sepanjang Juli, 6,051 Orang di Jakarta Positif COVID-19
Indonesia
Anies: Sepanjang Juli, 6,051 Orang di Jakarta Positif COVID-19

Angka itu melonjak tajam karena Pemprov DKI melakukan peningkatan kapasitas tes corona yang mampu dilakukan dalam sehari.

Operasi Ketupat Tahun Ini Menyesuaikan Kebijakan Pemerintah Soal Mudik
Indonesia
Per Kamis (24/12), Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Capai 1.933 Jiwa
Indonesia
Per Kamis (24/12), Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Capai 1.933 Jiwa

Dengan positivity rate 9,7 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.933 jiwa.