Peneliti BRIN Prediksi 1 Syawal 1443 Hijriah Jatuh pada 2 Mei Situasi salat Idul Fitri 1442 Hijriah di lapangan terbuka Kawasan Balap Sepeda Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (13/5/2021). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

MerahPutih.com - Bulan Ramadan memasuki hari ke-17. Namun, masyarakat mulai bertanya-tanya kapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 144 Hijriah ditentukan.

Peneliti Riset Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprediksi 1 Syawal 1443 Hijriah atau Idul Fitri 2022 kemungkinan jatuh pada 2 Mei 2022.

Baca Juga

Polisi Lakukan Pengamanan di 101.454 Titik Selama Lebaran 2022

Apabila prediksi ini benar, maka umat muslim di Indonesia akan serentak merayakan hari kemenangan, Pasalnya, Muhammadiyah sudah menetapkan Lebaran pada 2 Mei 2022.

Thomas menjelaskan, posisi bulan pada 29 Ramadan 1443 atau 1 Mei 2022, di wilayah Indonesia berada pada batas kriteria baru MABIMS. Tingginya sudah di atas 3 derajat, tetapi elongasinya sekitar 6,4 derajat.

Kriteria Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) ini mulai digunakan pemerintah dalam menentukan penanggalan baru.

Selama ini, kriteria hilal awal Hijriah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa (19/4/2022). ANTARA/Asep Firmansyah/Zoom-BRIN
Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa (19/4/2022). ANTARA/Asep Firmansyah/Zoom-BRIN

Menurutnya, dari berbagai pendapat pakar hisab rukyat, kemungkinan besar Idul Fitri akan seragam 2 Mei atau berbarengan dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan sebelumnya. Akan tetapi masih ada potensi perbedaan Idul Fitri 3 Mei 2022.

Potensi perbedaannya karena Indonesia berada pada batas kriteria imkan rukyat, secara astronomi diprakirakan hilal sangat sulit dirukyat. Apalagi pada masa pancaroba saat ini, potensi mendung dan hujan mungkin terjadi di lokasi rukyat. Jadi, ada potensi laporan rukyat menyatakan hilal tidak terlihat.

Baca Juga

Hasil Sidang Isbat, Awal Ramadan 1443 H Jatuh pada Minggu 3 April

Bila itu terjadi, pengamat rukyat mungkin akan mengusulkan di sidang isbat untuk melakukan istikmal, yaitu menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari. Bila sidang isbat menerimanya, maka Idul Fitri mungkin juga 3 Mei 2022.

"Ini yang kemungkinan ada diskusi dalam sidang isbat," ucap Thomas dikutip Antara, Selasa (19/4) Sementara data kuat yang mendukung 1 Syawal jatuh pada 2 Mei, secara hisab posisi bulan pada saat maghrib 1 Mei 2022 di wilayah Sumatera bagian utara dekat dengan batas kriteria elongasi 6,4 derajat. Posisi bulan saat maghrib di Sabang tingginya sudah 5 derajat lebih dan elongasinya sekitar 6,4 derajat.

Ada dukungan kriteria imkan rukyat (visibilitas hilal) Odeh bahwa pada saat maghrib 1 Mei 2022 di sebagian wilayah Indonesia hilal mungkin bisa dirukyat dengan menggunakan alat optik (binokuler atau teleskop).

Kriteria visibilitas hilal Odeh menunjukkan di wilayah Sumatra hilal mungkin bisa dirukyat dengan binokuler atau teleskop. Bila ada laporan rukyat bahwa hilal terlihat kemungkinan akan diterima karena dianggap telah memenuhi kriteria baru MABIMS.

"Apalagi Lembaga Falakiyah PBNU menggunakan definisi elongasi geosentrik dalam kriterianya. Kalau kesaksian rukyat diterima pada sidang isbat, secara syar’i itu sah," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1443 H pada 1 Mei

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dibanding Pemimpin Dunia,  Approval Rating Jokowi Relatif Lebih Tinggi
Indonesia
Dibanding Pemimpin Dunia, Approval Rating Jokowi Relatif Lebih Tinggi

Berdasarkan data dari Political Intelligence Global Leader Approval rating yang dirilis pada Januari 2022. Ada sejumlah nama presiden dan pimpinan negara demokrasi yang disukai warganya.

Ratusan Pelajar Solo Positif COVID-19, Jalani Isoman di Asrama dan Kampus
Indonesia
Ratusan Pelajar Solo Positif COVID-19, Jalani Isoman di Asrama dan Kampus

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah mencatat sebanyak 444 pelajar di Solo terpapar COVID-19.

Pembangunan Krematorium di TPU Tegal Alur  Jakarta Terus Dikebut
Indonesia
Pembangunan Krematorium di TPU Tegal Alur Jakarta Terus Dikebut

Andreas memberikan mesin krematorium itu kepada TPU Tegal Alur lantaran banyak warga yang kesulitan melakukan kremasi selama pandemi COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Foto Josephine Myrtle Corbin, Wanita yang Miliki Empat Kaki
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Foto Josephine Myrtle Corbin, Wanita yang Miliki Empat Kaki

Beredar sebuah narasi pada akun Instagram jevuska yang memperlihatkan foto seseorang yang memiliki empat kaki.

KPK Siap Kembangkan Kasus E-KTP
Indonesia
KPK Siap Kembangkan Kasus E-KTP

KPK memastikan membuka kemungkinan mengusut keterlibatan sejumlah politikus dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Sekjen Gerindra Sowan Gibran, Bahas Pertemuan dengan Prabowo
Indonesia
Sekjen Gerindra Sowan Gibran, Bahas Pertemuan dengan Prabowo

"Beliau (Prabowo) berkeinginan bertemu langsung dengan Gibran. Kita sedang agendakan pertemuan," papar dia.

Cegah Lingkungan Tercemar, Warga Diajak Pilah Obat Kedaluwarsa
Indonesia
Cegah Lingkungan Tercemar, Warga Diajak Pilah Obat Kedaluwarsa

Beberapa langkah dapat dilakukan seperti pemilahan dan pengumpulan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah tangga.

Tjahjo Sebut Lebih dari Sejuta Tenaga Honorer Diangkat Jadi PNS
Indonesia
Tjahjo Sebut Lebih dari Sejuta Tenaga Honorer Diangkat Jadi PNS

Terkait tenaga honorer, melalui PP akan diberikan kesempatan untuk diselesaikan sampai dengan tahun 2023

KPK Buka Opsi Panggil Paksa jika Andi Arief Tak Kooperatif Lagi
Indonesia
KPK Buka Opsi Panggil Paksa jika Andi Arief Tak Kooperatif Lagi

KPK memastikan surat pemanggilan terhadap Andi Arief sudah disampaikan KPK pada 23 Maret 2022.

Warga Keluhkan Pembaharuan Aplikasi PeduliLindungi
Indonesia
Warga Keluhkan Pembaharuan Aplikasi PeduliLindungi

Keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbaharui aplikasi PeduliLindungi dikeluhkan masyarakat.