Peneliti Senior LIPI Ingatkan Jokowi Bahaya Prabowo Jabat Menhan Peneliti Senior LIPI Syamsuddin Haris (tengah) ungkap bahayanya jika Prabowo jadi menteri pertahanan (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal bahaya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang akan diplot sebagai menteri pertahanan.

"Yang mengejutkan saya adalah diajaknya Pak Prabowo masuk ke dalam kabinet. Saya bukan hanya terkejut tapi posisinya Menhan," kata Haris dalam diskusi bertajuk "Mencermati Kabinet Jokowi Jilid II" di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (22/10).

Baca Juga:

KontraS Sayangkan Presiden Jokowi Beri Jabatan Menhan Kepada Prabowo

"Kenapa saya merisaukan itu? sebab Menhan itu 1 dari 3 menteri yang disebut dalam konstitusi kita," kata dia menambahkan.

Peneliti LIPI sebut Prabowo Subianto jadi menteri pertahanan sangat berbahaya
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (21/10). Foto: @Gerindra

Haris menjelaskan, dalam Pasal 8 ayat 3 UUD 1945, jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksanaan tugas Kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama.

"Apakah Jokowi tidak menyadari ini? Saya nggak tahu. Tapi Menhan itu posisi yang sangat strategis. Sebab hanya 3 kementerian itu yang disebut eksplisit di dalam konstitusi kita," ujar Haris.

Untuk itu, kata dia, penting sekali bagi seluruh rakyat Indonesia untuk meningkatkan pengawasan terhadap kekuasaan.

Sebab, penampakan pemerintahan saat ini cenderung semakin kuat ketimbang oposisi. Apalagi, baru PKS yang tetap memilih berada di luar pemerintahan.

"Kita itu siapa? Ya civil society, kami di NGO, musti betul-betul energi dan stamina yang cukup untuk mengingatkan pemerintah supaya betul-betul berada di jalan yang lurus," pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto memastikan partainya bergabung dengan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Kepastian itu disampaikan Prabowo usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.

Baca Juga:

Prabowo-Jokowi: Ada Transaksi Politik di Balik Posisi Menhan?

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Prabowo ditemani Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo.

Seusai pertemuan, Prabowo menyatakan bahwa dirinya diminta Presiden Jokowi untuk membantu urusan pemerintah di bidang pertahanan. Atas permintaan tersebut, ia menyatakan siap bekerja dengan sebaik-baiknya.(Pon)

Baca Juga:

Sempat Jadi Rival, Prabowo Berbesar Hati Jadi Menteri Jokowi

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH