Peneliti ICW: Semoga Papah Cepat Sembuh diskusi bertajuk "KPK Vs Setnov : Membuka Kotak Pandora" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Ketua DPR Setya Novanto telah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ sewaktu dirinya masih berstatus sebagai tersangka korupsi e-KTP dengan alasan sakit.

Anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mencurigai sakitnya Ketua Umum DPP Partai Golkar itu sebagai dalih untuk kabur dari kasus hukum yang menjeratnya.

Diketahui, Setnov awalnya menjalani perawatan di RS Siloam sebelum akhirnya sepekan kemudian dia menjalani perawatan intensif di RS Premier Jatinegara. Padahal, lazimnya para anggota DPR melakukan perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

"‎Apakah sakit pura-pura atau pura-pura sakit. Suudzonnya begini, kok rumah sakitnya di Premier, kenapa enggak RSPAD. Ini kenapa? Saya tidak tahu, belum terjawab," kata Emerson dalam diskusi bertajuk "KPK Vs Setnov : Membuka Kotak Pandora" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Terlebih, terang Emerson, tentang beredarnya foto Setnov yang tengah terbaring lemah menggunakan alat oksigen yang viral di media sosial. Kata dia, soal foto itu pun tidak adanya penjelasan secara resmi untuk menjawab keraguan publik.

"‎Itu (penjelasan foto) nggak pernah jelas, karena tidak ada proses penyelidikan," imbuhnya.

Lantas dia pun mempertanyakan apakah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bisa melakukan pemeriksaan terhadap Setnov untuk menjawab keraguan di masyarakat.

"‎Karena kita sendiri menyangsikan, karena tiap waktu perkembangan sakitnya tambah banyak," tegasnya.

Karenanya, Emerson menuding sakitnya Setnov‎ hanyalah akal-akalan Ketua Umum Partai Golkar itu untuk mengulur waktu agar tak dijadikan tahanan KPK.

Pasalnya, Setnov dirawat saat mendapat panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka oleh KPK dan baru keluar dari RS setelah praperadilan yang diajukannya memutuskan bahwa dirinya resmi terbebas sebagai tersangka dalam pusara korupsi yang ditaksir merugikan keuangannegara Rp 2,3 triliun.

"Karena ICW sendiri mengamati, ada upaya-upaya tertentu untuk mengulur waktu. ‎Jadi, doa kita tetap sama 'Semoga papah cepat sembuh‎'," pungkasnya. (Pon)

Baca juga berita terkait Setnov dalam artikel berikut: Ikatan Dokter Indonesia Sebut KPK Bisa Periksa Dokter Setnov

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH