Penangkapan Aktivis KAMI Dinilai Bentuk Intimidasi terhadap Oposisi Ilustrasi - Polisi menembakkan gas air mata saat demo menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (9/10), (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Penangkapan terhadap sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menuai kritikan.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, penangkapan ini dilakukan untuk menyebar ketakutan di antara mereka yang mengkritik pengesahan Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja.

“Di sisi lain, penangkapan ini menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi di negara ini sedang terancam dan bisa dilihat sebagai upaya untuk mengintimidasi oposisi dan mereka yang mengkritik rezim yang sedang berkuasa," kata Usman dalam keteranganya, Selasa (13/10).

Baca Juga:

Tak Mungkin Ditinggal, Dedengkot KAMI yang Diciduk Polisi Diberi Bantuan Hukum

Ia menturkan, penangkapan ini sangat mengkhawatirkan bahwa ketiganya ditangkap dengan dugaan pelanggaran UU ITE.

"Negara harus menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap mereka yang mengkritik dan memastikan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia bagi siapa saja, termasuk pihak oposisi," jelas Usman.

Ilustrasi - Polisi mengawal demo menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (9/10), (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Ilustrasi - Polisi mengawal demo menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (9/10), (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ia menganggap, justru dengan langkah ini, Presiden Jokowi telah melanggar janjinya sendiri untuk melindungi hak asasi manusia.

"Pihak berwenang harus segera membebaskan ketiganya, yang dijerat hanya karena mempraktekkan kebebasan berbicara, dengan tanpa syarat," kata dia.

Polri telah menahan Jumhur Hidayat, Anton Permana, dan Syahganda Nainggolan dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Laporan media mengatakan polisi mengklaim ketiganya melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) melalui unggahan media sosial mereka.

Baca Juga:

Diduga Sebar Hoaks dan Menghasut, Sejumlah Petinggi KAMI Dijadikan Tersangka

Pada hari Senin (12/10), Polda Sumut menangkap empat anggota KAMI terkait aksi protes Omnibus Law Cipta Kerja. KAMI sendiri mendeklarasikan diri pada bulan Agustus, awalnya didirikan untuk menanggapi apa yang mereka sebut sebagai kegagalan pemerintahan Jokowi dalam menangani pandemi COVID-19.

Selama beberapa hari terakhir, KAMI begitu keras mengkritik Omnibus Law Cipta Kerja. Salah satu pendirinya, Din Syamsuddin, mengatakan kepada media bahwa undang-undang tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan nasional dan disahkan tanpa konsultasi yang memadai.

Amnesty International Indonesia mencatat 49 kasus dugaan intimidasi dan peretasan digital terhadap mereka yang aktif mengkritik pemerintah, sejak bulan Februari. (Knu)

Baca Juga:

Polri Benarkan Tangkap Petinggi KAMI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update Gempa Majene: 56 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
Update Gempa Majene: 56 Orang Meninggal Dunia

Sebanyak 56 orang meninggal dunia akibat gempa bumi M6,2 yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1) dini hari WIB.

Otak Pembunuhan Bos Perkapalan Raup Rp100 Juta dari Hasil Penggelapan
Indonesia
Otak Pembunuhan Bos Perkapalan Raup Rp100 Juta dari Hasil Penggelapan

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Sudjarwoko menemukan kerugian perusahaan pelayaran milik Sugianto atas dugaan pelanggelapan uang pajak yang dilakukan oleh NL.

50 Pasukan Oranye Pulau Harapan Jalani Rapid Test
Indonesia
50 Pasukan Oranye Pulau Harapan Jalani Rapid Test

Pelaksanaan rapid test ini dilakukan bekerja sama dengan petugas medis Puskesmas kelurahan.

BUMN Kejar Potensi Wakaf Uang Rp80 Miliar
Indonesia
BUMN Kejar Potensi Wakaf Uang Rp80 Miliar

Gerakan Nasional Wakaf Uang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma’ruf Amin di Istana Negara Jakarta, Senin (25/1).

Penurunan Kasus COVID-19 Diklaim Baru Terasa Setelah 45 Hari
Indonesia
Penurunan Kasus COVID-19 Diklaim Baru Terasa Setelah 45 Hari

Pemerintah telah menambah 13.000 tempat tidur untuk ruang isolasi dan ICU rumah sakit rujukan COVID-19 selama PPKM tahap dua.

Sosok Ini Dinilai Cocok Masuk di Kabinet Jokowi
Indonesia
Sosok Ini Dinilai Cocok Masuk di Kabinet Jokowi

Beliau juga pernah mengalami penganiayaan politik dari musuh demokrasi

Uang Nasabah Maybank Solo Rp72 Juta Diduga Hilang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi
Indonesia
Uang Nasabah Maybank Solo Rp72 Juta Diduga Hilang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi

Pemeriksaan dua orang saksi dilakukan setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Surakarta.

Anggota Polisi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kawasan Pondok Rangon
Indonesia
Anggota Polisi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kawasan Pondok Rangon

Dari informasi yang dihimpun, korban ditemukan oleh seorang warga yang melintas di jalan tersebut pada pukul 05.00 WIB.

Menteri Edhy Ditangkap, Ekspor Benur Perlu Dikaji Ulang
Indonesia
Menteri Edhy Ditangkap, Ekspor Benur Perlu Dikaji Ulang

KPK melakukan penangkapan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan beberapa orang lainnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini hari.

Dewan Pers Diminta Aktif Lindungi Jurnalis Saat Liputan Selama Pagebluk COVID-19
Indonesia