Penanganan Banjir di Jakarta Diklaim Bakal Bisa Dirasakan Warga 3 Tahun ke Depan Genangan air setinggi 60 sentimeter menutup sebagian Jalan Raya Jambore akibat hujan lebat, Senin (26/10/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)

Merahputih.com - Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI menyebut penanganan banjir di ibu kota baru bisa dirasakan oleh masyarakat Jakarta paling tidak 2 hingga 3 tahun ke depan.

Ketua Pansus Banjir DPRD DKI, Zita Anjani menilai postur anggaran banjir 2021 menunjukkan keseriusan dari Pemda DKI menangani banjir.

"Bisa dilihat dari postur anggaran untuk banjir, mayoritas untuk pembangunan infrastruktur banjir. Karena mungkin juga Pemprov akhirnya sadar dan belajar dari banjir 2020 awal tahun," papar Zita di Jakarta, pada Rabu (11/11).

Baca Juga

Indonesia Dinilai Lebih Siap Hadapi Resesi Ekonomi

Pemprov serius mengatasi banjir pada tahun 2021 dengan memproyeksikan anggaran sebesar Rp4,05 triliun untuk penanggulangan banjir Dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara Rancangan APBD Tahun Anggaran 2021.

Zita pun meminta Pemprov DKI untuk segera menyampaikan hal ini kepada warga DKI secara terbuka, sehingga ketika nanti hujan warga bisa melakukan antisipasi.

Kegiatan program Gerebek Lumpur. (Foto: MP/Asropih)
Kegiatan Gerebek Lumpur untuk penanggulanangan banjir di Jakarta. (Foto: MP/Asropih)

Ia juga mengingatkan agar anggaran tersebut difokuskan ke pembangunan infrastruktur.

"Kalau kapasitas sungai eksisiting kita hanya 950 meter kubik (m³) per detik, sedangkan rata-rata banjir tahunan debit airnya mencapai 2.100-2.650 m³ per detik. Bahkan awal 2020 mencapai 3.389 m³ detik. Jadi fokus disitu," tegasnya.

Sangat mustahil Pemprov DKI bisa menghilangkan banjir di Jakarta dalam kurun waktu 6 jam. Sebab masih banyak penunjang untuk pengentasan banjir masih kurang seperti lahan hijau dan sumur serapan.

Baca Juga

Jakpus Siapkan 148 Tempat Pengungsian Banjir di Tengah Pandemi

Ia pun meminta Pemprov DKI untuk meningkatkan lahan Hijau dan sumur serapan. Saat ini ruang terbuka hijau yang dimiliki DKI hanya 9,98 persen, padahal yang dibutuhkan untuk menyerap air di Ibukota sebesar 30 persen.

"Lalu mau mengandalkan sumur resapan yang nyatanya baru di bangun 1.772 titik dari 1,8 juta titik yang di butuhkan," tuturnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
APBD Solo Kolaps, Pengamat Sedih Pemkot Asal Jokowi tak Sanggup Bayar Listrik
Indonesia
APBD Solo Kolaps, Pengamat Sedih Pemkot Asal Jokowi tak Sanggup Bayar Listrik

"Bangsa yang katanya kaya raya, pemerintah daerahnya pun tak mampu tuk bayar listrik," terang Ujang

 Warga Tiongkok Terpapar Virus Corona Sepulang dari Bali, Pemerintah Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Warga Tiongkok Terpapar Virus Corona Sepulang dari Bali, Pemerintah Lakukan Penyelidikan

Ia mengatakan, pemeriksaan itu bakal dilakukan untuk membuktikan apakah warga Tiongkok tersebut benar terjangkit virus corona selama di Bali.

Ledakan Jeddah Lukai Empat Orang, Prancis Sebut Serangan Bom
Dunia
Ledakan Jeddah Lukai Empat Orang, Prancis Sebut Serangan Bom

Sedikitnya empat orang terluka dalam insiden selama upacara peringatan di Jeddah, Arab Saudi pada Rabu (11/11), menurut laporan media.

Ungkap Dugaan Keberadaan Calo di Satpas SIM Daan Mogot, Wartawan Dikeroyok
Indonesia
Ungkap Dugaan Keberadaan Calo di Satpas SIM Daan Mogot, Wartawan Dikeroyok

Yori, sapaan akrab Yohanes, dikeroyok oleh sejumlah calo yang biasa mencari duit di sana.

Dilaporkan ke Dewas KPK Karena Tak Pakai Masker, Begini Penjelasan Filri Bahuri
Indonesia
Dilaporkan ke Dewas KPK Karena Tak Pakai Masker, Begini Penjelasan Filri Bahuri

MAKI turut menyertakan bukti berupa foto memperlihatkan Firli tak mengenakan masker.

9 Pegawai dan 1 Tahanan KPK Positif COVID-19
Indonesia
9 Pegawai dan 1 Tahanan KPK Positif COVID-19

Sebanyak 9 pegawai dan 1 tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Pemerintah Kekurangan Ribuan Dokter dan Relawan Tanggulangi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Kekurangan Ribuan Dokter dan Relawan Tanggulangi COVID-19

Gugus Tugas telah bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait ketersediaan relawan tenaga medis, termasuk LSM dan perguruan tinggi.

Krisis Pangan Mengancam, Hambatan Perdagangan Harus Dihilangkan
Indonesia
Krisis Pangan Mengancam, Hambatan Perdagangan Harus Dihilangkan

Indonesia membutuhkan kerjasama global walau diikuti adanya risiko berhubungan dengan negara lain yang juga berjuang untuk mengurangi pandemi di negaranya.

DPR Kecam Pihak Sekolah atas Kasus Ratusan Siswa Terseret Banjir Bandang
Indonesia
DPR Kecam Pihak Sekolah atas Kasus Ratusan Siswa Terseret Banjir Bandang

Tragedi seperti ini seharusnya tidak terjadi jika pihak sekolah memperhitungkan semua risiko.

 Anies: 25 Tenaga Medis DKI Positif Corona, 1 Meninggal Dunia
Indonesia
Anies: 25 Tenaga Medis DKI Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Dengan begitu, Anies mengimbau pada masyarakat untuk membantu pada tenaga kesehatan itu dalam bekerja menangani COVID-19 ini untuk tidak keluar rumah.