Penderita Gangguan Irama Jantung Boleh Berhubungan Seksual, Tapi Ada Aturannya Penderita gangguan irama jantung. (Foto: Pixabay)

SELAMA ini ada hoaks yang menyebutkan penderita gangguan irama jantung alias aritmia tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Hoaks tersebut dibantah dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita.

"Kalau (aritmia) sudah tertangani baik, aktivitas fisik moderate dan aktivitas seksual moderate boleh dilakukan. Namun, tetap ada batasan. Tidak boleh berat," papar dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr Dicky Armein Hanafy, Sp JP(K).

Selain itu aktivitas seksual juga perlu disesuaikan dengan kelainan aritmia yang diderita. Memeriksa perkembangan penyakit aritmia yang diderita menjadi wajib agar dapat mengetahui kadar aktivitas seksual yang dapat dilakukan.

Gejala aritmia yang paling mudah dikenali ialah jantung berdebar. Gejala ini dapat menjadi indikator adanya aktivitas jantung yang abnormal dan kelainan irama jantung. Acua berdebar abnormal ialah frekuensinya di bawah 60 kali per menit atau lebih dari 100 kali per menit.

Pada kondisi istirahat, aktivitas jantung biasanya tak terasa. Namun, setelah olahraga berat atau mengalami stres, denyut jantung dapat dirasakan untuk suatu periode singkat.

Anda dapat mendiagnosis aritmia dengan electrocardiogram yang dikenal dengan ECG. Jantung sering berdebar, padahal sedang tidak merasa jatuh cinta? Kalau begitu, Anda mesti waspada. Jangan-jangan Anda menderita gangguan irama jantung. (*)

Sumber: ANTARA

Baca juga artikel tentang kesehatan di sini: Obesitas Di Usia 8 Tahun? Waspada Penyakit Jantung!


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH