Pencurian Data Bank Indonesia Terus Berlanjut, Pakar: Ransomware Conti Sangat Berbahaya Tangkapan layar info pencurian data Bank Indonesia. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Postingan terbaru di akun Twitter @darktracer_int menyebutkan bahwa grup ransomware conti mengunggah data internal Bank Indonesia yang mereka curi. Bahkan, jumlah komputer internal Bank Indonesia yang disusupi terus bertambah.

Jumlah komputer internal milik BI yang diklaim disusupi oleh grup ransomware conti, yakni semula 16 unit, hingga 30 Januari 2022 bertambah menjadi 513 unit.

Baca Juga:

Dugaan Kebocoran Server Kemenkes, Kemenkominfo Minta Lembaga Serius Kelola Data

Unggahan data Bank Indonesia yang sebelumnya ukurannya 487 megabita, kemudian naik menjadi 44 gigabita, 130 gigabita, hingga Minggu bertambah lagi menjadi 228 gigabita.

Pakar keamanan siber Doktor Pratama Persadha memandang perlu pihak Bank Indonesia segera menghentikan kebocoran data mengingat sampai Minggu (30/1) malam grup ransomware conti masih melanjutkan ancaman untuk membuka lebih banyak data bocor milik BI.

"Hingga 30 Januari 2022, serangan dari grup ransomware conti ini sudah di-update sampai empat kali," kata Pratama Persadha di Semarang, Senin (31/1).

Ia menyebutkan, pada tangkapan layar yang dicuitkan juga diklaim bahwa 228 gigabita tersebut hanya 6 persen dari total kebocoran data yang dimiliki grup ransomware conti.

Jika klaimnya benar, kata Pratama, bisa dipastikan total data kebocoran internal bank sentral Republik Indonesia ini yang dimiliki oleh grup ransomware conti berjumlah 3,8 terabita.

Bila dibandingkan dengan 91 juta data Tokopedia yang hanya sebesar 28 gigabita, berisi banyak data pribadi di dalamnya, seperti user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone, dan password.

"Maka, kebocoran data BI merupakan kasus yang luar biasa. Hingga saat ini rekor kebocoran terbesar masih dipegang kasus Sony Picture sebesar 10 terabita atau 10.000 gigabita. Hal ini terjadi pada tahun 2014," ujarnya.

Pratama mengemukakan, semua serangan mengincar data. Selain 91 juta data Tokopedia, ada data e-HAC Kemenkes, BRI Life, Pertamina-PTC, dan saat ini Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (Foto: Antara)
Bank Indonesia. (Foto: Antara)

Menurut dia, hal ini menjadi berbahaya karena hampir semua lembaga pemerintah mempunyai data penting dan rahasia. Oleh karena itu, selain mitigasi, hal yang harus mendapat perhatian adalah kesadaran keamanan siber sejak membangun sistem dan faktor keamanan menjadi prioritas.

Ia menegaskan, penyelenggara sistem elektronik (PSE) yang mengalami peretasan serta kebocoran wajib transparan kepada masyarakat. Hal ini karena, reputasi geng ransomware conti sebagai grup hacker yang sangat berbahaya.

Pratama mengungkapkan, kebocoran data yang berlanjut ini mungkin menjadi bukti bahwa Bank Indonesia tidak menuruti kemauan dari peretas conti, misalnya, dengan meminta tebusan sejumlah uang.

"Jadi, kasus ini memang bukan peretasan baru, melainkan memang conti mengeluarkan sedikit demi sedikit dari data yang mereka dapat untuk mengancam korbannya yang dalam hal ini pihak Bank Indonesia," ujarnya. (*)

Baca Juga:

Kominfo Bagikan Tips Mencegah Tersebarnya Data Pribadi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bawaslu Soroti Potensi Persoalan Gangguan Sipol Terulang di Pemilu 2024
Indonesia
Bawaslu Soroti Potensi Persoalan Gangguan Sipol Terulang di Pemilu 2024

Mengakses Sistem Informasi Politik (Sipol) jadi syarat utama untuk mendaftar di Pemilu 2024.

Penjelasan Pemerintah Atur Pembelian Pertalite dan Solar
Indonesia
Penjelasan Pemerintah Atur Pembelian Pertalite dan Solar

Tenaga Ahli KSP, Hageng Nugroho berdalih pengaturan pembelian pertalite dan solar subsidi ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga ketersediaan suplai dengan mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat.

PDIP Sebut Kunjungan Anies ke Eropa untuk Jalan-jalan
Indonesia
PDIP Sebut Kunjungan Anies ke Eropa untuk Jalan-jalan

Pada Selasa (10/5) kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bertolak dalam kunjungan ke negara Eropa, yakni Inggris, Perancis, dan Jerman.

Beras Melimpah, Pemerintah Siap Hadapi Potensi Krisis Pangan Dunia
Indonesia
Beras Melimpah, Pemerintah Siap Hadapi Potensi Krisis Pangan Dunia

Tahun ini Indonesia memiliki surplus produksi beras sebanyak 7 juta ton.

Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas Bagi Daerah yang Capaian Vaksinasinya Rendah
Indonesia
Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas Bagi Daerah yang Capaian Vaksinasinya Rendah

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, akan memberikan sanksi kepada daerah yang capaian vaksinasinya rendah.

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Bos Bank Panin Mu'min Ali di Kasus Suap Pajak
Indonesia
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Bos Bank Panin Mu'min Ali di Kasus Suap Pajak

KPK bakal mendalami keterangan saksi yang menyebut pemilik PT Bank Pan Indonesia Mu'min Ali Gunawan, mengutus orang kepercayaannya, Veronika Lindawati untuk mengurus pengurangan nilai pajak Bank Panin.

Arus Mudik Mulai Padat, Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek
Indonesia
Arus Mudik Mulai Padat, Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek

Contraflow dari KM 47 sampai dengan GT Cikampek Utama KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek diberlakukan sejak pukul 07.36 WIB.

Raperda Larangan Perdagangan Daging Anjing di Solo Terganjal UU
Indonesia
Raperda Larangan Perdagangan Daging Anjing di Solo Terganjal UU

Rencana Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka membuat peraturan daerah (Perda) terkait larangan perdagangan daging anjing tidak berjalan mulus.

Revitalisasi TIM Hampir Rampung, Ruang Terbuka Hijau Lebih Banyak
Indonesia
Revitalisasi TIM Hampir Rampung, Ruang Terbuka Hijau Lebih Banyak

Tahap kedua tahap ketiga sedang menyusul progresnya

Kejati DKI Naikkan Kasus Dugaan Korupsi PT PGAS Solution ke Penyidikan
Indonesia
Kejati DKI Naikkan Kasus Dugaan Korupsi PT PGAS Solution ke Penyidikan

"Kejati DKI meningkatkan status penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada PT PGAS Solution dalam pembelian dan sewa alat pembuatan sumur Geothermal di Sabang Aceh pada 2018 ke penyidikan," ucap Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam