Pencurian Museum Louvre, 2 Pencuri Ditangkap saat akan Kabur ke Luar Neger

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 27 Oktober 2025
Pencurian Museum Louvre, 2 Pencuri Ditangkap saat akan Kabur ke Luar Neger

Mahkota Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III, yang tercecer saat pencurian terjadi.(foto: Museum Louvre)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DUA tersangka ditangkap terkait dengan pencurian perhiasan berharga dari Museum Louvre di Paris. Kantor Kejaksaan Paris menyatakan salah seorang pria ditahan saat bersiap untuk naik pesawat di Bandara Charles de Gaulle.

Dalam pernyataannya, dikutip BBC, Kejaksaan Paris mengatakan penangkapan dilakukan pada Sabtu (25/10) malam. Namun, pihak kejaksaan tak merinci berapa banyak orang yang ditahan. Salah seorang tersangka disebut sedang bersiap melakukan perjalanan ke Aljazair, sedangkan satu lainnya diduga akan menuju Mali. Demikian diungkap sumber kepolisian yang dikutip media Prancis. Polisi khusus kini dapat menahan dan memeriksa mereka hingga 96 jam.

Menurut laporan media Prancis pada Minggu, identifikasi salah seorang tersangka dilakukan berkat temuan DNA di lokasi kejadian. Kelompok pencuri itu meninggalkan sejumlah barang, termasuk sarung tangan dan jaket berwarna cerah (high-vis jacket). Sebelumnya, dilaporkan bahwa mereka menjatuhkan sebuah mahkota yang dahulu dimiliki Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III.

Sementara itu, Kejaksaan Paris mengkritik pengungkapan informasi yang terlalu dini terkait dengan kasus ini mereka menilai hal itu menghambat upaya untuk menemukan kembali perhiasan yang dicuri serta menangkap seluruh pelaku.

Baca juga:

Museum Louvre Kemalingan, Jaksa Sebut Pencuri Bawa Perhiasan Senilai Rp 1,54 Triliun



Barang-barang senilai 88 juta euro (sekira Rp 1,54 triliun) dicuri dari museum yang paling banyak dikunjungi di dunia itu pada Minggu (19/10). Empat pencuri bersenjatakan alat pemotong listrik menerobos masuk ke gedung tersebut di siang bolong.

Para pencuri dilaporkan tiba pada pukul 09.30 waktu setempat, tak lama setelah museum dibuka untuk pengunjung. Mereka datang dengan lift mekanis yang dipasang di kendaraan untuk mencapai Galerie d’Apollon (Galeri Apollo) melalui balkon yang menghadap ke Sungai Seine. Foto dari lokasi kejadian memperlihatkan tangga yang menjulur hingga ke jendela lantai satu.

Dua dari para pencuri masuk dengan memotong kaca jendela menggunakan alat pemotong listrik. Mereka kemudian mengancam petugas keamanan, yang segera mengevakuasi lokasi, dan memotong kaca dua etalase yang berisi perhiasan.

Menurut laporan awal dari media Prancis, sepertiga ruangan di area museum yang diserang ternyata tidak dilengkapi kamera CCTV. Polisi Prancis mengatakan para pencuri berada di dalam gedung selama empat menit dan melarikan diri menggunakan dua skuter yang menunggu di luar pada pukul 09.38.

Baca juga:

Museum Louvre Kemalingan, Sistem Keamanan Dipertanyakan


Direktur museum, Laurence des Cars, mengatakan kepada para senator Prancis minggu ini bahwa satu-satunya kamera yang mengawasi dinding luar Louvre, tempat para pencuri masuk, ternyata menghadap menjauh dari balkon lantai satu yang menuju Galeri Apollo. Ia menambahkan bahwa CCTV di sekitar area luar museum juga lemah dan sudah usang sehingga staf gagal mendeteksi keberadaan kelompok tersebut lebih awal untuk mencegah pencurian.

Para ahli kini khawatir bahwa perhiasan tersebut mungkin sudah dihancurkan menjadi ratusan potongan. “Emas dan perak bisa dilelehkan, sedangkan batu permata bisa dipotong menjadi potongan kecil yang hampir mustahil dilacak kembali ke pencurian ini,” kata detektif seni asal Belanda, Arthur Brand, dikutip BBC.

Langkah-langkah keamanan kini telah diperketat di seluruh institusi budaya Prancis. Setelah peristiwa pencurian itu, Louvre memindahkan beberapa perhiasan paling berharga mereka ke Bank of France. Barang-barang tersebut kini disimpan di ruang brankas paling aman milik bank tersebut, yang terletak 26 meter di bawah lantai dasar gedung elegannya di pusat Kota Paris.(dwi)

Baca juga:

Aji Mumpung Banget deh, Produsen Lift Manfaatkan Momen Perampokan Museum Louvre Jadi Kampanye Iklan Baru

#Museum Louvre #Prancis #Pencurian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
RUU itu bertujuan mengatur "ganti rugi atas kerusakan akibat kekerasan atau perusakan yang dilakukan di ruang publik serta pemulihan kerugian."
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
Olahraga
Apes Kuadrat! MU Kalah Telak di Italia, Rumah Bruno Fernandes Malah Dibobol Maling
Kabar buruk menimpa kapten MU! Rumah Bruno Fernandes dibobol maling saat ia bertanding di Liga Champions. Cek kronologi dan detail kerugiannya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Apes Kuadrat! MU Kalah Telak di Italia, Rumah Bruno Fernandes Malah Dibobol Maling
Dunia
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Seruan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang diikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar seusai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Rabu (21/10).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Dunia
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Vinted, yang didirikan di Lituania pada 2008, telah berkembang menjadi salah satu pasar barang bekas terbesar di Eropa.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Dunia
Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Pihak militer akan diterjunkan mendampingi aparat kepolisian.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
 Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Dunia
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Dunia
Kebun Anggur Top Italia Dibobol Perampok, Anggur Senilai Lebih Rp 90 Miliar Raib
Anggur yang dicuri seluruhnya berasal dari 2023 dan mencakup beberapa label paling dicari dari kilang anggur tersebut
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Kebun Anggur Top Italia Dibobol Perampok, Anggur Senilai Lebih Rp 90 Miliar Raib
Dunia
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Dunia
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Mendagri Laurent Nunez usai kerusuhan massal. 2.400 orang ditangkap & 1.500 toko dijarah. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Bagikan