Peneliti LIPI Sebut FPI Bisa Dibubarkan Jika Anggotanya Terbukti Terlibat Terorisme Hermawan Sulistyo (Foto: Ist)

MerahPutih.com - Sekitar 37 anggota Front Pembela Islam (FPI) diduga terlibat aksi terorisme dengan tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Fakta ini diungkapkan Kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme Universitas Indonesia yang juga Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto.

Baca Juga

Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif

Melihat banyaknya anggota dan mantan anggota FPI yang terlibat terorisme, pengamat politik Prof Dr Hermawan Sulistyo meminta polisi untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut sehingga bisa dicegah agar tidak semakin meluas dan bertambah.

"Pemerintah juga harus bisa menelusuri, dan kemudian memotong jalur-jalurnya, termasuk jalur dana," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/12)

Untuk itu, pria yang akrab disapa Kiki ini, mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah. Menurut dia, pemerintah harus segera melakukan kajian, apakah ormas tersebut masuk jaringan terorisme, dan apabila terbukti maka patut dibubarkan.

"Saya sungguh-sungguh prihatin. Seharusnya pemerintah bisa mencegah jangan sampai FPI menjadi organisasi teroris. Itu bisa dilakukan kalau kita punya 'road map' yang jelas," tegasnya dikutip Antara.

Peneliti LIPI Prof Hermawan Sulistyo. (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma) (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/)
Peneliti LIPI Prof Hermawan Sulistyo. (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma) (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/)

Soal FPI dan keterlibatan anggota dan mantan anggotanya dalam terorisme, Kiki menilai saat ini terjadi perang narasi, terutama yang berkembang melalui media sosial.

"Pemerintah harus serius menggarap hal ini. Jangan sampai kita kalah di medan perang dunia maya," ucap Kiki yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Sebelumnya, Benny Mamoto mengungkapkan ada 37 nama teroris yang memiliki latar belakang anggota FPI atau pernah bergabung dengan FPI.

Bennny menyebut salah satu nama dalam daftar tersebut terlibat dalam kasus bom bunuh diri di masjid di Polresta Cirebon tahun 2011.

Ada juga yang terlibat kelompok teroris JAD, ada pula yang terlibat kelompok teroris MIT Poso. Kemudian ada juga teroris yang mendapatkan senjata dari Filipina Selatan.

"Ada juga yang mendapat akses senjata dari Filipina Selatan," kata mantan Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional itu.

Dia menyebut dari puluhan nama tersebut tercatat sudah diproses hukum dan telah divonis. Namun, ada juga yang tewas saat menjalankan teror.

"Itu sudah diproses hukum dan sudah divonis. Ada juga yang meninggal karena bom bunuh diri," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Bareskrim Periksa Ahli Pidana Hingga Ahli Balistik Soal Kematian Enam Laskar FPI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pandemi COVID-19, Majelis Rektor PTN Berikan Keringanan Mahasiswa Bayar Uang Kuliah
Indonesia
Pandemi COVID-19, Majelis Rektor PTN Berikan Keringanan Mahasiswa Bayar Uang Kuliah

"Kami dari pemimpinperguruan tinggi membuka diri dalam membantu menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi oleh para mahasiswa dan keluarganya dalam pembayaran uang kuliah," kata dia.

Lima Mahasiswa ITS Temukan Alat Pencegah Illegal Fishing
Indonesia
Lima Mahasiswa ITS Temukan Alat Pencegah Illegal Fishing

Teknologi temuan mereka kali ini diberi nama Humanless Underwater Sensors Technology (HUST).

Selain Prasetijo, Propam Cari Keterlibatan Anggota Lain Terkait Djoko Tjandra
Indonesia
Selain Prasetijo, Propam Cari Keterlibatan Anggota Lain Terkait Djoko Tjandra

"Siapa pun nanti kalau yang terlibat pasti ditindak lanjuti,” ujar Argo.

Ketua DPD Minta Presiden Jokowi Evaluasi Program Kartu Prakerja
Indonesia
Ketua DPD Minta Presiden Jokowi Evaluasi Program Kartu Prakerja

Presiden Joko Widodo jangan ragu melakukan evaluasi terhadap program-program tersebut.

Bawaslu Solo Rekrut 1.231 Pengawas TPS
Indonesia
Bawaslu Solo Rekrut 1.231 Pengawas TPS

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Solo, Jawa Tengah merekrut sebanyak 1.231 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Pilwakot Solo.

Gubernur Lampung Imbau Masyarakat Tetap di Rumah Cegah Penularan Virus Corona
Indonesia
Gubernur Lampung Imbau Masyarakat Tetap di Rumah Cegah Penularan Virus Corona

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengimbau masyarakat agar beraktivitas di rumah guna mencegah persebaran COVID-19.

Penyidik KPK Dilaporkan ke Dewas Karena Tak Kunjung Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus
Indonesia
Penyidik KPK Dilaporkan ke Dewas Karena Tak Kunjung Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus

Laporan tersebut dilayangkan Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, lantaran tak kunjung memeriksa anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

Ambisi Menpora: Indonesia Tembus 10 Besar Olimpiade Satu Dekade Lagi
Olahraga
Ambisi Menpora: Indonesia Tembus 10 Besar Olimpiade Satu Dekade Lagi

Peringkat terbaik yang pernah diraih kontingen Indonesia posisi 24 di Olimpiade Barcelona 1992.

Ombudsman Sebut Langkah Pemerintah Tutupi Jejak Kontak Corona Sudah Tepat
Indonesia
Ombudsman Sebut Langkah Pemerintah Tutupi Jejak Kontak Corona Sudah Tepat

Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih menyatakan langkah pemerintah tak menyebarkan jejak pelacakan kontak pasien corona (Covid-19) ke publik sudah tepat.

Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Terus Bertambah
Indonesia
Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Terus Bertambah

Pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami penambahan.