Penangkapan Kembali Habib Bahar Bukti Hukum Tak Pandang Ustaz atau Pejabat Terpidana kasus penganiayaan remaja, Bahar Smith. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am.

MerahPutih.com - Pengamat politik Muhammad AS Hikam menilai bahwa tidak ada hubungannya antara status sebagai pemuka agama dengan proses hukum yang dijeratkan.

Hal ini disampaikan Hikam untuk memberikan respons terkait ditahannya kembali Habib Bahar bin Smith karena dinyatakan melanggar asimilasi.

Baca Juga:

Langgar PSBB, Bahar Smith Dibui Lagi Baru Boleh Bebas 18 November 2021

“Asimilasi dari bui pastinya ada syarat-syarat dan aturan mainnya. Kalau dilanggar, ya bisa saja balik masuk lagi,” kata Hikam dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (19/5).

Menurut Hikam, persoalan tersebut tidak pandang bulu sama sekali. Terlepas dia adalah seorang ustaz atau pemuka agama sekali pun.

“Dan itu berlaku bagi siapa pun, tak peduli ustaz atau pejabat. Gitu aja kok repot,” jelas Hikam.

Bahar Smith disambut oleh jemaahnya usai bebas melalui program asimilasi. (ANTARA/HO)
Bahar Smith disambut oleh jemaahnya usai bebas melalui program asimilasi. (ANTARA/HO)

Perlu diketahui bahwa per hari ini, 19 Mei 2020, Bahar bin Smith ditangkap lagi ke penjara karena dinyatakan telah melanggar aturan asimilasi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkum HAM Reynhard Silitonga.

Disampaikan Reynhard bahwa SK asimilasi Bahar bin Ali bin Smith dengan nomor W11.PAS.PAS11.PK.01.04-1473 Tahun 2020 telah resmi dicabut.

Baca Juga:

Pengacara Ngeles Dakwah Bahar bin Smith Bahas Pemerintah Somalia

Alasan pencabutan asimilasi tersebut dikatakan Reynhard lantaran kesalahan yang dilakukan Bahar bin Smith, antara lain:

1. Melakukan beberapa tindakan yang dianggap telah menimbulkan keresahan di masyarakat, yaitu; menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah. Dan, ceramahnya telah beredar berupa vidio yang menjadi viral, yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

2. Melanggar aturan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) dalam kondisi darurat COVID-19 Indonesia, dengan telah mengumpulkan massa (orang banyak) dalam pelaksanaan ceramahnya.

“Habib Bahar bin Ali bin Smith telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham nomor 3 tahun 2018 dan kepadanya dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam Lembaga pemasayarakatan untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan,” terang Reynhard. (Knu)

Baca Juga:

Fadli Zon Sebut Penangkapan Habib Bahar bin Smith Tindakan Diskriminatif



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH