Pendemo UU Ciptaker Jangan Anarkis, Ketua DPRD DKI: Sayang, Uang dari Rakyat Juga Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mempersilahkan berbagai kalangan dari buruh, mahasiswa dan organisasi masyarakat (ormas) untuk menggelar aksi unjuk rasa menolak Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Karena menurut Prasetyo penyampaian aspirasi dan melaksanakan aksi demonstrasi telah dijamin dan dilindungi konstitusi dan UU.

"Silakan (demo aksi tolak UU Cipta Kerja). Hak bicara masyarakat, mahasiswa, atau buruh untuk berbicara, silakan," ucap Prasetyo di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

Baca Juga

Antisipasi Tindakan Anarkistis, Belasan Ribu Personel TNI-Polri Jaga Demo PA 212 cs

Hanya saja, politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan, kepada massa aksi unjuk rasa agar berjalan tertib dan tak membuat anarkis seperti demo protes UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10).

Sebab, ia menyampaikan, bila fasilitas umum (fasum) menjadi sasaran amuk massa yang bertindak anarkis, hal itu juga yang merugikan masyarakat. Sebab, biaya perbaikan fasum yang dirusak berasal dari uang pembayaran pajak warga.

Dengan begitu, Prasetyo mengimbau kepada para demonstran untuk bisa tertib dalam penyampaian tuntutan mengenai UU Cipta Kerja ini.

"Tapi gak boleh anarkis, karena apapun juga yang dirusak itu uang rakyat, uang dari rakyat juga. Kan sayang," tuturnya.

Adapun diketahui, sebanyak 45 Halte TransJakarta yang ada di Jakarta dirusak massa saat aksi demonstrasi tolak UU Omnibus Lawa Cipta Kerja, pada Kamis (8/10) lalu.

Pemprov DKI pun harus mengeluarlan biaya sebesar Rp65 miliar untuk perbaikan 45 Halte TransJakarta yang dirusak massa dalam aksi tersebut.

"Kerugian untuk halte itu diperkirakan per hari ini Rp65 miliar," ujar Anies di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10).

Baca Juga

350 Personel Satpol PP DKI Diterjunkan Amankan Aksi Demo UU Ciptaker

Tak hanya itu ada sejumlah fasilitas umum yang dirusak massa saat aksi Kamis (8/10) lalu diantaranya plang rambu lalu lintas; sejumlah pos polisi; pot tanaman di kawasan Jakpus; dan Bioskop Grand Theater, Pasar Senen, Jakpus. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Kata Sekjen PDIP Soal Peluang Menantu Jokowi di Pilwakot Medan
Indonesia
Ini Kata Sekjen PDIP Soal Peluang Menantu Jokowi di Pilwakot Medan

Ada sejumlah nama calon Wali Kota Medan yang mencuat dari internal dan tokoh-tokoh lain.

 Tahun Baru Imlek, Pemkot Solo Akan Gelar Event Budaya Garebeg Sudiro
Indonesia
Tahun Baru Imlek, Pemkot Solo Akan Gelar Event Budaya Garebeg Sudiro

"Garebeg Sudiro ini agenda budaya yang diadakan dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Kami mengadakan acara ini di Kelenteng Tien Kok Sie sejak tahun 2008," terangnya.

Cek Rekening, Subsidi Gaji Tahap IV Cair
Indonesia
Cek Rekening, Subsidi Gaji Tahap IV Cair

Jika minggu kemarin data diserahkan ke kami pada hari Rabu, maka proses check-list maksimal selesai Selasa (hari ini)," kata Ida dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/9).

Jika Besok Mangkir Lagi, Anita Kolopaking Bisa Dijemput Paksa Bareskim
Indonesia
Jika Besok Mangkir Lagi, Anita Kolopaking Bisa Dijemput Paksa Bareskim

Anita Kolopaking telah dijadikan tersangka dengan jeratan Pasal 263 ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu

  Tak Hanya Corona, DPRD Ingatkan Pemprov DKI Tak Lengah Tangani DBD
Indonesia
Tak Hanya Corona, DPRD Ingatkan Pemprov DKI Tak Lengah Tangani DBD

Adapun Dinkes DKI mencatat sudah ada 970 kasus DBD di Jakarta dengan rincian 275 kasus pada Januari 2020, 600 kasus pada Februari 2020, dan 95 kasus pada Maret 2020.

Awas, Kamera E-Tilang Dipasang di Ruas Mampang hingga Ragunan
Indonesia
Awas, Kamera E-Tilang Dipasang di Ruas Mampang hingga Ragunan

E-tilang bisa merekam penindakan terhadap pengendara sepeda motor yang melanggar.

 Hindari Citra Negatif Saat Bubarkan Kerumunan Warga, Polisi Harus Hati-Hati
Indonesia
Hindari Citra Negatif Saat Bubarkan Kerumunan Warga, Polisi Harus Hati-Hati

Menurut Karyono, tindakan pembubaran kerumunan dan mengamankan warga yang masih bandel acapkali dinilai rentan terhadap pelanggaran HAM.

Kasus Corona DKI Senin (7/9): 47.796 Positif, 35.431 Sembuh
Indonesia
Kasus Corona DKI Senin (7/9): 47.796 Positif, 35.431 Sembuh

Adapun penambahan kasus positif di Jakarta sebanyak 703 jiwa.

Alasan Polisi Tak Gelar Razia Selama Operasi Zebra Jaya 2020
Indonesia
Alasan Polisi Tak Gelar Razia Selama Operasi Zebra Jaya 2020

Persentase penindakan hanya sebesar 20 persen

Sespri Ungkap Djoko Tjandra Transfer Rp1,6 Miliar ke Anita Kolopaking
Indonesia
Sespri Ungkap Djoko Tjandra Transfer Rp1,6 Miliar ke Anita Kolopaking

Fransisca mengklaim, tak mengetahui tujuan pemberian uang dari Djoko Tjandra kepada Anita.