Peneliti ITS Ciptakan Alat Pendeteksi COVID-19 Lewat Bau Ketiak Aplikasi i-Nose C-19. Foto: Dokumen ITS

MerahPutih.com - Peneliti Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya membuat alat pendeteksi COVID-19 lewat bau keringat ketiak yabg diberi nama i-Nose C-19.

Saat ini, alat tersebut sudah melalui tahap satu uji klinis dan dipresentasikan di hadapan Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Dardak di rumah dinasnya pada, Sabtu (16/1).

Baca Juga

Dalam 24 Jam, Terjadi Penambahan 9 Ribu Pasien Corona

Tim peneliti dipimpin langsung Guru besar ITS, Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno M.Sc Ph.D dari Departemen Teknik Informatika ITS dan melibatkan mahasiswanya dari jenjang magister dan doktoral.

i-Nose C-19 merupakan alat screening corona pertama di dunia yang mendeteksi melalui bau keringat ketiak (axillary sweat odor). Alat ini bekerja dengan mengambil sampel bau keringat ketiak seseorang. Lalu memprosesnya menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

“Keringat ketiak adalah non-infectious, yang berarti limbah maupun udara buangan i-Nose C-19 tidak mengandung Virus COVID-19,” ungkap Riyanarto dalam keterangan resmi di Surabaya, Senin (18/1).

Alat ini lebih unggul dibanding teknologi screening COVID-19 lainnya. Bahkan, sampel dan proses ada pada satu alat, sehingga bisa langsung melihat hasil screening pada i-Nose C-19.

”i-Nose C-19 juga dilengkapi fitur near-field communication (NFC), sehingga pengisian data cukup dengan menempelkan e-KTP pada alat deteksi cepat COVID-19 ini,” tandasnya.

Wagub Jatim, Emil Dardak saat presentasi i-Nose C-19. Foto: Dokumen ITS Surabaya
Wagub Jatim, Emil Dardak saat presentasi i-Nose C-19. Foto: Dokumen ITS Surabaya

Ia menjelaskan, data pada i-Nose C-19 dijamin aman sebab disimpan pada alat maupun cloud. Cloud computing cuiup mendukung i-Nose C-19 bisa terintegrasi dengan publik, pasien, dokter, rumah sakit maupun laboratorium.

”Melalui ragam kelebihan yang ada, i-Nose c-19, karya anak bangsa, hadir untuk menjawab tantangan pandemi Covid-19 yang belum terkendali,” tegasnya.

Dari segi biaya pun cukup terjangkau, i-Nose C-19 juga tidak membutuhkan keahlian khusus untuk pengimplementasinya.

“Scanner ini bisa dilakukan semua orang dengan perangkat pengaman yang lebih sederhana yakni cukup sarung tangan dan masker sebagai perlindungan dasar,” paparnya.

Menurut Riyanarto, i-Nose C-19 melalui proses penelitian selama empat tahun lalu dioptimalkan dengan menyesuaikan virus corona sejak Maret 2019 lalu. Kini, i-Nose C-19 sampai pada fase satu uji klinis.

“Ke depannya akan ditingkatkan lagi data sampling-nya untuk izin edar dan dapat dikomersialkan ke masyarakat,” ungkapnya. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga

Empat Penyebab Kasus COVID-19 di Jakarta Tinggi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyidik Kejagung Periksa Tersangka Eks Politikus Nasdem Andi Irfan di KPK
Indonesia
Penyidik Kejagung Periksa Tersangka Eks Politikus Nasdem Andi Irfan di KPK

KPK fasilitasi tempat penahanan dan pemeriksaan tersangka

Selama Masa Transisi, Anies Minta Warga Tetap Tak Keluar Rumah
Indonesia
Selama Masa Transisi, Anies Minta Warga Tetap Tak Keluar Rumah

Anies mengajak masyarakat untuk disiplin

KPK Tangkap Tersangka Dulu Sebelum Diumumkan, Pengamat: Tak Bertentangan dengan Putusan MK
Indonesia
Demokrat Solo Mengaku Ditawari Rp125 Juta untuk Ikut KLB
Indonesia
Demokrat Solo Mengaku Ditawari Rp125 Juta untuk Ikut KLB

Partai Demokrat Jawa Tengah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai berlogo mercy tersebut.

Ini Alasan Pemerintah Harus Moratorium Pemekaran Daerah
Indonesia
Ini Alasan Pemerintah Harus Moratorium Pemekaran Daerah

Pertimbangan lain pemerintah untuk tidak memekarkan daerah adalah masih ada DOB yang belum optimal.

Kosgoro 1957 Deklarasikan Airlangga Capres 2024
Indonesia
Kosgoro 1957 Deklarasikan Airlangga Capres 2024

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta Kosgoro 1957, kembali menghidupkan dan memberdayakan koperasi untuk membantu perekonomian warga.

Kilang Balongan Terbakar, DPR Minta Pertamina Amankan Pasokan BBM
Indonesia
Kilang Balongan Terbakar, DPR Minta Pertamina Amankan Pasokan BBM

RU VI Balongan menghasilkan produk unggulan seperti Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (Minyak Tanah), LPG, dan Propylene

Update Kasus COVID-19 di DKI Rabu (6/5): Positif 4.709 Orang, 713 Sembuh
Indonesia
Update Kasus COVID-19 di DKI Rabu (6/5): Positif 4.709 Orang, 713 Sembuh

Ada 2.194 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit.

RSUD Soetomo Bantah Tudingan Risma Pernah Tolak Bantuan dari Pemkot Surabaya
Indonesia
RSUD Soetomo Bantah Tudingan Risma Pernah Tolak Bantuan dari Pemkot Surabaya

RSUD Dr Soetomo kan juga dapat bantuan banyak dari provinsi, donatur, juga dari Kemenkes

Listyo Sigit Berencana Hapus Tilang di Jalan, Polda Metro Kirim Proposal ke Pemprov DKI
Indonesia
Listyo Sigit Berencana Hapus Tilang di Jalan, Polda Metro Kirim Proposal ke Pemprov DKI

Sebenarnya permintaan penambahannya antara 50-60 kamera