Pendiri PSSI Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Pendiri sekaligus Ketum PSSI Pertama, Ir Soeratin Sosrosoegondo. Foto: PSSI

MerahPutih.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) genap berusia 90 tahun pada Minggu (19/4). Berdirinya organisasi bal-balan di tanah air tidak terlepas dari sosok Ir Soeratin Sosrosoegondo.

Pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1898 itu merupakan salah satu pendiri sekaligus ketua umum PSSI pertama. Ia dan tujuh belas tokoh dari tujuh wakil klub perserikatan, berkumpul membentuk Persatuan Sepak raga Seluruh Indonesia.

Baca Juga

Yunus Nusi Beberkan Tugas Terdekatnya Usai Jadi Plt Sekjen PSSI

Rapat demi rapat dilakukan malam hari, demi menghindari incaran polisi Belanda agar pertemuan tersebut tidak ditetapkan sebagai gerakan politik. Ketika akhirnya terbentuk, namanya pun tidak memakai kata sepak bola, sehingga tidak dituduh menyaingi organisasi sepak bola Belanda, NIVB alias Nederlands Indische Voetbal Bond.

Pada peringatan 90 tahun berdirinya PSSI yang dimulai dari pergerakan di Yogyakarta itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengajak kita mengenang jasa para pahlawan sepak bola.

“Segala hormat dan doa kita sampaikan kepada Allah SWT untuk para pahlawan sepak bola yang telah berpulang mendahului kita, terutama almarhum Soeratin Sosrosugondo,” ucap Iriawan dilansir laman resmi PSSI, Senin (20/4)

“Kami akan terus berjuang, agar almarhum Bapak Soeratin bisa memperoleh anugerah sebagai pahlawan nasional, atas seluruh jasanya membuat sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa di era pergerakan menuju kemerdekaan,” katanya.

Logo
Logo HUT ke-90 PSSI. Foto: PSSI

Pengabdian Soeratin bagi bangsa pun masih besar di hari tuanya. Dirinya menyanggupi permintaan Ir. Djoeanda untuk memimpin Djawatan Kereta Api (DKA) pada 1949. Akan tetapi, dengan tubuh yang semakin renta, pekerjaan itu sedikit berat. Apalagi, ketika itu perjuangan fisik melawan Belanda terus terjadi.

Setelah sekian lama sakit dan tidak mampu menebus obat, Kisah hidup pendiri sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) pertama itu memang penuh keprihatinan. Dirinya harus rela hidup dalam kesulitan ekonomi hingga akhir hayat. Untuk menebus obat, dia pun harus menelan ludah bulat-bulat. Tidak ada yang dia tinggalkan, kecuali organisasi yang sangat dicintai, yakni PSSI. Organisasi besar yang menjadi media perjuangan bangsa.

Soeratin meninggal dunia pada 1 Desember 1959 pada usia 60 tahun di dalam kemiskinan. Dirinya memilih untuk hidup tenang di sisa umurnya. Sampai tahun ini, PSSI telah menjadi bagian dari kehidupan sejarah panjang Indonesia. Soeratin memang sempat meramalkan bahwa PSSI tidak pernah lepas dari persoalan, karena setiap kepengurusan pasti mempunyai pandangannya masing-masing.

Tetapi, alangkah baiknya semangat persatuan dan kesatuan harus tetap menjadi jati diri atau identitas PSSI. Alangkah bijaknya jika kita sadar bahwa sepak bola adalah harga diri bangsa dan alat pemersatu bangsa. Soeratin tidak pernah meminta kekayaan meski harus mati dalam kemiskinan.

Baca Juga

Umuh Muchtar Ingin Ketua Asprov Jabar Jadi Sekjen PSSI

Soeratin hanya ingin memperjuangkan semangat puluhan juta pemuda Nusantara demi meraih kewibawaan dan harga diri Indonesia. Dia ingin memberi dan mengalirkan gagasan agar makna sesungguhnya dalam sepak bola dapat jadi warisan emas bagi anak cucu bangsa.

Jasanya dalam persepak bolaan nasional diabadikan dalam nama trofi yang diperebutkan dalam kompetisi sepak bola junior tingkat nasional, Piala Soeratin. (*)

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenpora Jelaskan Alasan Shin Tae-yong tak Perlu Dikarantina 14 Hari
Olahraga
Kemenpora Jelaskan Alasan Shin Tae-yong tak Perlu Dikarantina 14 Hari

"Karantina 14 hari itu tidak wajib diikuti Shin Tae-yong. Selama dikenali reaktif, baru karantina 14 hari. Kalau negatif bisa langsung ke lapangan," tutur Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto.

Hasil Pertandingan Liga-liga Eropa: Manchester City dan AC Milan Pesta Gol
Olahraga
Hasil Pertandingan Liga-liga Eropa: Manchester City dan AC Milan Pesta Gol

Serie A dan Premier League kembali menggelar sejumlah pertandingan.

Jadwal Wakil Indonesia di Hari Pertama All England 2020
Olahraga
Jadwal Wakil Indonesia di Hari Pertama All England 2020

Seluruh wakil Indonesia bakal bertanding hari ini.

Ratusan Atlet Jalani Vaksinasi COVID-19
Olahraga
Ratusan Atlet Jalani Vaksinasi COVID-19

Ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga menjalani vaksinasi COVID-19 di Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (26/2).

Renovasi Tempat Latihan Piala Dunia U-20 di Lapangan Kota Barat Capai 20 Persen
Olahraga
Renovasi Tempat Latihan Piala Dunia U-20 di Lapangan Kota Barat Capai 20 Persen

Manager Proyek PT Nindya Karya, Deni Mahardian mengatakan, proyek renovasi Lapangan Kota meliputi perbaikan rumput, ruang ganti pemain, lampu, dan drainase air.

Cara PSSI Lindungi Pemain Timnas Indonesia dari COVID-19
Olahraga
Cara PSSI Lindungi Pemain Timnas Indonesia dari COVID-19

"Kami ada tim untuk sterilisasi area sebelum para pemain ke lapangan, lapangan harus sudah steril dengan disemprot disinfektan," kata dokter Timnas Indonesia, Ahmad Nizar

Messi Dilaporkan Sepakati Gabung Manchester City dengan Kontrak Rp12 Triliun
Olahraga
Messi Dilaporkan Sepakati Gabung Manchester City dengan Kontrak Rp12 Triliun

City ingin Messi untuk memperkuat klub milik City Football Groupp yang berkompetisi di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, New York City FC.

Beckham Harap Timnas Indonesia U-19 Catat Hasil Manis Lawan Dinamo Zagreb
Olahraga
Beckham Harap Timnas Indonesia U-19 Catat Hasil Manis Lawan Dinamo Zagreb

Gelandang timnas U-19, Beckham Putra menyatakan, timnya siap menghadapi Dinamo Zagreb.

Merindukan Sepak Bola di Tengah Pandemi COVID-19
Olahraga
Merindukan Sepak Bola di Tengah Pandemi COVID-19

"Saya, rekan-rekan saya, pemain, pelatih dan pegiat sepak bola merindukan sepak bola. Kami merindukan berteriak bersama, bernyanyi, dan merayakan gol bersama kalian semua," tambah mantan pemain PSM Makassar tersebut.

Shin Tae-yong Didesak Segera Bentuk Kerangka Timnas Indonesia U-20
Olahraga
Shin Tae-yong Didesak Segera Bentuk Kerangka Timnas Indonesia U-20

Pernyataan ini disampaikan mantan pelatih Bali United itu usai melakukan paparan kepada Ketua Umum, Mochamad Iriawan