Penangkapan Romahurmuziy Bawa Angin Segar Bagi Pasangan Prabowo-Sandi Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Operasi tangkap tangan mantan Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy oleh KPK mendatangkan angin segar untuk pasangan calon (paslon) Prabowo-Sandi.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memprediksi suara untuk Jokowi-Ma'ruf bakal tergerus.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan para calon pemilih paslon nomor satu akan berpikir ulang dengan kasus ini. Lantaran mereka ragu untuk memilih paslon yang memilili kolega tersangkut korupsi. Seperti yang diketahui, Rommy selama ini mendukung paslon Jokowi- Ma'ruf untuk terpilih kembali.

"Masyarakat kita makin kritis n cerdas. Minimal kejadian kemarin membuat masyarakat berpikir ulang untuk memilih," kata Sudirman Said usai menghadiri acara di UGM Yogyakarta, Kamis (21/3).

Rommy saat digelandang ke Gedung KPK Jakarta
Romahurmuziy tiba di KPK. (MP/Ponco Sulaksono)

Mantan Menteri ESDM ini menekankan saat ini Indonesia butuh pemimpin yang jujur dan bersih. Namun kejadian OTT tersebut membuktikan bahwa tim paslon nomor satu bermasalah.

"Orang-orang yang ditenggarai punya kasus hukum diduga bergabung ke pertahanan. Terbukti di tim sebelah banyak orang-orang yang bermasalah," kata Sudirman.

BPN belum berencana "PDKT" ke pengurus baru PPP untuk menggaet suara simpatisan.

Pasalnya Sudirman yakin walau pemimpin partai berlambang Kabah tersebut mendukung petahana, kader dan simpatisan PPP di lapangan banyak yang mendukung Prabowo- Sandi.

Salah satunya adalah pemuda Ka'bah yang menjadi salah pendukung Sudirman Said pada Pilgub Jateng lalu.

"Di Jawa Tengah sebagian besar mendukung saya. Biarkan dinamika terjadi,"pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan 3 tersangka kasus suap jabatan di Kemenag. Ketiganya adalah Ketua Umum partai PPP Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Rommy terjaring ott KPK pada Jumat (15/03). Pria kelahiran Yogyakarta itu diduga menerima suap senilai Rp300 juta dari Haris dan Muafaq untuk memuluskan keduanya naik jabatan.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Diprotes, KPU Perbolehkan Capres-Cawapres Bawa Contekan Saat Debat

Kredit : patricia


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH