Penangkapan Munarman Dinilai Tepat Sekaligus Mengejutkan Eks Sekretaris Umum DPP FPI Munarman. ANTARA/Boyke Ledy Watra

MerahPutih.com - Penangkapan Munarman, mantan sekretaris ormas yang dibubarkan, Front Pembela Islam (FPI) menuai pujian.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim mengatakan, sikap Polri ini sudah sejalan dengan perintah undang-undang.

"Siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana terorisme harus ditindak tegas,” katanya kepada wartawan, Kamis (29/4).

Baca Juga:

Mata Munarman Ditutup Saat Digiring ke Penjara, Polisi: Standar Internasional

Menurut Luqman, keterlibatan Munarman dalam jaringan terorisme merupakan fenomena memprihatinkan.

Ini menunjukkan jaringan radikalisme dan terorisme sudah menyusup ke mana-mana.

“Karena itu, saya lihat sejak tersiar kabar penangkapan Munarman oleh Densus 88 kemarin sore, respons positif, apresiasi dan dukungan masyarakat terhadap Densus 88 luar biasa antusiasnya,” ujar Luqman.

Dia menegaskan, terorisme merupakan kejahatan luar biasa karena merusak kedamaian dan ketertiban masyarakat.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya Densus perlu memproses siapa pun yang diduga terlibat terorisme. Tentu dengan dasar bukti permulaan yang cukup.

“Densus 88 Antiteror Polri telah bekerja profesional, tegas, dan tanpa pandang bulu melakukan penindakan kejahatan terorisme di tanah air,” kata Luqman.

Munarman tiba di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Selasa (27-4-2021) malam, dengan dikawal oleh polisi. ANTARA/HO
Munarman tiba di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Selasa (27-4-2021) malam, dengan dikawal oleh polisi. ANTARA/HO

Luqman menambahkan, karena makin canggihnya teknologi yang digunakan jaringan terorisme, maka peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan.

Terutama untuk segera melaporkan jika ada kegiatan atau pihak yang dicurigai di lingkungan sekitar akan sangat membantu Polri.

Penangkapan Munarman dianggap cukup mengejutkan. Karena Munarman merupakan tokoh publik.

"Ia juga pernah aktif di YLBHI, namun ternyata diduga kuat sebagai tokoh yang menggerakkan jaringan terorisme di tanah air,” ujarnya.

Polri memberikan penjelasan terkait status hukum mantan Sekretaris Umum FPI Munarman yang ditangkap pada Selasa (27/4).

Polri menegaskan bahwa status Munarman saat ini adalah tersangka.

Baca Juga:

Mabes Polri Santai Tanggapi Ancaman Praperadilan Oleh Kubu Munarman

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, alasan mengapa Munarman ditutup mata dan diborgol tangannya saat tiba di Polda Metro Jaya.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan untuk mengikuti standar internasional dalam menangkap pelaku tindak pidana terorisme.

"Ya itu kan standar internasional penangkapan tersangka teroris, ya harus seperti itu," tuturnya.

Dia juga mengungkap alasan mengapa tangan Munarman diborgol.

Menurut Ramadhan, alasan tangan Munarman juga diborgol lantaran di mata hukum semua orang sama.

Ia menegaskan, semua orang tidak ada yang berbeda di mata hukum.

"Jadi dalam hukum itu ada asas persamaan di muka hukum, semua pelaku teror juga ditutup matanya," tutur dia. (Knu)

Baca Juga:

Terungkap! Ini Dia Wanita yang Tandatangani Surat Penangkapan Munarman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sama dengan Jokowi, Erdogan Disuntik Vaksin Sinovac
Indonesia
Sama dengan Jokowi, Erdogan Disuntik Vaksin Sinovac

Turki bakal mendatangkan lagi 25 sampai 30 juta dosis vaksin Sinovac, Tiongkok.

Gibran Tutup Tempat Isolasi Terpusat dan Alihkan untuk Jualan UMKM
Indonesia
Gibran Tutup Tempat Isolasi Terpusat dan Alihkan untuk Jualan UMKM

Dikatakannya, lokasi karantina terpusat yang ditutup, yakni Solo Techno Park (STP), SMPN 25, SMPN 19, SMPN 8, SDN Cemara 2. Lokasi karantina tersebut sudah dibersihkan semua.

Polisi Tegaskan Belum Ada Pelanggaran Atas Maklumat Kapolri Soal FPI
Indonesia
Polisi Tegaskan Belum Ada Pelanggaran Atas Maklumat Kapolri Soal FPI

Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis menuai sorotan terkait dengan salah poinnya di 2d, yang berbunyi 'Masyarakat tidak mengakses, mengunggah dan menyebar luaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial'.

Hari Sumpah Pemuda, Menpora: Kita Harus Bergerak dan Bangkit Bersama
Indonesia
Hari Sumpah Pemuda, Menpora: Kita Harus Bergerak dan Bangkit Bersama

Di hari peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Menpora Zainudin Amali menyampaikan pesan kepada pemuda Indonesia.

Mau Divaksin, Ma'ruf Amin Berikan Contoh yang Baik
Indonesia
Mau Divaksin, Ma'ruf Amin Berikan Contoh yang Baik

Wapres juga mengajak masyarakat kelompok lansia dan rentan untuk mau melaksanakan vaksinasi

Puluhan Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang
Indonesia
Puluhan Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Bareskrim Polri telah memeriksa puluhan saksi dalam kasus penyerangan petugas oleh enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

Langgar Kode Etik, Lili Pintauli Siregar Hanya Dihukum Potong Gaji
Indonesia
Langgar Kode Etik, Lili Pintauli Siregar Hanya Dihukum Potong Gaji

Mantan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu juga dijatuhi sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok 40 persen selama 12 bulan.

Polisi Dikabarkan Tewas dan Anggota Kopassus Alami Luka Akibat Penyeroyokan
Indonesia
Polisi Dikabarkan Tewas dan Anggota Kopassus Alami Luka Akibat Penyeroyokan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengeroyokan itu terjadi di Jalan Falatehan I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu, 18 April 2021 sekitar pukul 05.30 WIB.

Seluruh Alumni Akpol Diminta Bikin Program Vaksinasi
Indonesia
Seluruh Alumni Akpol Diminta Bikin Program Vaksinasi

Kegiatan serbuan vaksinasi ini dilaksanakan dalam rangka Bakti 27 Tahun Pengabdian Alumni Akpol Angkatan 1994.

Lippo Karawaci Tegaskan Lahan yang Disita Milik Pemerintah
Indonesia
Lippo Karawaci Tegaskan Lahan yang Disita Milik Pemerintah

Danang menjelaskan lahan yang disampaikan oleh pemerintah sebetulnya adalah lahan yang sudah dimiliki secara hukum dan dikuasai oleh pemerintah, qq Depkeu, sejak 2001.