Peneliti Sebut Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Kurang Tepat Suasana Jakarta. (Foto: Net)

MerahPutih.com - Rencana pemindahan ibu kota negara di tengah kondisi perekonomian saat ini dinilai kurang tepat. Hal itu disampaikan oleh Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman.

Ia menganggap, anggaran sebesar Rp 466 triliun yang diperkirakan untuk pembangunan ibu kota baru sangatlah besar dan akan sangat membebankan negara. Rizal menyarankan agar pemindahan ibu kota dilakukan saat ekonomi Indonesia stabil.

Baca Juga:

Proposal Pemindahan Ibu Kota Masih Wacana, PKS Minta Jokowi Hati-Hati

"Menurut saya yang paling penting saat ini adalah pembangunan infrastruktur yang sudah berjalan. Selesaikan infrastruktur itu kemudian optimalkan utilitasnya untuk mendorong produktivitas industri," katanya di Jakarta, Sabtu (24/8).

Suasana di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/1). (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)
Suasana di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/1). (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)

Dengan demikian, dana rencana pemindahan ibu kota itu mestinya dialokasikan kembali untuk industri-industri, sektor-sektor atau kegiatan-kegiatan yang mampu mendorong perbaikan ekonomi, utamanya adalah pertumbuhan ekonomi dan pemerataan.

"Kalau dana itu digunakan untuk pemindahan ibu kota, maka hasilnya tidak mendapatkan apa-apa, hanya habiskan anggaran saja. Jadi tidak mendapatkan nilai tambah ataupun pertumbuhan ekonomi yang diharapkan, justru malah akan menambah masalah," pungkas Rizal. (Knu)

Baca Juga:

DPR Segera Bentuk Pansus Pemindahan Ibu Kota

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masih Ada Saja Kendaraan yang Ngotot Keluar Jakarta Meski Angkanya Turun
Indonesia
Masih Ada Saja Kendaraan yang Ngotot Keluar Jakarta Meski Angkanya Turun

Kendaraan terbanyak yang diputarbalikan masih didominasi kendaraan pribadi

Dua Konsultan Asing Terlibat dalam Desain Ibu Kota Baru
Indonesia
Dua Konsultan Asing Terlibat dalam Desain Ibu Kota Baru

Keterlibatan konsultan asing diperlukan karena pemerintah tak mau ambil risiko jika salah membangun ibu kota.

[HOAKS atau FAKTA]: Arab Saudi Bangun Pusat Judi Terbesar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Arab Saudi Bangun Pusat Judi Terbesar

Video berdurasi 19 detik itu memperlihatkan beberapa kelompok pria berpakaian ghutrah (pakaian khas pria Timur Tengah) yang sedang bermain sejenis permainan kartu.

KPU Gunungkidul Berhentikan 7 KPPS Positif COVID-19
Indonesia
KPU Gunungkidul Berhentikan 7 KPPS Positif COVID-19

KPU mengambil keputusan ini usai melakukan rapid test yang menyasar 13.300 petugas di 1.900 tempat pemungutan suara (TPS).

Berselisih Dengan Mumtaz, Wakil Ketua KPK Serahkan Penyelesaian Pada Polisi
Indonesia
Berselisih Dengan Mumtaz, Wakil Ketua KPK Serahkan Penyelesaian Pada Polisi

"Ada pihak lain yang merupakan teman yang bersangkutan, saat hendak turun pesawat mengucapkan permohonan maaf tetapi yang bersangkutan sendiri telah buru-buru turun tanpa tegur sapa apapun," ujar Nawawi.

Tim Medis Mulai Ditarik dari Episentrum Virus Corona Hubei
Dunia
Tim Medis Mulai Ditarik dari Episentrum Virus Corona Hubei

Penarikan petugas medis harus dilakukan dengan memperhatikan situasi dan kondisi pasien tetap mendapatkan perawatan yang memadai dan pelayanan kesehatan.

Batuk Depan Polisi dan Ancam Tularkan Corona, Seorang Pria Dijebloskan ke Penjara
Dunia
Batuk Depan Polisi dan Ancam Tularkan Corona, Seorang Pria Dijebloskan ke Penjara

Pria bernama Adam Lewis itu dinyatakan bersalah melakukan penyerangan terkait insiden tersebut.

28 Kecamatan di Bogor Berstatus Zona Merah COVID-19
Indonesia
28 Kecamatan di Bogor Berstatus Zona Merah COVID-19

Ade yang juga Bupati Bogor itu menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi sejak Minggu (9/8), usai Jonggol berubah status menjadi zona merah, dari sebelumnya berstatus zona orange.

Pagi Ini Pemkab Bogor Targetkan Urai Hingga 4.500 Penumpang KRL dengan Bus Bantuan
Indonesia
Pagi Ini Pemkab Bogor Targetkan Urai Hingga 4.500 Penumpang KRL dengan Bus Bantuan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan bantuan 50 unit bus

Pelaku Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Pernah Bawa Kabur Perempuan
Indonesia
Pelaku Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Pernah Bawa Kabur Perempuan

Kasusnya, membawa lari wanita yang kini diakui oleh EFY sebagai istrinya.