Pencairan Dana Kelurahan Disebut Pencitraan, Tim Jokowi Heran Dulu Oposisi Diam Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Arsul Sani. Foto: MP/Fadhli

MerahPutih.com - Pencairan dana kelurahan yang direncanakan bakal dikucurkan tahun 2019 mendapat cibiran kubu oposisi. Mereka menyebut, pencairan dana kelurahan merupakan pencitraan pemerintah lantaran digelar di tahun politik.

Merespon hal itu, Wakil Ketua TKN KIK Arsul Sani menjelaskan bahwa Dana Kelurahan sudah dibahas dalam RAPBN.

"Jadi ini yang sering terjadi dipembahasan RAPBN fraksi-fraksi yang partainya diluar koalisi indonesia kerja itu tidak mengatakan menentang, setuju-setuju saja, tidak menyoroti, tidak bilang engga, tetapi kemudian di luar mengatakan bahwa ini pencitraan dan segala macem," ujar Arsul di Posko Cemara, Sabtu (20/10).

Seharusnya kata Sekjen PPP itu, jika tidak setuju pihak oposisi bisa melakukan penolakan saat pembahasan. Bukan sebaliknya, berkoar-koar saat sudah disepakati.

Sekjen PPP Arsul Sani (MP/Fadhli)

"Tapi ya buat saya wajar saja kalau yang menjadi katakanlah kontestan yang ada di seberang dari yang kubu pemerintahan selalu akan mengatakan demikian," tukasnya.

"Tapi sepanjang itu sudah dibahas di APBN, sudah disahkan, sudah diketok oleh DPR dan pemerintah ga ada yang salah, kecuali kalau ga setuju terus hingga sampai terjadi voting," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana akan segera mencairkan dana kelurahan mulai tahun 2019 mendatang.

Dana kelurahan diberikan untuk meningkatkan percepatan pemerataan pembangunan di kelurahan dan menunjang kesejahteraan rakyat.

Untuk besarannya sendiri ditentukan oleh Kementerian Keuangan. Namun menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo Dana Kelurahan nominalnya dipastikan akan lebih kecil dibandingkan Dana Desa.

"Jumlahnya tentu berbeda dengan jumlah dana desa. Kan luas wilayahnya kecil. Mungkin jumlah penduduknya besar, tapi berbeda masalahnya. Infrastruktur di pedesaan lebih kompleks dan luas. Setidaknya kelurahan ada tambahan subsidi, entah berapa tambahannya itu," kata Tjahjo beberapa waktu lalu. (fdi)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH