Penegakan Hukum Semakin Memburuk Versi Survei LSI Ilustrasi - Gabungan komunitas buruh migran melakukan aksi seribu lilin di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (26/4). (Foto: Antara Foto/Fanny Octavianus)

MerahPutih.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei bertajuk "Sikap Publik Terhadap Penundaan Pemilu dan Masa Jabatan Presiden".

Dalam survei tersebut, salah satunya ditemukan mayoritas publik menilai kondisi penegakan hukum nasional trennya semakin memburuk.

"Yang menilai buruk atau sangat buruk lebih banyak, 33,7 persen," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Kamis (3/3).

Baca Juga:

Kejati Jabar Miliki Gedung Baru, Ridwan Kamil Minta Penegakan Hukumnya Harus Bagus

Sementara itu, publik yang menilai penegakan hukum nasional baik sebesar 27,9 persen. Kemudian, publik yang menilai penegakan hukum nasional sedang sebesar 29,9 persen.

"Yang menilai sangat baik 1,8 persen," ujar Djayadi.

Sementara itu, kata Djayadi, melihat tren dari penegakan hukum nasional dari tahun tahun 2021 ke 2022 terus mengalami pemburukan.

"Persepsi negatif menguat, sebaliknya persepsi positif melemah. Dari Desember 2021 hingga Februari 2022," tandasnya.

Baca Juga:

G20 Siapkan Hukum Multilateral Baru Paksa Perusahaan Global Bayar Pajak

Adapun survei LSI ini digelar pada medio 25 Februari - 1 Maret 2022. Survei menggunakan metode simple random sampling, dengan sampel basis sebanyak 1.197 responden dan toleransi kesalahan (margin of error atau MoE ±2,89% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari 34 provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini mewakili 71 persen dari populasi pemilih nasional. (Pon)

Baca Juga:

Pakar Hukum Syariah UIN Akui Pedoman Toa Masjid Penuh Dimensi Keindahan Syiar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Disnaker Solo Terima Aduan Pekerja Terkait THR yang Dicicil Lima Kali
Indonesia
Disnaker Solo Terima Aduan Pekerja Terkait THR yang Dicicil Lima Kali

Disnaker sudah mendapatkan aduan dari pekerja yang menyebut bahwa perusahaannya akan membayar THR Idul Fitri secara dicicil selama lima kali.

Jokowi Sambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Bogor
Indonesia
Jokowi Sambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Bogor

Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Presiden Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (16/6).

Sanksi Setengah Hati Uni Eropa Terhadap Pasokan Minyak Dari Rusia
Dunia
Sanksi Setengah Hati Uni Eropa Terhadap Pasokan Minyak Dari Rusia

Para pemimpin setuju bahwa pengecualian soal embargo akan diberikan pada Hongaria dan negara-negara lainnya yang khawatir akan dampak ekonomi dari penerapan sanksi.

Kapolri Singgung Pelanggaran Oknum Polri Saat Lantik Sejumlah Pati
Indonesia
Kapolri Singgung Pelanggaran Oknum Polri Saat Lantik Sejumlah Pati

Jangan memberikan beban yang berpotensi menjadi penyimpangan

[HOAKS atau FAKTA]: Paracetamol Hingga Vitamin D3 Obat Tangkal Omicron
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Paracetamol Hingga Vitamin D3 Obat Tangkal Omicron

Pasien COVID19 tidak bisa sembarangan dalam mengonsumsi obat, karena obat yang dikonsumsi oleh pasien COVID-19 harus berdasarkan resep.

Perhelatan Skala Besar Dibolehkan, DPR Ingatkan Waspadai Gelombang Ketiga
Indonesia
Perhelatan Skala Besar Dibolehkan, DPR Ingatkan Waspadai Gelombang Ketiga

Pemerintah sudah mengizinkan penyelenggaraan kegiatan besar seperti konser musik hingga acara pernikahan besar dengan pedoman yang ditetapkan.

[HOAKS atau FAKTA]: Enzim Luciferase Dalam Vaksin Bisa Jadi Alat Pelacak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Enzim Luciferase Dalam Vaksin Bisa Jadi Alat Pelacak

Dlam klaim video menyebutkan untuk melancarkan kode mRNA maka harus mengubah sistem kekebalan agar tubuh tidak menganggap mRNA palsu.

KPK Tahan 17 Tersangka Pemberi Suap Pada Bupati Probolinggo dan Politisi Nasdem
Indonesia
KPK Tahan 17 Tersangka Pemberi Suap Pada Bupati Probolinggo dan Politisi Nasdem

KPK total menetapkan 22 orang sebagai tersangka kasus tersebut terdiri dari empat orang sebagai penerima dan 18 orang pemberi suap

Sebelum Ditangkap, Nia Ramadhani Asyik Nyabu di Kediamannya
Indonesia
Sebelum Ditangkap, Nia Ramadhani Asyik Nyabu di Kediamannya

"Iya terakhir kali menggunakan itu pagi sebelum kita tangkap," ucap Panji kepada wartawan, Jumat (9/7).

Polda Metro bakal Jerat Manajemen Holywings dengan UU Wabah Penyakit Menular
Indonesia
Polda Metro bakal Jerat Manajemen Holywings dengan UU Wabah Penyakit Menular

"Kita proses sesuai UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/9).