Pendidikan Pancasila Bakal Jadi Pelajaran Wajib dari PAUD Hingga Perguruan Tinggi Romo Benny Susetyo. Foto: ist

MerahPutih.Com - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengungkapkan, pihaknya sudah merumuskan garis haluan kebijakan Pancasila.

Romo Benny mengatakan, pendidikan Pancasila diarusutamakan sejak anak usia dini hingga mahasiswa.

Baca Juga:

Tahun Ajaran 2020, Kemendikbud Pisahkan Pelajaran Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan

“Itu sebabnya dibutuhkan sinergi BPIP dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar Pancasila ini bisa masuk dalam mata pelajaran wajib,” kata Romo Benny dalam keteranganya yang dikutip di Jakarta, Selasa (19/11).

Staf Khusus Presiden Romo Benny ungkap Pancasila akan diajarkan dari PAUD hingga mahasiswa
Romo Benny Susetyo (Foto: Instagram @susetyobenny)

Ia brujar, Pancasila harus jadi mata pelajaran wajib. Sebab, di tengah perkembangan teknologi, muncul persoalan dehumanisasi.

Teknologi yang seharusnya menjadi alat pemersatu dan mempermudah manusia, lanjut Benny, malah menjadi alat untuk pemecah belah dan menghancurkan kemanusiaan. Karenanya, tantangan ke depan adalah membangun komunikasi yang humanis.

“Membangun ruang-ruang dialog, ruang perjumpaan anak-anak bangsa yang berbeda-beda keyakinan, strata sosial, budaya dan lainnya maka kemanusiaan akan makin ditingkatkan melalui solidaritas, kebersamaan dan gotong royong,” jelas Benny.

Sementara itu, Rektor Untar Prof Agustinus Purna Irawan mendukung upaya BPIP mengembalikan Pancasila sebagai mata pelajatan wajib dari mulai PAUD hingga perguruan tinggi.

Dia ingin, cara penyajiannya lebih kekinian dan tidak teoretis.

Baca Juga:

Jokowi Sebut Pendidikan Pancasila harus Diajarkan Sejak PAUD

Hal ini supaya siswa dan mahasiswa langsung dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila. Bukan sekadar menghafal sila-silanya.

“Salah satu contoh pengamalan Pancasila adalah komunikasi humanis. Para pejabat, tokoh nasional, publik figur yang sering tampil di TV harus memberi contoh berkomunikasi humanis yang benar. Bukan mengajarkan komunikasi perpecahan,” pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Jimly: Pendidikan Pancasila Harus Diamalkan



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH